1. Menggunakan prinsip : Siapa menguasai dan merajai informasi akan menang dalam pertempuran politik (Henry Kissinger, mantan Menlu USA, si Kancil ). Ruang publik seperti TV, Radio, koran, internet, kegiatan RT dan RW diupayakan untuk dikuasai. Bahkan speaker mesjid yang hingar bingar adalah bentuk nyata konsep brain washing terselubung. Iklan Islam yg juga brainwashing terselubung, misalnya di Youtube, juga ditempelkan di chanel2 apapun, bahkan chanel Kristen.
2. Menggunakan prinsip: Walaupun tidak benar,
namun kalau terus menerus dijejalkan, maka sesuatu yang tidak benar lalu
dianggap benar (Jendral Gobel, jendral Nazi, tangan kanan Hitler). Misal,
Supersemar yang hilang (yang tidak ada) dianggap benar, G30S yang melenceng
dianggap benar dengan tiap tahun ada paksaan nonton film G30S, dan dulu setiap
17 Agustus ada kewajiban upacara bendera bagi pegawai negeri (brain washing
terselubung).
3. Brain washing sesuatu ajaran dan budaya Arab
yang tidak benar di masa pendidikan dasar dan menengah selama hampir 10 th (TK
SD SMP) di institusi pendidikan Islam (pondok, pesantren, madrasah, dst),
namun dengan cerdik pembiayaan "disisipkan" kedalam APBN negara
Indonesia. Diharapkan lulusan intitusi ini berkarakter: Faith is blind terhadap
Muhammad, loyal kepada Muhammad, dan lebih Arab dari manusi Arab sendiri. Ini
bisa merupakan cikal bakal radikalisme Islam (strategi Baiat).
4. Islamisasi Ilmu Pengetahuan, ini gerakan
membuat hoax bahwa kitab suci Islam kaya dengan inspirasi science. Mengkaitkan
peninggalan sejarah, perbankan, pertanian, dan speaker dengan Islam, hoax yang
tidak ada duanya dari sisi kelucuan. Bandingkan dengan kitab suci Kristen yang
mengatakan bahwa : Bila semua ajaran Yesus dituliskan, maka bumi dan isinya
tidak akan cukup (pada penutup Injil); jadi Injil bukan kitab serba bisa
melainkan memuat ajaran moral dan etika bagi kemanusiaan di dunia, sebaliknya
Islam mengatakan kitab sucinya sempurna dan final (ini konyol!) dan berisi apa
saja termasuk science.
5. Pengontrolan yang kuat lewat sangsi dan hukum
bagi yang mengkritik, melawan, bahkan murtad dari Islam. Sangsi
berupa sangsi sosial (pengucilan dan kekerasan phisik), hukuman mati (yg
murtad), dan UU Penodaan Agama (pengkritik Islam)
6. Semua kegiatan diatas membutuhkan dana yang
besar. Maka dicarikan alat bisnis terselubung berbasis agama (diciptakan
Buku Kuning-Rukun Islam): haji dan umroh, zakat fitrah, labelisasi
halal haram, dan perbankan syariah. Dan diusahakan untuk dapat pendanaan dari
APBN negara Islam setempat. Dana bantuan dari luar juga besar sekali, misal
dari Arab Saudi dan organisasi OKI.
7. Puncak strategi adalah politisasi agama.
Politik bertujuan untuk mencapai kekuasaan tertinggi demi kekuatan dan harta.
Menurut Bill Warner, Islam adalah lebih bersifat politik dari pada agama.
Islam adalah politik dibungkus agama. Tidak hanya negara Islam yang dijaringkan
secara internasional (OKI), namun ormas dan parpol pun ada jejaring
internasionalnya, misal Hisbut Tahir, Hisbolah, Partai
politik, dst.
8. Menggunakan iklan kecap nomor satu: Agama
terakhir, Nabi terakhir, Kitab Suci penutup, Paling sempurna, Tiket
masuk surga gampang, dan hanya cukup mengucapkan 1 kalimat syahadat untuk
masuk Islam. Tidak tahunya, mau keluar Islam sulit sekali, ditakuti
dengan hukuman: pengucilan sosial, penganiayaan phisik, hukuman mati (bagi
murtadin); ini bagaikan manusia punya mulut tapi tidak punya dubur, mudah
masuk sulit keluar. Dan Allah yang lemah perlu dibela dengan UU Penodaan Agama.
9. Strategi melipat gandakan umat Islam yang
jitu dimasa lalu adalah dengan pedang, lalu dengan beranak pinak secara
cepat-kilat melalui banyak istri/poligami, pedopili, kawin mutah, dan
memperkosa PRT. Saat ini adalah era digital, strategi pedang sudah tidak
berlaku, kemudian kesadaran wanita juga sudah tinggi, mereka tidak mau lagi
untuk sekedar dibuat cocok tanam.
10. Strategi berdebat agama dengan cara: taqiya,
pembenaran, ber putar2, bersembunyi dibalik bahasa Arab, interprestasi hadits
yang penuh pelintiran, mengalihkan topik ke kitab suci agama lain mengingat Qouran
penuh kutipan dari legenda atau kitab suci agama lain (isi original Qouran
sangat minim dan mutunya rendah), loncat sana sini dengan jurus cherry picking,
dan tidak punya rasa malu.
11. Last but not least, Muslim harus patuh dan
taat sepenuhnya pada dwi tunggal Manusia Arab (Muhammad) dan Tuhan Arab
(Allah), serta harus berbahasa dan berbudaya Arab. Konsep ini
menjadikan harkat martabat bangsa mana saja berada dibawah bangsa Arab; sebagai
contoh untuk kasus di Indonesia, muka2 Arab seperti Basyir, Rizieq, Anies, Amin
Rais, dan Salim Said sangat digandrungi dan di puja-puji, mereka bebas
bertindak dan berceloteh mengganggu keamanan dan ketentraman Indonesia. Bangsa
Indonesia menjadi minder (rendah diri) terhadap bangsa Arab; sesuatu yang tidak
terpuji dan tidak boleh lagi terjadi.
Demikian sekelumit artikel memahami strategi
bangsa Arab dalam membodohi dan menjajah bangsa Indonesia. Minyak dan gas akan
ada akhirnya, maka Indonesia harus dijadikan sumber devisa utama bagi negara
Arab Saudi, ekonomi berbasis agama. Di era digital, semua hal diatas dibahas
dengan dalam, detil dan teliti; Islam bagaikan dikuliti sampai ke tulang2nya;
agama sudah ditinggalkan oleh manusia modern yang cerdik, cerdas dan bijak;
hanya manusia yang malas membaca dan berpikir kritis yang tetap percaya kepada
ajaran Arab ini. Mohon artikel ini dishare dan didiskusikan. Rahayu. Sri
Kresna.
Sumber pustaka utama: berbagai chanel Youtube
dan artikel yang termuat di di blog CERDAS BIJAKSANA BERKAT INTERNET, di https://bijaksana555.blogspot.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar