Senin, 08 Maret 2021

STRATEGI ISLAM MENGUASAI INDONESIA DENGAN JURUS MABOK AGAMA!

 Bangsa China pernah dikalahkan Bangsa Barat melalui strategi perang Candu, dimana bangsa China dibuat mendem/mabok candu. Jurus yang serupa yang dilakukan bangsa Arab untuk menikmati/menjajah Indonesia dengan cara membuat bangsa Indonesia mabok agama Islam dan mabok Budaya Arab.

1. Pengantar

Siapa tidak risau melihat kenyataan yang terjadi di Indonesia. Ada berbagai agama besar dengan umatnya yang besar (terutama Islam), namun kasih sayang, ketentraman, kesejahteraan, kebenaran dan keadilan malah nyaris tidak ada. Atau justru sebaliknya, kekerasan, kerusuhan, pembunuhan, ketidak adilan, kriminalitas, keterbelakangan, kemiskinan, ketidak jujuran, kemunafikan, korupsi, kolusi, dan berbagai pelanggaran HAM justru marak terjadi di Indonesia; dan barangkali mencapai index prestasi nomor wahid didunia. Kalau begini, apanya yang salah? Berikut ini adalah butir-butir analisis yang mendalam tentang masalah ini.

2. Agama Penjara Dunia

Agama berbasis kitab suci. Dengan demikian, agama mempunyai keterbatasan yang cukup mencolok seperti disebutkan dalam kitab-kitab suci Al-Quran dan Injil. Misal dalam Al-Quran ditandaskan bahwa apabila semua ajaran Allah SWT dituliskan, maka tinta sebanyak samudera rayapun tidak akan mencukupi. Demikian pula dengan Injil yang menandaskan apabila semua ajaran Isa Almasih dituliskan maka dunia beserta isinya pun tidak akan bisa memuat. Dengan demikian, kedua agama terbesar didunia ini menandaskan bahwa Allah adalah Maha Besar atau Maha Tak TERBATAS, jadi mana mungkin sesuatu yang Tak Terbatas (Allah, milyaran tahun) cukup dijelaskan oleh satu orang saja yang sangat terbatas (para nabi, yang umurnya mencpai k.l. 80 tahun)! Jika Allah itu dari minus tak terhingga (alpha, tak tahu kapan awalnya) dan berakhir di plus terhingga (omega, tak tahu kapan berakhirnya), maka seorang manusia yang hidup di suatu range (daerah) umur yang sangat terbatas (katakan 80 tahun) adalah tidak mungkin menjelaskan secara tuntas sesuatu yang tak terhingga (milyaran tahun)! Bumi dan universe sudah milyaran tahun, dan masih milyaran tahun lagi, maka seribu, sejuta atau bahkan semilyar nabi disertai ilmuwan tidak akan pernah selesai mempelajari universe dan Tuhan! Jadi, benarlah ayat-ayat diatas, ke "Mahabesaran Tuhan" tidak mungkin cukup diwadahi dalam buku setebal/setipis kitab suci. Ke "Mahabesaran Tuhan" juga tercermin pada luas dan dalamnya ilmu pengetahuan. Ilmuwan di negara modern sudah tidak lagi mencari hanya agama yang terbatas, melainkan selalu terus mencari Tuhan beserta rahasiaNya (ilmu pengetahuan) yang tak terbatas namun sangat indah untuk terus menerus dieksplorasi. Manusia modern sepakat bahwa agama adalah penjara bagi kemanusiaan di dunia, juga penjara bagi Tuhan.

3. Definisi Mabok Agama

Definisi mabok atau mendem (Jawa) adalah keadaan dimana seseorang mengkonsumsi/memahami tentang sesuatu/paham yang melebihi batas normal/kewajaran; orang yang mendem menjadi seperti: tidak normal tingkah lakunya, tidak wajar cara berpikirnya (bloon, tidak cerdas), dan sulit diajak berdiskusi/berdialog. Contoh mabok adalah mabok minuman keras dan mendem gadung (di Jawa). Analog definisi ini, maka mabok agama dapat didefinsikan sebagai orang (atau kumpulan orang) yang mengkonsumsi/memahami agama secara berlebihan, melupakan keterbatasan agama, melupakan penyalah gunaan agama yang lumrah terjadi (terutama politisasi agama), dan menganggap bahwa semua persoalan dunia dapat diatasi hanya dengan agama saja.
4. Bahaya Mabok Agama

Bahaya mabuk agama bisa menjadikan agama sebagai sebuah bencana dalam bukunya Charles Kimbal yaitu WHEN RELIGION BECOME EVIL dijabarkan 6 tanda agama bisa menjadi bahaya

1. Klaim kebenaran mutlak

2. Kepatuhan buta

3. Bercita - cita membangun zaman yang ideal

4. Tujuan menghalalkan segala cara

5. Menyerukan perang suci

6. Iman yang inklusif

 

Lebih jauh lagi berikut versi baru dari ciri-ciri beragama yang dalam tanda kutip bisa dikategorikan sesat:

1. Mempercayai dan mengikuti kepercayaan tokoh agama kondang secara membabi buta

3. Meyakini bahwa petunjuk Tuhan hanya terdapat di kitab suci

4. Mengingkari petunjuk Tuhan yg terkandung di alam semesta

5. Melakukan penafsiran yg tidak filosofis dan/atau tidak ilmiah

6. Mengingkari kedudukan filsafat & sains sebagai sumber petunjuk Tuhan

7. Melecehkan dan/atau merendahkan orang2 yg berkepercayaan lain

8. Mengingkari terbukanya pintu surga bagi semua orang yg berakal sehat dan ijtihad

9. Menetapkan cara ibadah tertentu seraya melarang cara ibadah lain

10. Memandang sesat (kafir) sesama manusia yang tidak sefaham

11. Dan yang lebih lagi: menganggap tidak hanya manusia yang beragama, namun Tuhan juga beragama; kemudian mengakui bahwa agama Tuhan yg paling benar adalah hanya agamanya sendiri, agama yg lain tidak ada yg benar.

 

4. Agama dan Budi Pekerti

 

Semua negara rupa-rupanya harus mengalami mabok agama dulu. Negara modern seperti Eropa baru selesai mabok agama sekitar abad 19 (seratus tahun yl.). Ketika agama Kristen masih "tidur lelap", namun mendominasi Eropa, maka Eropa mengalami jaman kegelapan dan kemunduran keilmuan luar biasa, baru setelah terjadi revolusi dalam penalaran (demokrasi dan logika, renaisance), Eropa bagaikan lahir kembali. Sekarang, kaum cerdas-cendekia-ilmuwan Eropa sudah tidak tertarik lagi hanya pada agama saja, namun mereka lebih tertarik untuk mengetahui rahasia Tuhan secara lebih dalam-luas-tuntas melalui science, teknologi dan berbagai agama/kepercayaan (jadi tidak terbatas pada satu agama saja). Mereka sudah pada tingkatan kesadaran (kita belum) bahwa sungguh amat sangat bodoh dan berdosa bila membatasi Tuhan yang Maha Takterbatas hanya pada satu buku tipis, satu nabi, dan satu agama saja. Kesadaran di Eropa ini juga dialami oleh intelektual di negara modern yang lain (Jepang, Korea, Taiwan, Singapore, Australia, Canada, USA, Rusia, dst.). Saat ini, di negara modern, agama sudah tidak boleh lagi diajarkan di sekolah negeri (dari SD sampai universitas), mengingat agama itu bersifat sangat personal/privasi, sedangkan yang lebih penting untuk diajarkan adalah budi pekerti. Agama dianggap hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhannya yang bersifat sangat privasi, sedangkan budi pekerti bersifat horisontal antara manusia dengan: sesama manusia, alam, binatang, tumbuhan dan iklim. 


5. STRATEGI  ISLAM MENGUASAI INDONESIA DENGAN JURUS MABOK AGAMA

Henry Kisinger, mantan Menteri Luar Negeri USA yang dijuluki si Kancil, mengatakan dalil kemenangan dalam pertarungan politik:”Siapa yang menguasai informasi yang akan menang”. Rupanya hal ini dipraktekan oleh para pemuja Kilafah pecinta negara Arab (melebihi cintanya pada NKRI). Indonesia sebagai negara Islam terbesar di dunia mempunyai nilai yang sangat istimewa bagi Negara Arab asal agama Islam, minimal dari sisi sumber devisa yang besar sebagai hasil bisnisisasi agama dan Indonesia dipakai sebagai contoh kemodernan negara Islam (mampu berdemokrasi). Untuk melaksanakan strategi Henry Kisinger,  maka bangsa Indonesia agar tidak dapat lepas dari cengkeraman Islam, maka cara terbaik adalah mengurung “akal sehat” bangsa Indonesia melalui strategi Memabokan Bangsa Indonesia. Bangsa China pernah dikalahkan Bangsa Barat melalui perang Candu, dimana bangsa China dibuat mendem/mabok candu. Jurus membuat mabok agama Islam untuk mengerjain Indonesia antara lain adalah:

a.       Strategi Brain Washing di Pendidikan Dasar dan Menengah: Islamisasi dan Arabisasi di sekolah Islam (pondok & madrasah), dari TK hingga SMU (minimal 10 tahun), ribuan ayat Al Qouran disuruh hafal, jutaan jam belajar dihamburkan untuk hal yang non sense. Mana ada ortu di negara modern tega menitipkan dan melepas anaknya untuk dididik seperti itu? Kurikulum pendidikan di Indonesia dibanyaki muatan pendidikan agama dari TK hingga universitas. Child labor (kerja dibawah umur) melanggar kemanusiaan (ILO), Child Brain Washing tentunya sama saja, melanggar hak azasi manusia, yang satu: jasmani/pisik, yang lain otak/pikiran; sama2 mengerikan. Joke dari para ahli pendidikan nasional (cucu Ki Hajar Dewantoro): Bagaikan APBN untuk mendanai pendidikan berbasis kurikulum Arab Saudi, dan secara perlahan mematikan pendidikan berbasis perjuangan nasional seperti Taman Siswa. Pondok dan pesantren tumbuh dan berkembang bagaikan jamur cendawan yang siap jadi parasit dan menelan Indonesia secara perlahan seperti coup de tat merangkak ala kasus Prabu Brawijaya.

b.      Islamisasi Pengetahuan: Hoax Ilmu pengetahuan juga dimunculkan, seperti Borobudur, Diponegoro, Brawijaya, Astronut dengar azan, Teori big bang, teori nuklir, dst. Rasanya, jurus taqiya meniadakan rasa malu “memalsukan ilmu pengetahuan”. Kasus abad pencerahan era kegelapan gereja seolah berulang kembali, kalau dulu ilmuwan2 penemu (Galileo, Darwin, dst) dikucilkan gereja karena dianggap bertentangan dengan kitab suci Kristen, kini dalam kasus Islam jurtru sebalikanya, ilmuwan didorong dan diminta menulis buku atau paper ilmiah yang sumbernya adalah kitab suci Al Qouran. Dijaman kegelapan Eropa, ketika agama mulai ditinggalkan oleh para cerdik-cendekia akibat kebekuan dan kekakuannya, beberapa oknum pemuka agama mencoba mengkelabui umatnya dengan menandaskan bahwa kitab suci itu serba bisa-serba pintar, misalnya saja kitab suci bisa menjelaskan fisika, biologi, ekonomi, perbintangan, nuklir, komputer, dst. Hal ini perlu direkayasa demi menyelamatkan agama dari bahaya ditinggalkan oleh para penganutnya. Para ilmuwan busuk lalu diminta mengarang buku-buku yang isinya, sebenarnya mengada-ada serta mereka-reka, tentang keterkaitan fisika, biologi, ekonomi, perbintangan, nuklir, komputer, dst., dengan kitab suci; jadi direkayasa bahwa seolah-olah kitab suci itu maha bisa, maha kuasa, dan maha luar biasa (tanpa pernah membahas keterbatasan kitab suci). Syukurlah masyarakat cerdik-cendekia Eropa saat itu tidak terpancing. Mereka tetap menyadari bahwa kitab suci ditulis untuk menjelaskan adanya kehidupan yang jauh lebih baik setelah mati (surga) beserta cara untuk dapat sampai kesana (surga), jadi kitab suci ditulis bukan untuk menjelaskan fisika, biologi, ekonomi, perbintangan, nuklir, komputer, dst. Mereka juga belajar dari kebijaksanaan ilmuwan top para pemenang hadiah Nobel, yang tidak pernah mengkaitkan kepakaran keilmuannya dengan kitab suci! Mereka tidak terpancing dengan iklan kecap nomor 1 dari oknum pemuka agama yang menyesatkan, membodohi serta membuat bodoh umat beragama! Saat ini, di toko-toko buku di Indonesia, banyak dijumpai buku-buku semacam diatas yang menggambarkan kitab suci itu serba bisa-serba pintar, misalnya saja kitab suci bisa menjelaskan fisika, biologi, ekonomi, perbintangan, nuklir, komputer, dst. Rupanya ada usaha Islamisasi ilmu pengetahuan. Pemimpin agama berkonspirasi dengan ilmuwan untuk membodohi umatnya. Sungguh sangat menyesatkan nalar, apabila ada siswa yang belajar ilmu fisika atau ekonomi dari kitab suci Alqouran.

c.       Bombardir Berita Hoax di Internet: Berbagai cerita, teori, iklan dan dakwah yang tidak benar di buat dan diterbitkan di berbagai mass media, sehingga berita dan fakta yang benar tertimbun sampah taqiya rekayasa para Muslim.  Search di Google menjadi sulit karena tumpukan hoax buatan Muslim, misalnya seseorang mencari di google dengan keyword “Kesalahan Al Qouran”, maka hasilnya akan didapatkan pada halaman ke 20 setelah mengklik tombol next, next, next, dst. Itu kalau sabar, kalau tidak, ya berhenti di timbunan berita hoax karya para Muslim berbasis taqiya, pencarian gagal ditengah jalan.

d.      Bombardir Iklan apapun yang diserempetkan dengan Agama Islam. Setiap buka YouTube Kristen ditempeli iklan Islam.

e.       Brain Washing Terselubung

-          Speaker Masjid: suara speaker azan masjid dan ceramah ustadz yang tidak kenal waktu yang memekakan telinga sampai sejauh k.l 0,5 km;

-          Inkulturasi budaya: semua orang, apapun agamanya, disalami dgn paksa memakai bhs Arab “asalam mulaikum”; kata2 Arab menggantikan bahasa Indonesia dan lokal, misalnya: marwadah, sakinah, dulkidah; adanya serambi Mekah di Aceh dan Padang dst.

-          Manipulasi histori/cerita berbasis taqiya: Diponegoro kalifah Turki, Borobudur didirikan nabi Islam, Astronaut dengar suara Azan, dst.

-          Orang non Muslim “dipaksa” menghormati puasa, dan mengikuti aturan2 tertentu dalam Islam (halal haram) dan cara berpakaian di sekolah dan kantor. Kejujuran kurang dipentingkan karena bohong diperbolehkan (taqiya).

f.        Bombardir “ruang umum” seperti TV, Radio dan surat kabar secara sengaja dan yang tidak kenal waktu. Demikian pula, mass media seperti majalah, spanduk, pamlet, selebaran, dan koran dipenuhi oleh berita/renungan keagamaan. Sinetron kita juga banyak yang bernuansa mistik campur agamis. Lagu-lagu di televisi dan radio juga banyak mengandung pesan-pesan agama. Yang sangat menyolok mata adalah cara mengkover hari raya Lebaran selama hampir 40 hari, dimulai dari awal puasa, mudik hari H Min, saat Lebaran, mudik hari H plus, dan usai lebaran untuk masuk kerja, sungguh luar biasa. Apakah pemberitaan semacam ini bermanfaat? Apakah tidak menghambur-hamburkan waktu, biaya, dan tenaga? Coba bayangkan bila cara mengcover berita pemberantasan KKN semacam hari Lebaran (full selama 40 hari), dijamin Indonesia cepat bersih!

g.      Kegiatan Spiritual di Masyarakat: upacara seremonial keagamaan Islam bagaikan tidak pernah berhenti, ditingkat RT pun sedemikian intens. Membuat masyarakat religion alcoholic dan mabok agama. Sebaliknya, bangsa Jepang dan Korea Work Alcoholic!

h.      Strategi Politik: Terus berjuang untuk menduduki jabatan politik tertingi (RI 1) dan Gubernur serta Lembaga Tinggi lainnya dengan menggunakan bendera dan azas Islam (jurus pengkafiran), contoh korban nyata adalah : Gubernur DKI Ahok. Jaringan politik Islam berskala nasional dan internasional terasa ada, hal ini dapat dengan mudah dilacak melalui aliran dana di bank. Bagi yang berminat ingin tahu “Raksasa Finansial di belakang layar” gerakan Islam sedunia, cukup ketikan di Google atau YouTube kata kunci: who financing radical Islam around the world”.

i.        Menggunakan UU Penodaan Agama untuk merintangi tulisan kritis terhadap agama Arab, dan menggunakan konsep Islam Pobhia untuk melapor ke Google bagi tulisan yang kritis terhadap Islam agar tidak dimuat di Google.

 

6. Work Alcoholic Vs Religion Alcoholic

Jika membandingkan dengan negara modern, hal sebaliknyalah yang terjadi, keilmuan, politik,dan bisnis sangat mendominasi, agama sangat minim karena agama dianggap urusan pribadi (privasi). Masyarakat Jepang dikenal sebagai kecanduan kerja, tiada hari tanpa kerja, istilah kerennya: work alcoholic; sedangkan bagi masyarakat Indonesia, tiada hari tanpa dibumbui agama, mungkin istilah kerennya: religion alcoholic. Di negara modern ada falsafah time is money, di kita agak lain: time is religion! Ada iklan Coca Cola begini: Kapan saja, dimana saja, minumlah Coca Cola; di masyarakat kita seolah-olah juga punya iklan yang mirip, yaitu: Kapan saja, dimana saja, laksanakan ibadah dan upacara agama! Dari pengamatan kegiatan keseharian ini, dapat disimpulkan bahwa bangsa Indonesia sedang mabok/mendem agama! Namun perlu diketahui, bahwa semua negara yang telah berada ditingkatan modern dipastikan pernah mengalami jaman kerajaan, diktator, semi demokratis, demokratis dan pasti juga pernah mengalami mabok agama. Cuman sebaiknya kita dapat belajar dari sejarah, agar mabok agama tidak berkepanjangan dan tidak mengulangi kesalahan yang telah dibuat oleh mereka itu.


7. Penutup


Kedunguan manusia telah mengubah ajaran suci Tuhan melalui para nabi justru menjadi belenggu/pembatas bagi Tuhan dan umat beragama. Dan sejarah juga sering menjadi saksi bagaimana penguasa politik, militer, birokrat, ilmuwan, ekonom maupun pemuka agama bahu-membahu mendungukan manusia agar dapat dikuasai oleh ambisi-ambisi mereka. Pendunguan manusia ini antara lain dapat dicapai dengan mengkondisikan agar masyarakatnya mabok agama. Para oknum agamawan telah menjadikan Tuhan bersifat statis-kaku-beku; sebaliknya para ilmuwan selalu ingin membebaskan sifat statis-kaku-beku tadi menjadi dinamis-fleksibel-uptodate.

 

Pakar budaya dan agama Internasional menjuluki Islam sebagai agama five in one (5 in 1) – islamisasi, Arabisasi, politisasi, bisnisisasi, pembodohan & penjajahan budaya. Sebagai organisasi politik Islam akan selalu dinamis untuk melakukan manuver yang mengerikan dan akan siap menelan mangsanya dengan pelan2 seperti kasus Islam menelan Prabu Brawijaya.

 

Kita yakin bahwa dalang mabok agama ini ada pada tingkatan lokal, regional, nasional, bahkan internasional. Mereka ini mempunyai jaringan yang rapi sekali bagaikan jaringan multi-level-marketing (MLM), mereka juga mempunyai dana yang besarnya trilyunan rupiah. Negara asing mempunyai kepentingan untuk menjadi penikmat utama kekayaan alam Indonesia serta ingin menjadikan Indonesia sebagai negara boneka. Mengingat semua fakta diatas, diharapkan bangsa Indonesia slalu siap bertempur menghadapi ideologi asing (dari Arab) yang ingin merobohkan negara NKRI dan menggantikannya dengan sistim negara Kalifah berbasis Syariah yang berbudaya Arab yang sudah terbukti ketinggalan jaman dan ditolak oleh banyak cendekiawan Arab melalui gerakan nasional/internasional yang disebut Arab Spring. Semoga bangsa Indonesia segera waras-wiris dan kembali berakal sehat.

Rahayu.

Ki Sambang Jalan, Kejawen, Anggota LSM CBD.

Pustaka berbagai tulisan kritis cerdas ada di CERDAS BIJAKSANA BERKAT INTERNET, di https://bijaksana555.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar