Untuk menanggapi para wanita pemuja nabi Muhammad, maka berikut ini alasan yang lebih detil mengapa agama asli Arab (Islam) hanya sesuai untuk pria perkasa tapi tidak cocok untuk wanita indonesia yang lemah lembut. Sumber pustaka tulisan ini adalah berbagai artikel kritis cerdas bijak ada di blog: CERDAS BIJAKSANA BERKAT INTERNET, di https://bijaksana555.blogspot.com/ , silahkan klik dan baca sendiri agar dapat banyak manfaat berupa pencerahan.
Alasan pertama: Hak Pria Perkasa lebih
dari wanita.
Hak-hak
pria perkasa yang istimewa dalam perkawinan Islam: poligami, pedophili, kawin
mutah (kontrak harian), kawin dgn wanita beragama lain, hak disorga untuk mendadapatkan
72 wanita perawan, hak untuk mempunyai penis (kelamin pria) yang panjang
sekali, suami boleh melakukan kekerasan terhadap wanita, suami boleh
menceraikan istrinya, hak-hak istimewa yang diberikan kepada nabi Muhammad dalam
hal urusan seks oleh Allah, hak dalam warisan, hak dalam pengadilan, hak untuk
memaksa hubungan seks (mirip perkosaan) terhadap istri, dst.
Hak-hak wanita yang lemah dalam
perkawinan Islam (kontradiksi dengan hak pria perkasa diatas): nikah, warisan,
pengadilan, berpakaian, surga, perceraian, dst. Akibat Arabisasi derajat
wanita: wanita adalah second class dgn peran utama produksi jumlah Muslim agar
menjadi mayoritas dunia dan pemuas dahaga seks pria perkasa sampai di surga
pun! Cara berpakaian wanita yang harus seperti ninja dan berbagai pembatasan
secara keras dan ketat bagi wanita untuk tampil di publik (tidak boleh
sendirian harus dikawal pria! Di Indonesia karena pengaruh agama non Islam maka
watak asli Arab berkurang).
Alasan kedua: Ajaran nabi
Muhammad (M) sangat khas (unik) Arab, tidak universal. Islamisasi dan Arabisasi
adalah satu paket yang tak terpisahkan. Islam diciptakan oleh manusia Arab
(Muhammad) demi hegemoni dan keuntungan finansial bangsa Arab. Berikut ini ciri
khas Arab dari Islam, atau sebut saja Arabisasi Islam (yang sulit diterima oleh
akal sehat manusia normal):
Arabisasi Tuhan: Allah (Tuhan Arab)
dipaksa Muhammad (M) hanya boleh berbahasa Arab, Allah dipaksa menurunkan kitab
suci kepada M (pedagang sekaligus pemimpin perang) yang buta huruf. Arabisasi
Surga: Surga dipaksa M (yang doyan wanita dan doyan sex) untuk tetap
menyediakan 72 bidadari wanita virgin demi layanan sex dan disertai budak, dan
dijanjikan penis/kontol yang sangat panjang. Arabisasi hak azasi manusia: non
Muslim dikafirkan dan dianggap second class, Islam tidak mengenal Golden Rule
(perlakukan orang lain seperti kamu memperlakukan dirimu sendiri). Arabisasi
syarat masuk surga: mati di Mekah langsung masuk surga, mati bunuh diri sambil
membunuh banyak orang lain (jihad) masuk surga. Arabisasi sistem pemerintahan negara:
negara berbentuk Kalifah yang bersifat otoriter, teokratis, dan tidak
demokratis, dengan hukum Syariah yang kuno dan ketinggalan jaman.
Alasan ketiga: Allah
disepadankan dengan Muhammad; Al Qouran mewajibkan Muslim untuk taat kepada
Allah dan Muhammad (dua person). Padahal karakter Muhammad sangat mencemaskan.
Dikisahkan bahwa Nabi Muhammad menikahi Aisyiah gadis 9 th, janda 15 th lebih
tua yang kafir Katijah, mengingini menantunya yang cantik, mengijinkan kawin
muttah (kawin jam2an), menggauli dan menikahi budak2 wanitanya, dan melakukan
perkosaan terhadap banyak wanita cantik terutama kulit putih setelah memenangkan
pertempuran dan menjadikan mereka tawanan Nabi). Manusia normal mempertanyakan
mengapa Allah SWT. secara khusus sangat memanjakan napsu Nabi Muhammad dengan
banyak menurunkan ayat2 Al Qouran yang berhubungan dengan napsu seksual Nabi,
bahkan di surga pun bidadari wanita cantik sebanyak 72 di janjikan sebagai
hadiah bagi pelaku jihad (bunuh diri sambil membunuh banyak kafir misal dengan
bom bunuh diri).
Berikut
ini video bukti pernyataan diatas:
Video
Muslimah Membuka Aib Nabi Muhammad - Dom Azarel, di https://www.youtube.com/watch?v=lITuscIS5gc
Video Wafa Sultan: Mengenal Islam dari
Sisi Wanita (teks bhs Indonesia), https://www.youtube.com/watch?v=K5UlIY8eULs
Alasan
keempat: Bisnissisasi agama Islam. Ritual haji
yang sangat mahal ongkosnya, makan waktu serta tenaga yang banyak hanya untuk
mengelilingi dan mencium batu hitam Kaabah (sunggguh pembodohan luar biasa)! Padahal
Rukun Islam tidak ada dalam Al Qouran, hanya ada di Kitab Kuning buatan manusia
(sumber Video MUHAMMAD KC MEMBONGKAR KITAB KUNING, https://www.youtube.com/watch?v=xrA6eZZWK_8
). Diberitakan banyak terjadi pelecehan seksual terhadap wanita saat ritual
haji); sertifikasi makanan halal dan haram; pembelajaran bahasa Arab beserta
budayanya (mirip TOEFL dalam bhs Inggris). Pemasukan uang trilyunan rupiah bagi
negara Arab Saudi. Bagi manusia cerdas dan bijak sana, Arabisasi dan Islamisasi
adalah pembodohan yang luar biasa terhadap jati diri manusia yang mempunyai
sifat pemalas dalam hal: membaca, belajar, bertanya, berdebat, berpikir kritis dan
malas membuka diri. Rukun Islam terSudah dibodohi, dikadalin, ditindas eeeh
masih diambil uangnya lewat ritual agama (haji)! Pembodohan yang luar biasa,
maka Muslim sering digelari Kadrun (kadal gurun, Mukidi pemuja budaya Arab).
Perlu
dimengerti bahwa cendekiawan non Islam memerangi Islam, bukan Muslim; kaum
cendekiawan non Islam boleh dikata sangat menyayangi Muslim sebagai saudara
sesama manusia namun mereka tidak ingin saudaranya (Muslim) terperangkap dalam
kegelapan lewat Islamisasi dan Arabisasi. Lihat saja jumlah imigran Muslim yang
sangat besar yang lari ke Eropa, USA, Canada dan Australia (yang Kristen),
namun jarang yang lari ke negara Arab yang kaya dan Islam (misal Arab Saudi dan
UEA). Dunia harus dibebaskan dari Islam, maka Muslim juga wajib dibebaskan dari
Islam. Harus dibedakan antara Islam dan Muslim. Memang sebagian besar Muslim
adalah baik, namun Islam dianggap membahayakan akal sehat dan ketentraman
dunia, serta tidak cocok dengan budaya modern yang didasari demokrasi,
kebebasan berpendapat dan golden rule (adil pada sesama). Ajaran Islam banyak
mengandung kekerasan, kekejaman, bias gender, ketidak adilan, sex, bersifat
theokratis yang fasis dan anti kemajuan (materinya kuno). Muslim yang baik
adalah yang tidak menjalankan perintah nabi Muhammad dan tidak mencontoh
tingkah laku nabi Muhammad, jadi sebenarnya sudah tidak percaya kepada Islam
lagi, karena sudah menolak ajaran kekerasan dan kekejaman Muhammad!
Sebagai penutup,
penulis berharap agar para wanita Indonesia mendiskusikan artikel ini untuk
membuktikan kebenarannya, jangan mudah percaya, biasakan berpikir kritis dan
berakal sehat.
Rahayu.
Drg.
Ny. Srikandi W. Cucu korban pembantaian PKI 1965 oleh organisasi Islam (harap
baca majalah Tempo edisi khusus tentang Tragedi 1965), Pembantaian paling kejam
sedunia: anak cucu cicit yang tidak tahu menahu dibunuh secara kejam melalui
pembunuhan karakter. Anggota Forum Diskusi Kejawen di Lereng Merbabu, Magelang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar