Senin, 08 Maret 2021

ISLAM AGAMA ASLI ARAB HANYA SESUAI UNTUK PRIA PERKASA TAPI TIDAK COCOK UNTUK WANITA INDONESIA YANG LEMAH LEMBUT

Untuk menanggapi para wanita pemuja nabi Muhammad, maka berikut ini alasan yang lebih detil mengapa agama asli Arab (Islam) hanya sesuai untuk pria perkasa tapi tidak cocok untuk wanita indonesia yang lemah lembut. Sumber pustaka tulisan ini adalah berbagai artikel kritis cerdas bijak ada di blog: CERDAS BIJAKSANA BERKAT INTERNET, di https://bijaksana555.blogspot.com/  , silahkan klik dan baca sendiri agar dapat banyak manfaat berupa pencerahan.

Alasan pertama: Hak Pria Perkasa lebih dari wanita.

Hak-hak pria perkasa yang istimewa dalam perkawinan Islam: poligami, pedophili, kawin mutah (kontrak harian), kawin dgn wanita beragama lain, hak disorga untuk mendadapatkan 72 wanita perawan, hak untuk mempunyai penis (kelamin pria) yang panjang sekali, suami boleh melakukan kekerasan terhadap wanita, suami boleh menceraikan istrinya, hak-hak istimewa yang diberikan kepada nabi Muhammad dalam hal urusan seks oleh Allah, hak dalam warisan, hak dalam pengadilan, hak untuk memaksa hubungan seks (mirip perkosaan) terhadap istri, dst.

Hak-hak wanita yang lemah dalam perkawinan Islam (kontradiksi dengan hak pria perkasa diatas): nikah, warisan, pengadilan, berpakaian, surga, perceraian, dst. Akibat Arabisasi derajat wanita: wanita adalah second class dgn peran utama produksi jumlah Muslim agar menjadi mayoritas dunia dan pemuas dahaga seks pria perkasa sampai di surga pun! Cara berpakaian wanita yang harus seperti ninja dan berbagai pembatasan secara keras dan ketat bagi wanita untuk tampil di publik (tidak boleh sendirian harus dikawal pria! Di Indonesia karena pengaruh agama non Islam maka watak asli Arab berkurang).

Alasan kedua: Ajaran nabi Muhammad (M) sangat khas (unik) Arab, tidak universal. Islamisasi dan Arabisasi adalah satu paket yang tak terpisahkan. Islam diciptakan oleh manusia Arab (Muhammad) demi hegemoni dan keuntungan finansial bangsa Arab. Berikut ini ciri khas Arab dari Islam, atau sebut saja Arabisasi Islam (yang sulit diterima oleh akal sehat manusia normal):

Arabisasi Tuhan: Allah (Tuhan Arab) dipaksa Muhammad (M) hanya boleh berbahasa Arab, Allah dipaksa menurunkan kitab suci kepada M (pedagang sekaligus pemimpin perang) yang buta huruf. Arabisasi Surga: Surga dipaksa M (yang doyan wanita dan doyan sex) untuk tetap menyediakan 72 bidadari wanita virgin demi layanan sex dan disertai budak, dan dijanjikan penis/kontol yang sangat panjang. Arabisasi hak azasi manusia: non Muslim dikafirkan dan dianggap second class, Islam tidak mengenal Golden Rule (perlakukan orang lain seperti kamu memperlakukan dirimu sendiri). Arabisasi syarat masuk surga: mati di Mekah langsung masuk surga, mati bunuh diri sambil membunuh banyak orang lain (jihad) masuk surga. Arabisasi sistem pemerintahan negara: negara berbentuk Kalifah yang bersifat otoriter, teokratis, dan tidak demokratis, dengan hukum Syariah yang kuno dan ketinggalan jaman.

Alasan ketiga: Allah disepadankan dengan Muhammad; Al Qouran mewajibkan Muslim untuk taat kepada Allah dan Muhammad (dua person). Padahal karakter Muhammad sangat mencemaskan. Dikisahkan bahwa Nabi Muhammad menikahi Aisyiah gadis 9 th, janda 15 th lebih tua yang kafir Katijah, mengingini menantunya yang cantik, mengijinkan kawin muttah (kawin jam2an), menggauli dan menikahi budak2 wanitanya, dan melakukan perkosaan terhadap banyak wanita cantik terutama kulit putih setelah memenangkan pertempuran dan menjadikan mereka tawanan Nabi). Manusia normal mempertanyakan mengapa Allah SWT. secara khusus sangat memanjakan napsu Nabi Muhammad dengan banyak menurunkan ayat2 Al Qouran yang berhubungan dengan napsu seksual Nabi, bahkan di surga pun bidadari wanita cantik sebanyak 72 di janjikan sebagai hadiah bagi pelaku jihad (bunuh diri sambil membunuh banyak kafir misal dengan bom bunuh diri).

 

Berikut ini video bukti pernyataan diatas:

Video Muslimah Membuka Aib Nabi Muhammad - Dom Azarel, di https://www.youtube.com/watch?v=lITuscIS5gc

Video Wafa Sultan: Mengenal Islam dari Sisi Wanita (teks bhs Indonesia), https://www.youtube.com/watch?v=K5UlIY8eULs 

Alasan keempat: Bisnissisasi agama Islam. Ritual haji yang sangat mahal ongkosnya, makan waktu serta tenaga yang banyak hanya untuk mengelilingi dan mencium batu hitam Kaabah (sunggguh pembodohan luar biasa)! Padahal Rukun Islam tidak ada dalam Al Qouran, hanya ada di Kitab Kuning buatan manusia (sumber Video MUHAMMAD KC MEMBONGKAR KITAB KUNING, https://www.youtube.com/watch?v=xrA6eZZWK_8 ). Diberitakan banyak terjadi pelecehan seksual terhadap wanita saat ritual haji); sertifikasi makanan halal dan haram; pembelajaran bahasa Arab beserta budayanya (mirip TOEFL dalam bhs Inggris). Pemasukan uang trilyunan rupiah bagi negara Arab Saudi. Bagi manusia cerdas dan bijak sana, Arabisasi dan Islamisasi adalah pembodohan yang luar biasa terhadap jati diri manusia yang mempunyai sifat pemalas dalam hal: membaca, belajar, bertanya, berdebat, berpikir kritis dan malas membuka diri. Rukun Islam terSudah dibodohi, dikadalin, ditindas eeeh masih diambil uangnya lewat ritual agama (haji)! Pembodohan yang luar biasa, maka Muslim sering digelari Kadrun (kadal gurun, Mukidi pemuja budaya Arab).

 

Perlu dimengerti bahwa cendekiawan non Islam memerangi Islam, bukan Muslim; kaum cendekiawan non Islam boleh dikata sangat menyayangi Muslim sebagai saudara sesama manusia namun mereka tidak ingin saudaranya (Muslim) terperangkap dalam kegelapan lewat Islamisasi dan Arabisasi. Lihat saja jumlah imigran Muslim yang sangat besar yang lari ke Eropa, USA, Canada dan Australia (yang Kristen), namun jarang yang lari ke negara Arab yang kaya dan Islam (misal Arab Saudi dan UEA). Dunia harus dibebaskan dari Islam, maka Muslim juga wajib dibebaskan dari Islam. Harus dibedakan antara Islam dan Muslim. Memang sebagian besar Muslim adalah baik, namun Islam dianggap membahayakan akal sehat dan ketentraman dunia, serta tidak cocok dengan budaya modern yang didasari demokrasi, kebebasan berpendapat dan golden rule (adil pada sesama). Ajaran Islam banyak mengandung kekerasan, kekejaman, bias gender, ketidak adilan, sex, bersifat theokratis yang fasis dan anti kemajuan (materinya kuno). Muslim yang baik adalah yang tidak menjalankan perintah nabi Muhammad dan tidak mencontoh tingkah laku nabi Muhammad, jadi sebenarnya sudah tidak percaya kepada Islam lagi, karena sudah menolak ajaran kekerasan dan kekejaman Muhammad!

Sebagai penutup, penulis berharap agar para wanita Indonesia mendiskusikan artikel ini untuk membuktikan kebenarannya, jangan mudah percaya, biasakan berpikir kritis dan berakal sehat.

Rahayu.

Drg. Ny. Srikandi W. Cucu korban pembantaian PKI 1965 oleh organisasi Islam (harap baca majalah Tempo edisi khusus tentang Tragedi 1965), Pembantaian paling kejam sedunia: anak cucu cicit yang tidak tahu menahu dibunuh secara kejam melalui pembunuhan karakter. Anggota Forum Diskusi Kejawen di Lereng Merbabu, Magelang.

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar