Ali Imron, terpidana seumur hidup, kasus bom Bali mengatakan bahwa hanya butuh waktu 2 jam bagi dirinya untuk membuat seseorang terpapar paham radikalisme dan melakukan aksi bunuh diri. Dia menjelaskan cara “menggendam” calon pelaku Jihad dengan cukup menjelaskan 3 hal pokok saja kepada calon yang sudah pernah di brain wash di sekolah, yaitu:
-
Syariat
Jihad atau perintah Alloh untuk Jihad dalam bentuk perang
-
Keutamaan2
Jihad
-
Hasil
Jihad yaitu mati sahid (surga)
Ikuti sendiri wawancara
Rosianna Silalahi dengan Ali Imron, dan temukan fakta bagaimana mudahnya
seseorang menjadi teroris di https://www.youtube.com/watch?v=r-lfs32AkpE .
Kemudian seorang ustadz
yang sangat ternama, yang pernah jadi konseptor pendidikan dan pelatihan
mujahidin di Indonesia juga berbicara terus terang tentang penyebab aksi bunuh
diri sekaligus membunuh banyak orang (jihad), yaitu adanya ayat2 dalam Al
Qouran (yang sebaiknya dipangkas) yang secara eksplisit memerintahkan jihad
melawan kafir; silahkan saksikan sendiri di YouTube diskusi “Kenapa Umat
Kristen yang banyak menjadi Sasarannya Teroris?” di https://www.youtube.com/watch?v=sLxMTEI4vVU. Video ini melengkapi penjelasan Ali
Imron tentang mudahnya perekrutan mujahidin. Kemudian seorang teman yang sedang
studi di Jerman menyarankan untuk menonton ulasan TV Jerman (DW TV) tentang
“Kebhinekaan dalam ancaman” di https://www.youtube.com/watch?v=pD58Dj648gM (sudah diberi Subtitel dalam bhs
Indonesia) untuk lebih mengetahui bahaya laten radikal Islam di Indonesia.
Teman calon doktor filsafat ini juga menuntun saya untuk menonton video peran
Arab Saudi dan Iran dalam politisasi Islam di dunia agar memahami dengan jelas
kasus mudahnya pelarian Basyir dan Rizieq ke Arab Saudi, dan sebuah video lagi yang
dibuat lewat penyamaran (kamuflase) di London yang menguak proses Radikalisme generasi
muda disana, sayang video ini masih dalam bahasa Inggris padahal sangat bagus
dan mendidik, karena dalam bentuk perdebatan internasional,video itu adalah:
-
Video
Saudi Arabia membiayai radikal di seluruh dunia, https://www.youtube.com/watch?v=qi0T0owgW3M
-
Video
Gerakan Radical Muslim di London Undercover Mosque (MUST WATCH) in English, di https://www.youtube.com/watch?v=-59IQL7bKnQ
Tidak berhenti disitu, calon
doktor ini menyarankan untuk mengikuti chanel YouTube dari Paul Zhang demi lebih
mengetahui penyebaran Islam di Nusantara dari sejarah yang dipandang jujur
(tidak diplintir), salah satu contoh video yang disarankan adalah diskusi
tentang sejarah Perang Padri (Imam Bonjol) yang berjudul “Genosida Batak Demi
Syariat Islam“ di https://www.youtube.com/watch?v=ouU5J-ghVJg . Dalam video ini, banyak pakar sejarah
asli Batak yang berkumpul dan mendiskusikan makna sebenarnya Perang Padri itu. Youtube
memang luar biasa, tempat ilmu pengetahuan yang boleh dikata tidak terbatas
dengan berbagai video pencerahan sehingga orang dengan mudah dapat belajar dan
memahami penyebab berbagai kekacauan di Indonesia akibat tingkah polah radikal Islam,
misalnya: Daud Bereuh, Kahar Muzakar, DI, TII, NII, G30S (pembantaian jutaan
manusia tak bersalah), Tragedi Mei 1998 (pelecehan dan anti Tionghoa), HTI,
FPI, ISIS, Piagam Jakarta, Bom Borobudur, Tragedi Poso, Tragedi Ambon, Tragedi
Sigi, Perusakan tempat ibadah di banyak tempat, berbagai tragedi bom di
gereja2, rangkaian teroris seperti Nurdin Top – Ashari - Bom Bali, Basyir, FPI,
Riziq, dst. Dari pencerahan di Youtube, nampak bahwa peranan buku kitab suci agama
sangat menonjol dalam pembentukan kaum radikal, ini sangat memprihatinkan;
sesuatu yang dianggap sumber kedamaian ternyata justru dapat menjadi faktor
pemecah belah, pertengkaran bahkan pertempuran! Melihat sisi peran negatip kitab
suci agama seperti diatas (tentu saja sisi positipnya juga ada), timbul
pertanyaan yang menggelitik seperti berikut ini:
-
Apakah
agama memang benar ciptaan Tuhan? Bila ya, mengapa hal diatas dapat terjadi?
-
Apakah
Tuhan beragama? Lalu agamaNya apa? Siapa penulis kitab suci agama ini?
Pertanyaan filosofis itu
kami bawa di Forum Diskusi antar para penganut aliran kepercayaan yang bertemu
setiap malam Jumat Legi, untuk jawaban sementara adalah:
-
Bila
Tuhan itu Maha Adil, milik semua manusia dan milik dunia, maka tidak mungkin
kalau Tuhan beragama tertentu apalagi menciptakan agama tertentu dan berpihak
pada agama tertentu pula. Tuhan diyakini memberi kebebasan pada manusia.
-
Agama
adalah ciptaan manusia yang seringkali justru menjadi penjara yang sangat
sempit bagi manusia dan bagi Tuhan; ibarat Tuhan Yang Maha Besar dipenjarakan
dalam sebuah buku setebal kurang dari 3000 halaman! Fakta sejarah mengatakan
begitu banyak pertikaian, perselisihan, perpecahan bahkan pertempuran akibat
perbedaan agama.
-
Kisah
menarik tentang Tuhan yang tidak menyukai agama adalah kisah Yesus dalam kitab
suci orang Kristen (Injil). Diceritakan bagaimana Yesus (yang dianggap jelmaan
Tuhan) ingin merobohkan dan mereformasi agama Yahudi agar menjadi ajaran yang
mendunia, yang universal dan tidak terbatas pada bangsa Yahudi dan sekaligus
menyempurnakan ajaran2 dogmatis yang kaku beku yang justru menjadi penjara
sempit bagi Tuhan dan manusia saat itu. Namun ulama Yahudi , yang merasa sangat
diuntungkan oleh agama yang mendatangkan kekuasaan dan harta, menentang upaya
Yesus; bahkan melalui politisasi agama, para ulama Yahudi dapat menyalibkan
Yesus. Dalam Injil dijelaskan bahwa Yesus tidak mencipta agama, melainkan
menetapkan hukum dasar bagi etika, moral dan kemanusiaan yang universal,
misalnya: Cinta, Kasih, Pengampunan, dan Golden Rule. Para murid2nya lah yang
mendirikan agama, misalnya: Katholik, Ortodox, Protestan, Anglikan, Baptis, dan
masih banyak lagi. Bagi orang Kristen, Yesus adalah jelmaan Tuhan yang datang
ke dunia agar manusia dapat melihat dan menikmati Tuhan (manusia tidak mungin
melihat Matahari dari jarak dekat, akan jadi debu seketika itu, apalagi melihat
Tuhan sang pencipta Matahari), serta mengajak manusia untuk kembali kepangkuan
Tuhan dan kembali ke surga setelah mati. Sebagai ilustrasi lebih lanjut, manusia
di negara maju & modern semakin cenderung memilih tidak beragama walau ber
Tuhan. Sebagain besar masyarakat Eropa, Canada, USA, Australia dan New Zealand
mengimani Yesus walau tanpa beragama. Kebebasan untuk beragama, tidak beragama,
berkepercayaan, agnostik bahkan atheist juga dihormati dan diperbolehkan.
-
Pernyataan
yang masih sulit diterima akal sehat adalah pernyataan: Tuhan menciptakan agama
Islam, dan Islam adalah agama terakhir ciptaan Allah SWT yang paling sempurna
demikian pula nabi Muhammad sebagai manusia sempurna yang harus dipatuhi dan
diteladani umat manusia (Semoga ada yang bersedia membuat jawaban).
-
Disamping
itu, masyarakat negara maju dan modern juga menganggap bahwa agama memungkinkan
menjadi penyebab kemiskinan, korupsi dan kekerasan di banyak negara berkembang,
sebagai contoh simak video berikut ini (sayang berbahasa Inggris):
-
Religion,
poverty and corruption — What's the connection? di https://www.youtube.com/watch?v=WxffuOu2diQ
-
How
Religion Creates Poverty, di https://www.youtube.com/watch?v=O54R7DU2I4A
Sebagai gambaran sedikit suram adalah negara2
timur tengah yang Islam dan negara2 Amerika Latin yang Katholik. Negara
Argentina, asal Paus yang sekarang, dirundung malang dengan berbagai kekerasan
(tuntutan korban penculikan seperti di Indonesia masih bergema), korupsi dan
kemiskinan.
Tulisan ini merupakan
hasil diskusi yang semula ditujukan untuk menyadarkan betapa bahayanya Radikal Agama
terutama Radikal Islam. Radikal Islam senantiasa mengancam perpecahan bangsa, semenjak
jaman prabu Brawijaya sampai dengan detik ini (Nov 2020). Sebagai penutup, kami
mohon saran pencerahan dari para pembaca melalui komentar atas tulisan ini
(alangkah baiknya lewat media Zoom seperti chanel Paul Zhang yang demokratis
dan terbuka). Kami juga berharap agar tulisan ini dilanjutkan untuk
didiskusikan oleh berbagai kalangan, terutama para: akademisi di kampus, Youtuber,
podcast, agar didapat solusi yang baik bagi Indonesia mengingat bangsa
Indonesia sampai dengan detik ini (Nov 2020) masih dibikin mabok/mendem agama
oleh segelintir oknum bangsanya sendiri dan bangsa lain sehingga menjadi bangsa
yang tertinggal.
Rahayu.
Ki Hajarsapunendro. Penganut
Kejawen, aktip dalam forum diskusi budaya & spiritual.
(Penulis adalah cucu
seorang kakek yang dikambing hitamkan sebagai PKI dan dibunuh secara kejam,
kemudian cucu cicitnya yang tidak tahu menahu dan tidak bersalah/berdosa
dibunuh secara politis dan dibunuh karakternya, sungguh kebiadaban yang tiada
duanya didunia ini, semoga Tap MPRS 1966 dicabut. Bagi para korban G30S, Radikal
Islam jauh lebih berbahaya daripada bahaya Komunis. Terima kasih CokroTV yang
senantiasa berupaya membangun akal sehat bangsa).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar