Senin, 08 Maret 2021

Clash of Civilizations - Mengapa Dunia Barat Melawan Pemikiran Islam, Bagaikan Perang Barata Yudha Islam lawan Kristen

 I. Tentang Penulis

Negara Jerman penuh dengan kaum cendekiawan level dunia yang cerdas dan selalu digarda depan dalam gerakan reformasi budaya, agama, spiritual, dan filsafat (disamping Fisika dan Engineering). Sedikit contoh pemikir besar dari Jerman adalah: Karl Marx, Hegel, Sigmund Freud, Nietsche, dan Martin Luther. Reformasi agama Kristen yang diprakarsai oleh Martin Luther pada tahun 1517 juga terjadi di Jerman. Ketika studi di Jerman, forum2 diskusi di kampus2 tentang Clash of Civilization tumbuh dengan subur dan banyak peminat, ini untuk menjawab secara ilmiah kekerasan2 akibat Islam.

Di tahun 2020, usia penulis sudah lebih 50 tahun, sewaktu masih kecil, penulis pernah mengalami pendidikan Islam yang ketat di Madrasah (sampai dengan Madrasah Tsanawiyah (MTs) setara dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP)). Madrasah adalah sekolah (umum) yang kurikulumnya terdapat banyak pelajaran-pelajaran tentang keislaman. Penulis pernah tinggal lebih lima tahun di Jerman untuk studi lanjut. Efek tinggal lama di Negara modern yang bebas merdeka untuk berdebat dan mengemukan pendapat (termasuk agama) telah merubah hati dan pikiran penulis, terutama pandangan tentang agama, khususnya Islam. Pada saat ini (2020), sedang terjadi perang dunia digital antara budaya Barat lawan Islam, medan peperangan yang paling dahsyat ada di YouTube. Karya tulis ini ingin menjawab pertanyaan “Mengapa dunia Barat melawan pemikiran Islam dan apa yang terjadi di Indonesia“. Sumber pustaka yang utama adalah diskusi2 tentang Clash of Civilizations di Jerman dan di Internet.

 

II. Clash of Civilization – Barat Lawan Islam, Bukan Lawan Muslim

Sekali lagi cendekiawan Barat memerangi Islam, bukan Muslim; kaum cendekiawan Barat boleh dikata sangat menyayangi Muslim sebagai saudara sesama manusia namun mereka tidak ingin saudaranya (Muslim) terperangkap dalam kegelapan Islam. Lihat saja jumlah imigran Muslim yang sangat besar yang lari ke Eropa, USA, Canada dan Australia (yang Kristen), namun jarang yang lari ke negara Arab yang kaya dan Islam (misal Arab Saudi dan UEA). Dunia harus dibebaskan dari Islam, maka Muslim juga wajib dibebaskan dari Islam. Harus dibedakan antara Islam dan Muslim. Memang sebagian besar Muslim adalah baik, namun Islam dianggap membahayakan akal sehat dan ketentraman dunia, serta tidak cocok dengan budaya Barat yang didasari demokrasi, kebebasan berpendapat dan golden rule (adil pada sesama). Ajaran Islam banyak mengandung kekerasan, kekejaman, bias gender, ketidak adilan, sex, bersifat theokratis yang fasis dan anti kemajuan. Muslim yang baik adalah yang tidak menjalankan perintah nabi Muhammad dan tidak mencontoh tingkah laku nabi Muhammad, jadi sebenarnya sudah tidak percaya kepada Islam lagi, karena sudah menolak ajaran kekerasan dan kekejaman Muhammad! Kelompok Muslim ini mempunyai kemampuan bahasa Arab dan bahasa Inggris yang terbatas, pasif dan malas mempelajari Islam secara detil dan teliti, pasrah dan tidak perduli dengan kritik pakar Islam kelas dunia, serta menutup mata telinga dan hati akan kejadian dan fakta di seluruh dunia tentang kekerasan dan kekejaman AL QAIDA - ISIS - BOKO HARAM - TALIBAN – HISBOLLAH - JIHAD Lokal yang semuanya dilakukan atas dasar ayat2 Al Quran, kelompok keras ini yang sesungguhnya berhak mendapat julukan Muslim yang benar2 Islam, karena telah menirukan dan melakukan dengan baik ajaran dan teladan Muhammad. Menurut pendapat seorang budayan Jerman: manusia akan hidup secara baik bila memenuhi prinsip2 umum kemanusiaan; sebagai contoh negara RRC yang komunis dengan jumlah penduduk sekitar 1,5 Milyar ternyata mampu maju dengan pesat sekali walaupun tanpa pondasi agama, ini dikarenakan antara lain masyarakatnya yang menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan. Prestasi hidup jujur dan adil masyarakat RRC jauh melebihi negara2 Islam (yang rata2 amburadul).

 

III. Beberapa Hal Mendasar dalam Islam yang Merisaukan Dunia

Berikut ini gambaran beberapa hal yang sangat mendasar dalam Islam yang sangat merisaukan akal sehat dunia (tentu saja termasuk Indonesia) sehingga perlu dilawan:

A. Klaim dalam Islam bahwa Muhammad adalah nabi terakhir dan Islam adalah agama terakhir. Bila ada seorang mengaku nabi terakhir dan agama terakhir, maka hanya orang kurang cerdas dan kurang bijak yang mempecayainya, dan orang yg mengaku nabi terakhir ini perlu diteliti kesehatan jiwanya. Apakah mungkin Einstein mengaku fisikawan terakhir dengan temuan teori relativitas sebagai ilmu fisika terakhir yang paling sempurna? Mungkinkah seorang fisikawan membatasi ilmu fisika yang awal dan akhirnya tidak diketahui, demikian pula seorang nabi mau membatasi Tuhan yang Maha Besar dengan menyatakan sebagai nabi terakhir dan agama terakir, apakah mungkin? Apakah bukannya nabi atau fisikawan tersebut layak disebut "kurang waras"? Bukankah ilmu Fisika tiada awal dan akhirnya? Demikian pula ilmu Kedokteran yang tidak pernah selesai dipelajari oleh nabi2 (dokter2) kedokteran. Kalau Fisika dan Kedokteran saja bagaikan ilmu tanpa awal dan akhir, apalagi Tuhan yang Maha Besar! Jadi agama adalah penjara sempit bagi Tuhan dan manusia. Rasanya Tuhan tidak mungkin mencipta atau membuat penjara (agama) bagi DiriNya sendiri dan bagi manusia ciptaanNya! Tidak heran agama sering menjadi sumber konflik manusia, seperti orang buta lihat gajah. Memang klaim “nabi terakhir dan agama terakhir” bagaikan iklan kecap bagus untuk menarik publik yang kurang cerdas masuk Islam, karena bagikan teriakan kodektur bis di terminal yang berteriak keras: “Ini bis terakhir, tidak ada bis setelah ini, ayo lekas naik, segera bis diberangkatkan ke surga! Tidak perlu bayar, cukup ucapkan satu kalimat saja (syahadat)!”.  Setelah penumpang masuk semua, kondektur bis menutup rapat2 semua pintu sambil menegaskan: “Penumpang dilarang keluar bis, yang keluar (murtad) akan dikucilkan bahkan dikenai hukuman mati! Silahkan mempelajari aturan2 ketat yang ditempel dalam bis, tapi dilarang mempertanyakan! Penumpang yang mengkritisi aturan bis akan dikenai undang2 penodaan aturan bis (agama) dan akan dikenakan hukuman berat minimal tahunan!” Bagaikan lelucon saja, Islam membuka pintu masuk lebar2, namun menutup pintu keluar rapat2; bagaikan manusia yang mempunyai mulut besar yang rakus namun tidak punya dubur/anus! Islam tidak mengenal kebebasan untuk beragama melalui pindah agama. Sungguh lelucon yang sangat lucu, bahkan Tuhan pun barangkali ikut tertawa.

B. Banyak ditemukan salah urut, salah kutip, kontradiksi, inkonsistensi dan kesalahan dalam ayat2 Al Quran, misalnya dalam hal: 1 Tentang Penciptaan Alam Semesta, 2 Tentang Penciptaan Manusia, 3 Tentang Penciptaan Quran. Al Quran ditulis lama ratusan tahun setelah Muhammad meninggal, tidak ada saksi hidup, dan isinya penuh dengan kutipan dari kutipan dari kutipan dari kutipan….Walau sekedar mengutipun, namun masih juga banyak kesalahan, meski begitu masih berani menyalahkan sumber yang dikutip! Isi dan materi Al Quran banyak berisi ayat-ayat yang kontroversial dan kontradiktif dalam dirinya maupun satu sama lain, serta urutan materi yang jumpalitan. Sumber penulisan berasal dari hafalan para sahabat, dengan metode imlak, yang menandakan banyak nara sumber buta huruf dan miskin pengetahuan. Beberapa pakar Islam di Barat menandaskan bahwa Al Quran adalah buku yang berisi “Garbage in garbage out”; dan meragukan bahwa Muhammad benar2 bertemu malaikat bukan setan mengingat pepatah bijak: “Setan harus berwajah malaikat untuk mengelabui manusia, kalau tetap berwajah setan mana ada manusia mau menemui”, atau “Serigala berbulu domba”, demikian pula pepatah “Maling harus teriak maling untuk menyelamatkan diri”. Salman Rushdie, pengarang Inggris – mantan Muslim, mengarang buku berjudul “Ayat2 Setan”, sejak itu Pimpinan Islam Iran memberikan fatwa hukuman mati bagi Rushdie, bagi yang dapat membunuh akan mendapat hadiah besar.

 C. Islam membahayakan etika dan moral manusia, sebab Muhammad banyak memberi keteladanan sangat negatip dalam hal: kekasaran, kekerasan, kekejaman bahkan pembunuhan. Semasa hidup Muhammad telah mengikuti peperangan sebanyak 27 kali. Qur’an 7:4: Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah siksaan Kami (menimpa penduduknya) di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari. Puluhan bahkan ratusan juta umat manusia telah dibantai oleh Muhammad bersama pasukannya. Wanita dan janda tawanan perang menjadi obyek pelecehan sex oleh Muhammad bersama pasukannya. Perkawinan Muhammad (50 tahun) dengan anak kecil usia 6 tahun dan Muhammad mempunyai 4 istri serta banyak selir adalah sesuatu perilaku manusia yang tidak normal dan sangat melecehkan wanita. Tuhan Islam, Allah, memberikan hak dan perlakuan istimewa terhadap perilaku sex yang menyimpang dari Muhammad; hal ini termuat jelas di ayat2 Al Qouran.

D. Islam tidak mengenal “golden rule” (perlakuan adil) yaitu hukum untuk memperlakukan orang lain seperti memperlakukan dirinya sendiri. Dalam Islam, penganut agama selain Islam dianggap kafir dan dianggap warga kelas dua yang wajib ditaklukan, dipajaki, bahkan dibasmi. Hal ini tertulis secara tegas pada ayat2 suci Al Quran.

E. Islam dianggap anti Christ. Hanya ada satu agama di dunia yang bukan hanya menyangkal ke-Tuhan-an Kristus, tetapi juga menyangkal Bapa dan Anak. Salah satu ajaran utama Islam adalah bahwa awloh, tuhan mereka, bukan Bapa, dan dia tidak memiliki anak laki-laki. Salah satu pernyataan utama mereka tentang doktrin adalah “Awloh tidak memiliki anak.” Di Bukit Bait Suci di Israel ada Dome of the Rock. Di setiap sisi itu, utara, selatan, timur, dan barat, itu ditulis dalam bahasa Arab, “awloh tidak memiliki anak.” Mereka berkomunikasi dengan dunia Kristen bahwa Yesus bukan Tuhan, dan Allah bukan seorang Bapa. Pola pikir Islam adalah bahwa Tuhan tidak dapat berhubungan seks, dan karena itu, tidak dapat memiliki seorang anak. Jaman sekarang dokter ahli dapat menempatkan benih seorang pria pada seorang wanita dan membuat sang wanita tersebut hamil tanpa seks yang terlibat. Jika manusia bisa melakukan ini, Tuhan yang adalah Pencipta segala sesuatu pasti dapat menjadikan Maria hamil tanpa tindakan seks. Ketika Maria dapat “bersama Anak,” itu adalah peristiwa yang ajaib. Roh Kudus menguasainya. Ini menarik, mengingat fakta bahwa Islam mengajarkan doktrin bahwa awloh dapat melampaui batas-batas apa pun, tidak ada yang tidak bisa ia lakukan. Aneh, Muslim tidak benar-benar percaya pada doktrin ini karena satu hal yang tidak dapat dia—awloh – lakukan adalah memiliki seorang anak. Selain itu, Islam tidak mengakui penyaliban Yesus; bahkan ayat2 Al Qouran memerintahkan untuk meremehkan, merendahkan martabat, menundukan, memajaki bahkan menyingkirkan orang Yahudi maupun Kristen dimanapun berada. Atas dasar fakta2 ini, Islam dianggap anti Christ.

F. Islam tidak mengenal demokrasi karena hukum syariah adalah faham teokratis yang fasis. Islam menyatukan politik dan agama (bukan sekuler), dan mengidolakan Negara Kalifah. Islam tidak mengenal kebebasan beragama. Agama non Islam dan atheis tidak boleh diajarkan dan disebarkan di negara Islam, misal negara2 Timur Tengah (Arab Saudi, Iran, Yordan, dst). Di negara berbasis Islam, agama diajarkan secara brain washing dan tidak diperbolehkan dipertanyakan apalagi memperdebatkan ayat2 Al Quran. Hukum penodaan agama dipakai untuk benteng Islam. Bandingkan dengan dunia modern seperti Eropa dan Amerika dimana Islam dengan bebas merdeka diijinkan disebar luaskan, sungguh tidak adil! Semestinya negara2 Islam malu akan kebebasan yang diberikan Negara modern kepadanya. Pakar Budaya Islam dari Barat menandaskan keperkasaan Islam bukan dikarenakan oleh kehebatan agama Islam, melainkan karena kelemahan agama Kristen dalam memberikan hak dan kebebasan pada Islam serta passive dalam menanggapi agresivitas Islam!.Bukti nyata adalah membanjirnya imigran Timur Tengah yang kemudian diberikan kebebasan membeli gereja2 kosong/bangkrut dengan bantuan dana dari Negara Arab yang kaya untuk kemudian gereja tadi dirubah menjadi pusat perkembangan Islam di Eropa dan Amerika, hal sebaliknya tidak mungkin terjadi (Kristen diijinkan tumbuh dan berkembang bebas di Timur Tengah)!

G. Islam bias gender, wanita hanya warga kelas dua. Ayat2 Al Quran secara tegas menyatakan bahwa wanita dipandang: hanya sebagai alat produksi dan multiplikasi Muslim di dunia melalui poligami dan beranak banyak, sebagai alat pemuas sex pria didunia maupun di surga - adanya nikah Mutah (mirip pelacuran), janji seks dengan 70 perawan cantik di sorga bagi pelaku jihad, halal untuk menggarap pembantu wanita (TKW), wanita sebagai penggoda pria, maka jasmani harus ditutup rapat dari kepala sampai kaki, sedangkan pria tidak, hak wanita yang berbeda jauh dalam hal harta warisan dan keadilan, serta hak wanita yang masih sangat rendah dalam pendidikan, kekerasan dalam rumah tangga, pekerjaan, warisan, perkawinan, dan tampilan di publik. Hak wanita yang sangat rendah sangat kentara dan terasa sekali di negara2 Arab dan Islam.

H. Tuhan Islam memperbolehkan Muslim membohongi (taqiya) non Muslim demi kejayaan Islam.  Dengan ijin Allah seperti ini, maka tidak heran bila debat melawan pakar Muslim yang menggunakan taqiya tidak pernah menghasilkan sesuatu yang jujur, benar dan obyektip. Apalagi selalu bersembunyi pada interpresi ayat Al Qouran yang beraneka ragam.

 

Atas dasar semua fakta dan kebenaran diatas, maka Dunia Barat telah dan sedang melakukan perlawanan terhadap Islam demi timbulnya kerukunan, ketentraman, kedamaian dan kenyamanan dunia; ini disebut sebagai “Perang Peradaban Barat melawan Islam” atau Clash of Civilizations, ajang pertempuran terhebat pertama adalah di internet, khususnya di YouTube; ajang kedua adalah buku cetak dan buku pdf (soft file, banyak ada gratisan di internet).

Sejarah telah membuktikan bahwa pemikir Barat telah berhasil mengalahkan “penyelewengan gereja” dan mereformasi menjadi lembaga yang lebih baik; lalu pernah menaklukan paham komunis yang saat itu dimotori Uni Soviet; kini tiba saatnya pemikir Barat mengalahkan Islam.

 

Disamping itu, fakta didunia menyatakan bahwa hanya bangsa/suku bangsa yang kurang jalan logikanya mau menerima kebenaran Al Quran, bangsa cerdas dan maju seperti Eropa, Jepang, Cina, Korea dan Yahudi tidak dapat menerima buku karya Muhammad. Coba disimak dengan seksama beda antara negara2 Islam/Arab yang amburadul dan terbelakang dengan negara modern maju non Islam yang tertata rapi, sangat mencolok mata!

 

Rahayu.

Abimanyu

Anggota LSM Cerdas Berkat Digital

Agustus 2019

 

(Salah satu sumber pustaka untuk artikel diatas adalah: Berbagai hasil diskusi dari “Forum Diskusi Clash of Civilizations” di kota Berlin. Berlin adalah kota terbesar di Jerman yang memiliki paling banyak universitas dan institusi penelitian, dan Negara Jerman sangat terkenal akan pakar2 filsafat seperti: Einstein, Martin Luther, Karl Mark, Sigmund Freud, Nietzsche; yang antara lain melahirkan reformasi agama Kristen yang mengakibatkan abad pencerahan dunia. Sumber pustaka yang lain adalah internet, terutama video debat di YouTube beserta komentar2nya).

Kumpulan tulisan sangat bagus dan kritis dapat dinikmati di blog berjudul:

CERDAS BIJAKSANA BERKAT INTERNET, di https://bijaksana555.blogspot.com/

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar