I. Tentang Penulis
Negara Jerman penuh dengan
kaum cendekiawan level dunia yang cerdas dan selalu digarda depan dalam gerakan
reformasi budaya, agama, spiritual, dan filsafat (disamping Fisika dan
Engineering). Sedikit contoh pemikir besar dari Jerman adalah: Karl Marx,
Hegel, Sigmund Freud, Nietsche, dan Martin Luther. Reformasi agama Kristen yang
diprakarsai oleh Martin Luther pada tahun 1517 juga terjadi di Jerman. Ketika
studi di Jerman, forum2 diskusi di kampus2 tentang Clash of Civilization tumbuh
dengan subur dan banyak peminat, ini untuk menjawab secara ilmiah kekerasan2
akibat Islam.
Di tahun 2020, usia penulis
sudah lebih 50 tahun, sewaktu masih kecil, penulis pernah mengalami pendidikan
Islam yang ketat di Madrasah (sampai dengan Madrasah Tsanawiyah (MTs) setara
dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP)). Madrasah adalah sekolah (umum) yang
kurikulumnya terdapat banyak pelajaran-pelajaran tentang keislaman. Penulis
pernah tinggal lebih lima tahun di Jerman untuk studi lanjut. Efek tinggal lama
di Negara modern yang bebas merdeka untuk berdebat dan mengemukan pendapat (termasuk
agama) telah merubah hati dan pikiran penulis, terutama pandangan tentang
agama, khususnya Islam. Pada saat ini (2020), sedang terjadi perang dunia
digital antara budaya Barat lawan Islam, medan peperangan yang paling dahsyat
ada di YouTube. Karya tulis ini ingin menjawab pertanyaan “Mengapa dunia Barat
melawan pemikiran Islam dan apa yang terjadi di Indonesia“. Sumber pustaka yang
utama adalah diskusi2 tentang Clash of Civilizations di Jerman dan di Internet.
II.
Clash of Civilization – Barat Lawan Islam, Bukan Lawan Muslim
Sekali lagi cendekiawan
Barat memerangi Islam, bukan Muslim; kaum cendekiawan Barat boleh dikata sangat
menyayangi Muslim sebagai saudara sesama manusia namun mereka tidak ingin
saudaranya (Muslim) terperangkap dalam kegelapan Islam. Lihat saja jumlah
imigran Muslim yang sangat besar yang lari ke Eropa, USA, Canada dan Australia
(yang Kristen), namun jarang yang lari ke negara Arab yang kaya dan Islam
(misal Arab Saudi dan UEA). Dunia harus dibebaskan dari Islam, maka Muslim juga
wajib dibebaskan dari Islam. Harus dibedakan antara Islam dan Muslim. Memang
sebagian besar Muslim adalah baik, namun Islam dianggap membahayakan akal sehat
dan ketentraman dunia, serta tidak cocok dengan budaya Barat yang didasari demokrasi,
kebebasan berpendapat dan golden rule (adil pada sesama). Ajaran Islam banyak
mengandung kekerasan, kekejaman, bias gender, ketidak adilan, sex, bersifat
theokratis yang fasis dan anti kemajuan. Muslim yang baik adalah yang tidak
menjalankan perintah nabi Muhammad dan tidak mencontoh tingkah laku nabi
Muhammad, jadi sebenarnya sudah tidak percaya kepada Islam lagi, karena sudah
menolak ajaran kekerasan dan kekejaman Muhammad! Kelompok Muslim ini mempunyai
kemampuan bahasa Arab dan bahasa Inggris yang terbatas, pasif dan malas
mempelajari Islam secara detil dan teliti, pasrah dan tidak perduli dengan
kritik pakar Islam kelas dunia, serta menutup mata telinga dan hati akan kejadian
dan fakta di seluruh dunia tentang kekerasan dan kekejaman AL QAIDA - ISIS -
BOKO HARAM - TALIBAN – HISBOLLAH - JIHAD Lokal yang semuanya dilakukan atas
dasar ayat2 Al Quran, kelompok keras ini yang sesungguhnya berhak mendapat
julukan Muslim yang benar2 Islam, karena telah menirukan dan melakukan dengan
baik ajaran dan teladan Muhammad. Menurut pendapat seorang budayan Jerman: manusia
akan hidup secara baik bila memenuhi prinsip2 umum kemanusiaan; sebagai contoh
negara RRC yang komunis dengan jumlah penduduk sekitar 1,5 Milyar ternyata
mampu maju dengan pesat sekali walaupun tanpa pondasi agama, ini dikarenakan
antara lain masyarakatnya yang menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan.
Prestasi hidup jujur dan adil masyarakat RRC jauh melebihi negara2 Islam (yang
rata2 amburadul).
III.
Beberapa Hal Mendasar dalam Islam yang Merisaukan Dunia
Berikut ini gambaran
beberapa hal yang sangat mendasar dalam Islam yang sangat merisaukan akal sehat
dunia (tentu saja termasuk Indonesia) sehingga perlu dilawan:
A. Klaim dalam Islam bahwa
Muhammad adalah nabi terakhir dan Islam adalah agama terakhir. Bila ada seorang
mengaku nabi terakhir dan agama terakhir, maka hanya orang kurang cerdas dan
kurang bijak yang mempecayainya, dan orang yg mengaku nabi terakhir ini perlu
diteliti kesehatan jiwanya. Apakah mungkin Einstein mengaku fisikawan terakhir
dengan temuan teori relativitas sebagai ilmu fisika terakhir yang paling
sempurna? Mungkinkah seorang fisikawan membatasi ilmu fisika yang awal dan
akhirnya tidak diketahui, demikian pula seorang nabi mau membatasi Tuhan yang
Maha Besar dengan menyatakan sebagai nabi terakhir dan agama terakir, apakah
mungkin? Apakah bukannya nabi atau fisikawan tersebut layak disebut
"kurang waras"? Bukankah ilmu Fisika tiada awal dan akhirnya?
Demikian pula ilmu Kedokteran yang tidak pernah selesai dipelajari oleh nabi2
(dokter2) kedokteran. Kalau Fisika dan Kedokteran saja bagaikan ilmu tanpa awal
dan akhir, apalagi Tuhan yang Maha Besar! Jadi agama adalah penjara sempit bagi
Tuhan dan manusia. Rasanya Tuhan tidak mungkin mencipta atau membuat penjara
(agama) bagi DiriNya sendiri dan bagi manusia ciptaanNya! Tidak heran agama
sering menjadi sumber konflik manusia, seperti orang buta lihat gajah. Memang
klaim “nabi terakhir dan agama terakhir” bagaikan iklan kecap bagus untuk
menarik publik yang kurang cerdas masuk Islam, karena bagikan teriakan kodektur
bis di terminal yang berteriak keras: “Ini bis terakhir, tidak ada bis setelah
ini, ayo lekas naik, segera bis diberangkatkan ke surga! Tidak perlu bayar,
cukup ucapkan satu kalimat saja (syahadat)!”.
Setelah penumpang masuk semua, kondektur bis menutup rapat2 semua pintu
sambil menegaskan: “Penumpang dilarang keluar bis, yang keluar (murtad) akan
dikucilkan bahkan dikenai hukuman mati! Silahkan mempelajari aturan2 ketat yang
ditempel dalam bis, tapi dilarang mempertanyakan! Penumpang yang mengkritisi
aturan bis akan dikenai undang2 penodaan aturan bis (agama) dan akan dikenakan
hukuman berat minimal tahunan!” Bagaikan lelucon saja, Islam membuka pintu
masuk lebar2, namun menutup pintu keluar rapat2; bagaikan manusia yang
mempunyai mulut besar yang rakus namun tidak punya dubur/anus! Islam tidak
mengenal kebebasan untuk beragama melalui pindah agama. Sungguh lelucon yang
sangat lucu, bahkan Tuhan pun barangkali ikut tertawa.
B. Banyak ditemukan salah
urut, salah kutip, kontradiksi, inkonsistensi dan kesalahan dalam ayat2 Al
Quran, misalnya dalam hal: 1 Tentang Penciptaan Alam Semesta, 2 Tentang
Penciptaan Manusia, 3 Tentang Penciptaan Quran. Al Quran ditulis lama ratusan
tahun setelah Muhammad meninggal, tidak ada saksi hidup, dan isinya penuh
dengan kutipan dari kutipan dari kutipan dari kutipan….Walau sekedar
mengutipun, namun masih juga banyak kesalahan, meski begitu masih berani
menyalahkan sumber yang dikutip! Isi dan materi Al Quran banyak berisi
ayat-ayat yang kontroversial dan kontradiktif dalam dirinya maupun satu sama
lain, serta urutan materi yang jumpalitan. Sumber penulisan berasal dari
hafalan para sahabat, dengan metode imlak, yang menandakan banyak nara sumber
buta huruf dan miskin pengetahuan. Beberapa pakar Islam di Barat menandaskan
bahwa Al Quran adalah buku yang berisi “Garbage in garbage out”; dan meragukan
bahwa Muhammad benar2 bertemu malaikat bukan setan mengingat pepatah bijak:
“Setan harus berwajah malaikat untuk mengelabui manusia, kalau tetap berwajah
setan mana ada manusia mau menemui”, atau “Serigala berbulu domba”, demikian
pula pepatah “Maling harus teriak maling untuk menyelamatkan diri”. Salman
Rushdie, pengarang Inggris – mantan Muslim, mengarang buku berjudul “Ayat2
Setan”, sejak itu Pimpinan Islam Iran memberikan fatwa hukuman mati bagi
Rushdie, bagi yang dapat membunuh akan mendapat hadiah besar.
C. Islam membahayakan etika dan moral manusia,
sebab Muhammad banyak memberi keteladanan sangat negatip dalam hal: kekasaran,
kekerasan, kekejaman bahkan pembunuhan. Semasa hidup Muhammad telah mengikuti
peperangan sebanyak 27 kali. Qur’an 7:4: Betapa banyaknya negeri yang telah
Kami binasakan, maka datanglah siksaan Kami (menimpa penduduknya) di waktu
mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari.
Puluhan bahkan ratusan juta umat manusia telah dibantai oleh Muhammad bersama
pasukannya. Wanita dan janda tawanan perang menjadi obyek pelecehan sex oleh
Muhammad bersama pasukannya. Perkawinan Muhammad (50 tahun) dengan anak kecil
usia 6 tahun dan Muhammad mempunyai 4 istri serta banyak selir adalah sesuatu
perilaku manusia yang tidak normal dan sangat melecehkan wanita. Tuhan Islam,
Allah, memberikan hak dan perlakuan istimewa terhadap perilaku sex yang
menyimpang dari Muhammad; hal ini termuat jelas di ayat2 Al Qouran.
D. Islam tidak mengenal
“golden rule” (perlakuan adil) yaitu hukum untuk memperlakukan orang lain
seperti memperlakukan dirinya sendiri. Dalam Islam, penganut agama selain Islam
dianggap kafir dan dianggap warga kelas dua yang wajib ditaklukan, dipajaki,
bahkan dibasmi. Hal ini tertulis secara tegas pada ayat2 suci Al Quran.
E. Islam dianggap anti
Christ. Hanya ada satu agama di dunia yang bukan hanya menyangkal ke-Tuhan-an
Kristus, tetapi juga menyangkal Bapa dan Anak. Salah satu ajaran utama Islam
adalah bahwa awloh, tuhan mereka, bukan Bapa, dan dia tidak memiliki anak
laki-laki. Salah satu pernyataan utama mereka tentang doktrin adalah “Awloh
tidak memiliki anak.” Di Bukit Bait Suci di Israel ada Dome of the Rock. Di
setiap sisi itu, utara, selatan, timur, dan barat, itu ditulis dalam bahasa
Arab, “awloh tidak memiliki anak.” Mereka berkomunikasi dengan dunia Kristen
bahwa Yesus bukan Tuhan, dan Allah bukan seorang Bapa. Pola pikir Islam adalah bahwa
Tuhan tidak dapat berhubungan seks, dan karena itu, tidak dapat memiliki
seorang anak. Jaman sekarang dokter ahli dapat menempatkan benih seorang pria
pada seorang wanita dan membuat sang wanita tersebut hamil tanpa seks yang
terlibat. Jika manusia bisa melakukan ini, Tuhan yang adalah Pencipta segala
sesuatu pasti dapat menjadikan Maria hamil tanpa tindakan seks. Ketika Maria
dapat “bersama Anak,” itu adalah peristiwa yang ajaib. Roh Kudus menguasainya.
Ini menarik, mengingat fakta bahwa Islam mengajarkan doktrin bahwa awloh dapat
melampaui batas-batas apa pun, tidak ada yang tidak bisa ia lakukan. Aneh,
Muslim tidak benar-benar percaya pada doktrin ini karena satu hal yang tidak
dapat dia—awloh – lakukan adalah memiliki seorang anak. Selain itu, Islam tidak
mengakui penyaliban Yesus; bahkan ayat2 Al Qouran memerintahkan untuk meremehkan,
merendahkan martabat, menundukan, memajaki bahkan menyingkirkan orang Yahudi
maupun Kristen dimanapun berada. Atas dasar fakta2 ini, Islam dianggap anti Christ.
F. Islam tidak mengenal
demokrasi karena hukum syariah adalah faham teokratis yang fasis. Islam
menyatukan politik dan agama (bukan sekuler), dan mengidolakan Negara Kalifah.
Islam tidak mengenal kebebasan beragama. Agama non Islam dan atheis tidak boleh
diajarkan dan disebarkan di negara Islam, misal negara2 Timur Tengah (Arab
Saudi, Iran, Yordan, dst). Di negara berbasis Islam, agama diajarkan secara
brain washing dan tidak diperbolehkan dipertanyakan apalagi memperdebatkan
ayat2 Al Quran. Hukum penodaan agama dipakai untuk benteng Islam. Bandingkan
dengan dunia modern seperti Eropa dan Amerika dimana Islam dengan bebas merdeka
diijinkan disebar luaskan, sungguh tidak adil! Semestinya negara2 Islam malu
akan kebebasan yang diberikan Negara modern kepadanya. Pakar Budaya Islam dari
Barat menandaskan keperkasaan Islam bukan dikarenakan oleh kehebatan agama
Islam, melainkan karena kelemahan agama Kristen dalam memberikan hak dan
kebebasan pada Islam serta passive dalam menanggapi agresivitas Islam!.Bukti
nyata adalah membanjirnya imigran Timur Tengah yang kemudian diberikan
kebebasan membeli gereja2 kosong/bangkrut dengan bantuan dana dari Negara Arab
yang kaya untuk kemudian gereja tadi dirubah menjadi pusat perkembangan Islam
di Eropa dan Amerika, hal sebaliknya tidak mungkin terjadi (Kristen diijinkan
tumbuh dan berkembang bebas di Timur Tengah)!
G. Islam bias gender, wanita
hanya warga kelas dua. Ayat2 Al Quran secara tegas menyatakan bahwa wanita
dipandang: hanya sebagai alat produksi dan multiplikasi Muslim di dunia melalui
poligami dan beranak banyak, sebagai alat pemuas sex pria didunia maupun di
surga - adanya nikah Mutah (mirip pelacuran), janji seks dengan 70 perawan
cantik di sorga bagi pelaku jihad, halal untuk menggarap pembantu wanita (TKW),
wanita sebagai penggoda pria, maka jasmani harus ditutup rapat dari kepala
sampai kaki, sedangkan pria tidak, hak wanita yang berbeda jauh dalam hal harta
warisan dan keadilan, serta hak wanita yang masih sangat rendah dalam
pendidikan, kekerasan dalam rumah tangga, pekerjaan, warisan, perkawinan, dan
tampilan di publik. Hak wanita yang sangat rendah sangat kentara dan terasa
sekali di negara2 Arab dan Islam.
H. Tuhan Islam
memperbolehkan Muslim membohongi (taqiya) non Muslim demi kejayaan Islam. Dengan ijin Allah seperti ini, maka tidak
heran bila debat melawan pakar Muslim yang menggunakan taqiya tidak pernah
menghasilkan sesuatu yang jujur, benar dan obyektip. Apalagi selalu bersembunyi
pada interpresi ayat Al Qouran yang beraneka ragam.
Atas dasar semua fakta dan
kebenaran diatas, maka Dunia Barat telah dan sedang melakukan perlawanan
terhadap Islam demi timbulnya kerukunan, ketentraman, kedamaian dan kenyamanan
dunia; ini disebut sebagai “Perang Peradaban Barat melawan Islam” atau Clash of
Civilizations, ajang pertempuran terhebat pertama adalah di internet, khususnya
di YouTube; ajang kedua adalah buku cetak dan buku pdf (soft file, banyak ada
gratisan di internet).
Sejarah telah membuktikan
bahwa pemikir Barat telah berhasil mengalahkan “penyelewengan gereja” dan
mereformasi menjadi lembaga yang lebih baik; lalu pernah menaklukan paham
komunis yang saat itu dimotori Uni Soviet; kini tiba saatnya pemikir Barat mengalahkan
Islam.
Disamping itu, fakta didunia
menyatakan bahwa hanya bangsa/suku bangsa yang kurang jalan logikanya mau
menerima kebenaran Al Quran, bangsa cerdas dan maju seperti Eropa, Jepang,
Cina, Korea dan Yahudi tidak dapat menerima buku karya Muhammad. Coba disimak dengan
seksama beda antara negara2 Islam/Arab yang amburadul dan terbelakang dengan
negara modern maju non Islam yang tertata rapi, sangat mencolok mata!
Rahayu.
Abimanyu
Anggota LSM Cerdas Berkat
Digital
Agustus 2019
(Salah satu sumber pustaka
untuk artikel diatas adalah: Berbagai hasil diskusi dari “Forum Diskusi Clash
of Civilizations” di kota Berlin. Berlin adalah kota terbesar di Jerman yang
memiliki paling banyak universitas dan institusi penelitian, dan Negara Jerman
sangat terkenal akan pakar2 filsafat seperti: Einstein, Martin Luther, Karl
Mark, Sigmund Freud, Nietzsche; yang antara lain melahirkan reformasi agama
Kristen yang mengakibatkan abad pencerahan dunia. Sumber pustaka yang lain
adalah internet, terutama video debat di YouTube beserta komentar2nya).
Kumpulan tulisan sangat
bagus dan kritis dapat dinikmati di blog berjudul:
CERDAS BIJAKSANA
BERKAT INTERNET, di https://bijaksana555.blogspot.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar