Prestasi suatu bangsa sangat tergantung karakter dan akal sehat bangsa itu sendiri. Mayoritas bangsa Indonesia adalah Muslim. Harap dibedakan antara Muslim yang baik dan Islam. Muslim yang baik adalah manusia yang melakukan norma2 umum kemanusian, dan tidak melaksanakan ajaran Muhammad yang bersifat keras, kejam, dan tidak adil bagi sesamanya. Muslim yang baik adalah manusia yang tidak mengenal Islam secara benar dan baik, mereka hanya mengenal Islam sebatas “kulitnya” saja, pada umumnya dikarenakan keterbatasan penguasaan bahasa Arab, kurang critical thinking, dan kemalasan belajar/membaca. Uraian bunga rampai filosofi dasar Islam menurut pakar Islam modern kaliber dunia berikut ini sangat baik untuk membuka akal sehat kaum Muslim yang baik. Menurut cendekiawan modern, terutama yang ada di dunia Barat, yang saat ini (2020) dengan gigih dan konsisten melakukan perlawanan dan penolakan terhadap Islam, menyatakan bahwa karakteristik dasar Islam yang bertentangan dengan akal sehat dan merugikan dunia adalah sbb:
·
Cendekiawan
modern hidup berdasar pada Critical Thinking (berpikir kritis) yang menjadi
motor kemajuan science, sedangkan Islam berdasar pada penyerahan total terhadap
Muhammad – Al Qouran dilarang dipertanyakan dan diperdebatkan (ini menjadi
penghalang utama kemajuan – sebab Islam menjadi statis beku). Sistim berpikir
berbasis Islam yang statis beku sangat tidak sesuai dengan peradaban manusia
modern!
·
Islam
tidak mengenal “golden rule” (perlakuan adil) yaitu hukum untuk memperlakukan
orang lain seperti memperlakukan dirinya sendiri. Dalam Islam, penganut agama
selain Islam dianggap kafir dan dianggap warga kelas dua yang wajib ditaklukan,
dibohongi (taqiya), dipajaki, bahkan dibasmi. Hal ini tertulis secara tegas
pada ayat2 suci Al Quran. Perlakuan tidak adil dan tidak manusiawi terhadap
sesama manusia semacam ini sangat tidak sesuai dengan peradaban manusia modern!
·
Hukum
Syariah dalam Islam adalah hukum atau peraturan yang mengatur seluruh sendi
kehidupan umat Islam, baik di dunia maupun di akhirat. Hukum ini mengontrol
segala aspek kehidupan, dari pikiran, perbuatan, keyakinan, wanita, makanan,
musik, cara berpakaian, mengontrol masyarakat dan ekonomi secara totaliter.
Oleh masyarakat modern, hukum ini dianggap alat politik Islam dan dianggap
kaku, keras, kejam dan sudah usang. Syariah selalu menjadi idaman Muslim untuk
diterapkan di negara manapun, walaupun di negara non Islam. Hukum ini sangat
tidak sesuai dengan peradaban manusia modern!
·
Hukum
Syariah menjadikan negara Islam menjadi totaliter, tidak demokratis, teokratis,
dan melarang kebebasan beragama (pindah agama dihukum mati, agama non Islam
dilarang atau dipersulit berkembang di negara Islam). Islam membungkam pikiran
kritis dan kreatip melalui Undang2 Penodaan Agama. Hal ini menjadi penyebab
kemunduran negara Islam juga.
·
Islam
bias gender, wanita hanya dianggap warga kelas dua dan sekedar alat produksi manusia
Muslim demi menjadi agama mayoritas dunia dari sisi jumlah (bukan kualitas
otak). Ayat2 Al Quran secara tegas menyatakan bahwa wanita dipandang hanya
sebagai: alat produksi dan multiplikasi Muslim di dunia melalui poligami dan
beranak banyak, sebagai alat pemuas sex pria - adanya nikah Mutah (mirip
pelacuran), janji hadiah seks dengan 72 perawan cantik di sorga bagi pelaku
jihad, halal untuk menggarap pembantu wanita (TKW), wanita dianggap sebagai
penggoda pria maka jasmani harus ditutup rapat dari kepala sampai kaki
sedangkan pria tidak, hak wanita yang berbeda jauh dalam hal: warisan,
keadilan, pendidikan, pekerjaan, perkawinan, dan kebebasan untuk tampilan di
publik. Bias gender terasa sekali di negara2 Arab dan Islam, dan ini sangat
tidak sesuai dengan peradaban manusia modern!
·
Islam
memperbolehkan Muslim untuk berbohong atau dikenal sebagai taqiya, tentu saja
hal ini sangat tidak sesuai dengan peradaban manusia modern yang menjunjung
tinggi kebenaran dan kejujuran! Negara2 Scandinavia yang maju, aman, tentram
dan nyaman berkat menomor satukan kejujuran!
·
Islam
membahayakan etika dan moral manusia modern, sebab Muhammad banyak memberi
keteladanan sangat negatip dalam banyak hal: ketidak normalan sex, kekasaran,
kekerasan, kekejaman bahkan pembunuhan. Semasa hidup Muhammad telah mengikuti
peperangan sebanyak 27 kali. Perkawinan Muhammad (50 tahun) dengan anak kecil
usia 6 tahun dan Muhammad mempunyai 4 istri serta banyak selir adalah sesuatu
perilaku manusia yang tidak normal dan sangat melecehkan wanita. Hal ini sangat
bertentangan dengan peradaban manusia kapan saja apalagi jaman modern!
·
Kitab
suci Al Qouran di klaim sebagai sempurna karena langsung turun dari Tuhan
Allah, padahal saksi mata tidak ada dan teks2 didalamnya banyak kesalahan,
misalnya dalam urutan, kutipan, pengertian, dan salah kata. Kitab ini bagaikan sekedar
berasal dari: kutipan, dari kutipan, dari kutipan, dan seterusnya. Validitas
isi materi dan histori dari Al Qouran nyaris tidak ada.
·
Islam
melakukan gerilya Arabisasi, budaya lokal secara perlahan tergeser dan
tergantikan budaya Arab, negara lalu mengalami kemunduran total, misalnya:
Pakistan, Bangladesh, Afganistan, Iran, Mesir, Libanon, Turki. Indonesia sedang
menuju Arabisasi, Budaya Jawa yang adi luhung secara perlahan tapi pasti
disingkirkan dengan cerdik, politis dan halus oleh Islam. Kasus Islamisasi Prabu
Brawijaya yang semula jaya secara internasional, mengakibatkan tinggalan ilmu
pengetahuan berbasis Hindu-Budha juga lenyap akibat Arabisasi. Kasus bumi
hangus perpustakaan besar Aleksandria oleh Islam fanatik di abad 7 mungkin
terjadi juga di jaman Majapahit.
·
Islam
menyebabkan kemunduran Sumber Daya Manusia. Hal ini dikarenakan: A) Tuhan
Islam, Allah, ternyata hanya mampu menguasai satu bahasa Arab saja padahal
bahasa adalah jendela ilmu pengetahuan, maka tidak heran bangsa2 Islam/Arab
tertinggal dalam banyak hal, misalnya tidak pernah jadi pemenang Nobel dan
belum mampu membuat komputer atau mobil! B) Islam menghambur-hamburkan waktu
untuk acara ritual agama, misalnya: naik haji menghabiskan waktu 40 hari,
lebaran 40 hari, dan sembahyang 5 kali dalam sehari dalam rentang waktu kerja
yang produktip (mengganggu jam kerja). Bandingkan, Jepang Korea RRC Taiwan Singapore
– Work Alcoholic; Negara Islam/Arab – Religion Alcoholic!
·
Muhammad
mengklaim sebagai nabi terakhir dan Islam adalah agama terakhir. Nabi2 agama
lain tidak ada yang berani mengklaim menciptakan agama, pengikut nabi2 inilah
yang menciptakan agama. Apalagi menurut pakar agama materi,susunan dan isi
kitab suci Al Qouran amburadul. Menurut ilmuwan modern, agama adalah penjara
sempit bagi Tuhan dan manusia. Rasanya Tuhan tidak mungkin mencipta atau
membuat penjara sempit (agama) bagi DiriNya sendiri dan bagi manusia
ciptaanNya! Tidak heran agama sering menjadi sumber konflik manusia (ibarat
orang buta lihat gajah) dan penyebab budaya bangsa menjadi statis beku kaku! Bagaikan
paradoks, Indonesia justru mewajibkan rakyatnya harus beragama secara eksplisit
yaitu agama harus tertera di KTP, sebuah aturan yang mungkin tidak sehat bagi
perkembangan akal budi bangsa!
·
Islam
sangat membebani Bangsa Indonesia, misalnya saja dalam hal: A) Keamanan Negara:
Islam senantiasa mengancam perpecahan bangsa, sejak jaman prabu Brawijaya,
Kahar Muzakar, DI, TII, G30S (pembantaian jutaan manusia tak bersalah), Tragedi
Mei 1998 (anti Tionghoa), FPI, ISIS, Piagam Jakarta, Bom Borobudur, Tragedi
Poso, Tragedi Ambon, berbagai tragedi bom di gereja2, perusuh Nurdin Top, Bom
Bali, Basyir, FPI, Riziq, dst. Dan kedepan masih banyak lagi yang akan terjadi.
B) Mengakibatkan rasisme: Kost Muslim, Makam Muslim, Rumah Sakit Muslim, dst.
C) Islam juga mengakibatkan melemahnya budi pekerti dan budaya sopan santun,
serta mendorong munculnya budaya kekerasan, misalnya: Suara hingar bingar
masjid, terutama jam 4 pagi (saat manusia tidur nyenyak) dan jam 6 sore saat
belajar anak2; Memberi salam keagamaan Islam Arab “Asalam ….” kepada siapapun
tanpa pandang bulu agama orang yang disapa. Tayangan perilaku kekerasan,
kekejaman, dan kerusuhan ala FPI, FPR, Hisbollah, dst. D) Organisasi ILO
melarang anak dibawah umur (TK, sekolah dasar dan SMP) untuk kerja paksa phisik
mencari uang, karena usia & jasmani belum memungkinkan, namun anak2 di
sekolah Islam dipaksakan untuk kerja paksa “otak” menghafal ribuan ayat Al
Quran dalam bahasa Arab dan budaya Arab selama 9 th semasa SD sampai dengan SMP
(di Pondok/Madrasah), apakah ini juga tidak melanggar hak azasi anak2 (kerja
paksa otak)? E) Menghamburkan dan menyedot devisa negara ke Arab Saudi lewat
pariwisata rohani/haji.
Islamisasi sekaligus
Arabisasi telah mengakibatkan kemunduran total berbagai bangsa, misalnya:
Pakistan, Bangladesh, Afganistan, Iran, Mesir, Libanon, Turki, Indonesia. Untuk
Indonesia, sebagai bukti kemunduran Indonesia adalah:
- Indonesia mengalami rekor
dijajah negara asing, mungkin rekor ini dapat masuk dalam “Guiness Book of Records”.
Negara yang pernah menjajah Indonesia adalah: Portugis, Inggris, Belanda dan
Jepang. Penjajahan Belanda mencapai 300 tahun, padahal Belanda hanya sebesar
pulau Bali, ini rekor Belanda sebagai penjajah dan sekaligus rekor kebodohan bangsa
Indonesia yang luar biasa!
- Kasus penggelapan dan
pembodohan sejarah G30S dan Supersemar
- Kasus penggelapan dan
pembodohan BLBI yang menghilangkan 750
trilyun rupiah uang negara dijaman Soeharto yang tidak bisa dilacak dan
dikembalikan ke negara.
- Penjajahan tersamar oleh
USA dan dunia Barat melalui Regim Soeharto selama hampir 40 tahun, semua
tambang dari Sabang sampai Merauke, Aceh (Exxon Mobile) sampai dengan Freeport
Irian, diolah dan dinikmati mereka, sehingga banyak terjadi kasus “ayam mati
dilumbung padi”.
- Negara yang kaya raya akan
koruptor dimana para Mega Koruptor sulit dijamah dan keadilan masih jauh dari impian.
- Dan last but not least, pembodohan
terbesar sepanjang jaman adalah simbol identitas “Bangsa Indonesia sebagai
negara Islam terbesar didunia”, ini memiliki arti sebagai berikut: Mayoritas
dari 250 juta penduduknya mempercayai ajaran Muhammad yang oleh pakar Islam
kelas dunia telah dibuktikan dan ditandaskan sebagai ajaran yang non sense dan
bertentangan dengan akal sehat (seperti butir2 pembahasan diatas).
Jadi, dapat disimpulkan dari
berbagai fakta, kebenaran dan pembahasan diatas bahwa Islam telah banyak
menghabiskan waktu, tenaga, biaya, dan pikiran bangsa Indonesia, artinya sangat
merugikan. Semoga masyarakat mulai sadar
bahwa bangsa yg mabuk agama membuat akal sehat tidak bekerja sehingga bangsa
menjadi mundur. Eropa pernah mengalami mabuk agama dan mengalami kemunduran
karena agama, lalu disembuhkan lewat gerakan renaisance/pencerahan atau
reformasi agama.
Tulisan ini diilhami dari:
a) Artikel berjudul “Clash of Civilizations - Mengapa Dunia Barat Melawan
Pemikiran Islam”, tulisan dari para filsuf kelas dunia di Jerman, di web site
dengan alamat https://digitalmental.blogspot.com/ ; b) Video2 debat terbaik dunia di
YouTube dari: Christian Prince, DR. David Wood, DR. Bill Warner, Robert
Spencer, Ayan Hirsi Ali, Christoper Hitchens, Wafa Sultan, Dr. Bernie Power, Ex
Muslim, dst; c) Situs Faith Freedom International, situs akar rumput gerakan
eks-muslim. Ali Sina (perintis) menegaskan bahwa ribuan Muslim telah
meninggalkan Islam setelah membaca artikel dan buku-bukunya. Situs FFI sering
diblok pemerintah Islam Penakut, maka situs ini berpindah-pindah untuk
menghindari blokir. Berikut alamat situs FFI (INDONESIA FAITHFREEDOM) yang
sudah berbahasa Indonesia, semoga linknya jalan: http://ali5196-indonesiafaithfreedom.blogspot.com/. Bila
diblokir, gunakan alat pembuka yang banyak tersedia di internet, salah satunya
adalah http://www.hidedoor.com/.
Kumpulan pustaka di internet
diatas sangat baik, cocok dan mencerdaskan bagi Muslim yang kritis dan mau berakal
sehat, ingat akal sehat diperlukan untuk menjamin masa depan Indonesia yang
cerah. Rahayu.
(Hasil dari: Forum Diskusi Jumat Legi Penganut Kejawen di Lereng gunung Merbabu, Magelang, yang merasa KEJAWEN dipersulit Islam untuk diakui sejajar dengan agama dan kepercayaan lain yang datang dari Luar Negeri; padahal Kejawen sangat fleksibel, non agamis, local content, tinggalan sesepuh, dan mutiara suku Jawa yang indah dan bijaksana).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar