Jumat, 05 Maret 2021

ITB MEMANG TOP MARKOTOP: IR. SOEKARNO MENGUSIR PENJAJAH BELANDA, IR. DARMAWAN MBA MENGAJAK MENGUSIR ISLAM (PENJAJAH AKAL SEHAT BANGSA). BRAVO ITB!!!

ITB memang patut diacungi jempol, sebab alumninya banyak menjadi pelopor revolusi dan reformasi. Bung Karno sudah dikenal seluruh dunia dengan gagasan kemerdekaan Indonesia dan gagasan menentang NEKOLIM dengan poros Asia Afrika. Kemudian muncul alumni ITB yang lain , yang juga patut diacungi jempol, yaitu Ir. Darmawan yang mengajak mengusir Islam dari bumi Nusantara demi menyelamatkan Indonesia dari kegelapan pikiran dan timbulnya pencerahan pemikiran bangsa. Video Darmawan berjudul “Buang Islam segera dari Indonesia”, di https://www.youtube.com/watch?v=DeF2Vyit9UE dan

Perlu dimengerti bahwa dunia sedang mengalami benturan antar peradaban, khususnya Budaya Pemikiran Dunia Barat melawan Budaya Pemikiran Timur Tengah, atau singkatnya Barat lawan Islam. Dalam tulisannya tentang The Clash Of Civilizations (), Huntington mengajukan tesis dalam kalimat sangat tegas: ”Menurut Hipotesis saya,,. “sumber utama konflik dunia baru tidak lagi ideologi atau ekonomi, tetapi budaya”. 

Perang Dunia Digital , akal sehat dunia saat ini (2021) sedang memerangi Islam, bukan melawan Muslim. Baik Muslim yang baik, yang setengah baik, yang kurang baik dan yang radikal mempunyai sumber bacaan yang sama yaitu Al Qouran, nabi yang sama yaitu Muhammad, Tuhan yang sama yaitu Allah, dan bahasa yang sama untuk dibumi dan disurga yaitu bahasa Arab, yang semuanya ini khas/unik Arab – tidak universal (Islam adalah Cult bukan agama). Dunia menyayangi Muslim sebagai saudara sesama manusia namun dunia tidak ingin saudaranya (Muslim) terperangkap dalam kegelapan Islam, maka operasi penyelamatan Muslim besar-besaran lewat internet yang sedang berlangsung perlu digalakan dan ditingkatkan sampai Dajal dikalahkan dan Muslim yang baik diselamatkan. Muslim yang baik adalah Muslim yang tidak paham isi Al Qouran yang sebenarnya karena tidak kritis dan tidak menguasai bahasa Arab. Menyelamatkan Muslim dari Dajal juga berarti menyelamatkan Indonesia dari kegelapan, maka semua warga non Islam (yang dkafirkan dan dinajiskan) dihimbau ikut berpartisipasi secara aktif! Himbauan secara tegas dinyatakan insinyur Mesin alumni ITB, Darmawan, dengan video berjudul “Buang Islam segera dari Indonesia”, di https://www.youtube.com/watch?v=DeF2Vyit9UE

Muncul Hipothesa: Islam merupakan beban berat bangsa Indonesia karena banyak menghabiskan resources negara seperti: waktu, tenaga, biaya, dan pikiran. Hipothesa ini muncul akibat adanya fakta sebagai berikut:

A)   Keamanan Negara: Islam senantiasa mengancam perpecahan bangsa, sejak jaman prabu Brawijaya, Piagam Jakarta, Kahar Muzakar, DI, TII, NII, G30S (pembantaian jutaan manusia tak bersalah), Tragedi Mei 1998 (anti Tionghoa), HTI, FPI, ISIS, Piagam Jakarta, Bom Borobudur, Tragedi Poso, Tragedi Ambon, berbagai tragedi bom di gereja2, rangkaian teroris seperti Nurdin Top – Ashari - Bom Bali – dst (Lihat Wikipedia: cita2 Khilafah), Basyir, FPI, Riziq, Gerakan 212, KAMI, dst. Dan kedepan masih banyak lagi yang akan terjadi.

B)   Mengakibatkan rasisme: Kost Muslim, Makam Muslim, Rumah Sakit Muslim, dst. iii) Islam juga mengakibatkan melemahnya budi pekerti dan budaya sopan santun, serta mendorong munculnya budaya kekerasan, misalnya: Suara hingar bingar masjid, terutama jam 4 pagi (saat manusia tidur nyenyak) dan jam 6 sore saat belajar anak2; Memberi salam keagamaan Islam Arab “Asalam ….” kepada siapapun tanpa pandang bulu agama orang yang disapa. Tayangan perilaku kekerasan, kekejaman, dan kerusuhan ala FPI, FPR, Hisbollah, dst. iv) Organisasi ILO melarang anak dibawah umur (TK, sekolah dasar dan SMP) untuk bekerja mencari uang, karena usia & jasmani belum memungkinkan (kerja paksa phisik), namun anak2 di sekolah Islam dipaksakan untuk kerja paksa “otak” menghafal ribuan ayat Al Quran dalam bahasa Arab selama 10 th semasa SD sampai dengan SMP (di Pondok/Madrasah), apakah ini juga tidak melanggar hak azasi kanak2? Anak2 sudah diajarkan SARA dan mengkafirkan non Islam sejak dini! Sungguh parah akal sehat para PENDIDIK bergelar professor dan doktor Indonesia, kurikulum pendidikan yang berbau negara Arab dan penuh Islamisasi dan Arabisasi direstui dan dibiayai (bantuan) dengan APBN Indonesia! Dan sungguh memprihatinkan akal sehat banyak orang tua Indonesia yang dengan sadar dan rela menitipkan anaknya di pondok pesantren/madrasah untuk dicuci otak dengan materi Islamisasi dan Arabisasi yang kolot dan ketinggalan jaman!

 

 

 

Musuh akal sehat dan nalar dunia modern saat ini adalah pemikiran Muhammad yang dianggap sangat kolot, tertinggal dan membebani dunia, jadi bukan memusuhi Muslim. Harap dibedakan antara Muslim yang baik dan Islam. Muslim yang baik, setengah baik, kurang baik dan Muslim radikal mempunyai sumber pengetahuan yang sama yaitu Al Qouran beserta nabi Muhammad. Muslim yang baik adalah manusia yang berbudi pekerti normal, tidak mengenal Islam secara benar dan detil karena keterbatasan penguasaan bahasa Arab, kurang kritis, dan kemalasan belajar, serta tidak bersedia mengikuti teladan Muhammad. Muslim radikal adalah Muslim  yang menyontoh mentah-mentah apa yang dilakukan Muhammad. Semoga tulisan ini menjadi bahan diskusi diseluruh Indonesia dan dunia.

 

Sekian dulu, mohon tulisan ini disebar luaskan agar masyarakat waspada terhadap virus Mekah, harap laporkan segera pada SATGAS COVID MEKAH bila tetangga anda mempunyai gejala terkena virus seperti diatas. Semoga para begawan Kejawen dan tokoh Religius Non Islam dapat menemukan obat Virus Mekah ini dengan segera, agar resesi akal sehat bangsa sgra berakhir. Rahayu.

Ki Sabdo Palon Yr, Kejawen (Tulisan ini tanggapan atas tulisan/komentar ki Hajarsapunendro. Ditulis mulai tgl 30 September agar tidak lupa tragedi terbesar kemanusiaan, tinta hitam pekat bagi Islam)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar