Jumat, 05 Maret 2021

ISLAM AGAMA FIVE IN ONE (5 IN 1) – ISLAMISASI, ARABISASI, POLITISASI, BISNIS, & PENJAJAHAN BUDAYA, MENJADIKAN SUATU NEGARA TERTINGGAL JAMAN DAN TERJAJAH, PERLU DIWASPADAI!

Berikut ini ringkasan hasil diskusi cerdas berkat digital di internet dari rangkuman pendapat banyak tokoh dunia seperti Bill Warner, Sam Haris, Christian Prince, David Wood, Spencer, Hitchens, Ayan Hirsie Ali, Darmawan, Muhammad KC, Seifudin Ibrahim, Paul Zhang, dst., tentang pemikiran Muhammad yang dikemas menjadi: ISLAM AGAMA FIVE IN ONE (5 IN 1) – ISLAMISASI, ARABISASI, POLITISASI, BISNIS, & PENJAJAHAN BUDAYA. Pembahasan dibawah ini lebih menitik beratkan pada akal sehat dari pada ayat-ayat kitab suci, selamat menikmati.

A. Islamisasi Tuhan

1. Konsep bahwa Tuhan Islam (TI) menciptakan agama Islam dan sekaligus beragama Islam, serta mengkafirkan non Muslim. TI memperbolehkan membunuh dan memajaki kafir, tidak mengijinkan kafir memimpin organisasi/lembaga, dan memperbolehkan berbohong (taqiya).

Dengan demikian TI tidak mengenal Golden Rule (GR, memperlakukan orang lain seperti memperlakukan diri sendiri, persamaan hak) dan tidak memberikan kebebasan pada manusia untuk memilih menjadi agamis, atheis, agnostik, religius, humanis, bertuhan tanpa beragama, dan seterusnya. Jadi Tuhan Islam tidak mengenal GR dan tidak mengenal hak azasi manusia.

2. Konsep bahwa Islam sebagai agama-wahyu terakhir dan sempurna, Islam merupakan bentuk final bimbingan Allah untuk umat manusia, baik secara teoretis maupun praktis. Konsep ini sangat bertentangan dengan:

- Pengetahuan umum menyatakan bahwa Tuhan itu Alpha – Omega: tidak tahu awalnya - tidak tahu akhirnya, jadi tidak pernah selesai dipelajari. Mana mungkin Ilmu Komputer selesai dan diakhiri oleh Nabi Komputer Bill Gates? Mana mungkin nabi Fisika Einstein mengatakan bahwa ia nabi Fisika terakhir dan ilmu Fisika sudah selesai dan sudah sempurna? Jadi konsep ini sangat melecehkan Tuhan Yang Maha Besar.

- Materi dalam Al Qur’an (AQ) yang amburadul: isi tidak teratur dan berurutan, makna antar ayat yang saling bertentangan (inkosistensi), kutipan yang salah dari kitab lain, dan karya Tuhan masih memerlukan penjelasan dari manusia (hadis). AQ asli tidak diketemukan dan diseluruh dunia ditemukan lebih dari 10 versi AQ. Fakta ini menandaskan kejanggalan bahwa TI tidak Maha Pandai bahkan seolah-olah tidak mengerti pedoman penulisan ilmiah yang benar dan klaim AQ sempurna adalah tidak tepat.

- Konsep bahwa AQ sudah sempurna maka tidak boleh diperdebatkan atau dikritisi (padahal isi AQ amburadul dan ketinggalan jaman). Hal ini menandaskan bahwa Islam bertentangan dengan konsep critical thinking yang menjadi sumber kemajuan ilmu pengetahuan.

- Konsep bahwa AQ dari Tuhan perlu dipertanyakan, sebab Muhammad (M) yang buta huruf menerima wahyu hanya satu kata (Iqra, bacalah) dari malaikat Jibril, dimana tidak ada saksi mata dan M merasa dicekik Jibril saat itu. Ayat-ayat yang lain keluar dari mulut M (bukan Tuhan). Salman Rusdie menulis novel Ayat-ayat Setan berbasis peristiwa di gua Hira ini, dan dia dijatuhi fatwa mati oleh pemimpin Islam Iaran (Khomeini).

3.  Konsep dalam Islam bahwa TI hanya dapat berbicara bahasa Arab (dalam doa) dan AQ dapat dipelajari hanya dengan bahasa Arab. Konsep ini sangat janggal dan sangat merendahkan martabat Tuhan Yang Maha Universal (yang bukan terbatas pada bangsa Arab). Tuhan bangsa Arab tidak faham akan ke bhinnekaan dunia. Pakar budaya dan filsafat dunia berpendapat bahwa Islam bukan agama melain Cult banngsa Arab.

5. Konsep dalam Islam yang menyatakan Muhammad adalah nabi paling akhir (Khataman Nabiyyin) yang menutup risalah para nabi sebelumnya dan penghulu alam semesta, dan sekaligus sebagai manusia sempurna yang harus dipatuhi dan diteladani. Anehnya, nama Muhammad bin Abdullah tidak ada tertulis di Al Qouran. Bagaimana mungkin seorang pedagang dan pemimpin perang yang buta huruf dan yang tangannya penuh berlumuran darah dan napsu berahi yang diluar kepantasan manusia, mengalami sakit mental tahunan, namanya tidak ada dalam AQ, mati diracun, arwahnya tidak masuk surga dan selalu minta didoakan hingga detik ini,  dapat menjadi tauladan manusia sedunia? Hanya Mukidi dan Kadrun yang IQ nya jongkok, malas berpikir kritis dan malas membaca saja yang percaya konsep ini!

B. Arabisasi

Islam itu sangat khas (unique) Arab, jadi tidak universal. TI berbudaya Arab dan hanya mampu berbahasa Arab. Sedikit contoh tentang Arabisasi Islam: berdoa berkiblat ke batu Kabah Mekah, Batu hitam Kabah Mekah dapat menghapus dosa, surga tetap menyediakan layanan sex dari 72 bidadari wanita virgin mengingat watak nabinya yang sangat doyan wanita; melecehkan derajat wanita (dianggap  second class) dengan peran utama seks dan produksi bayi Muslim agar menjadi mayoritas dunia; Arabisasi budaya: cara berpakaian, berbahasa, berdoa, berjenggot, berjanggut, bersetubuh, makan, minum, dst (masih banyak, silahkan tambahkan sendiri). Bagaimana mungkin budaya Arab yang kolot dan tertinggal ditempelkan pada karakter Tuhan yang Maha Bhineka, sungguh suatu kebodohan dari Muhammad!

C. Politisasi

Agama mengedepankan kebenaran, kejujuran dan keadilan demi kehidupan kekal di surga; Politik bertujuan menang dengan menghalalkan segala cara (berbohong, memecah belah bahkan membunuh) untuk mendapatkan kekuasaan dan harta di bumi; jadi karakter dasar agama sangat bertentangan dengan politik. Sistem perundangan dan pemerintahan Islam yang berbentuk negara Khalifah berbasis hukum Syariah, suatu sistim yang teokratis, otoriter, tidak demokratis dan ingin mengatur segala aspek kehidupan; suatu sistem yang kolot dan tertinggal dan sudah tidak layak ada di jaman digital. Politik Islam bersama konsep pengkafiran akan menjadikan permusuhan Islam vs Non Islam dimanapun Islam berada, bahkan Islam akan menjadikan sumber perpecahan keluarga, suku dan bangsa. Sangat menyedihkan TI gemar berpolitik sehingga banyak mengacaukan perdamaian dan ketentraman dunia.

D. Bisnis

Islam itu diciptakan demi keuntungan finansial bangsa Arab. Rukun haji, labelisasi halal haram dan zakat fitrah adalah bisnis yang luar biasa besar. Puncak lelucon bisnis agama Islam adalah rukun haji, sebagai contoh bangsa Indonesia diminta: antri tahunan untuk pengurusan haji, membayar biaya yang sangat mahal, makan waktu luar biasa lama (minimal 40 hari), dan ternyata di Mekah hanya melakukan ritual yang sulit diterima akal sehat: berdoa sambil mengitari dan meminta pengampunan dosa pada batu hitam Kabah (sejarah membuktikan ini tinggalan ritual pagan). Hotel, souvenir, transportasi, makanan dst. adalah binis yang menghidupi ekonomi bangsa Arab Saudi dengan cara mengerjain habis-habisan (membodohi) bangsa lain termasuk Indonesia (negara Islam terbesar di dunia, artinya uang terbesar ke Arab Saudi dari Indonesia).

E. Penjajahan Budaya

Mengingat faktor Islamisasi, Arabisasi, Bisnisisasi dan Politisasi diatas maka Islam adalah merupakan Penjajahan Budaya berkedok agama. Menurut para tokoh kepercayaan lokal (local wisdom), penjajahan paling berbahaya adalah penjajahan berkebudayaan berketuhanan Yang Maha Esa ala Arab Saudi, yaitu konsep pemikiran agama oleh Muhammad yang disebut Islam.

Sayang sekali konsep ISLAM AGAMA FIVE IN ONE (5 IN 1) ini dilestarikan melalui strategi brain washing Islamisasi dan Arabisasi di pendidikan dasar dan menengah di TK-SD-SMP yang berbasis Islam seperti pesantren, madrasah dan pondok. Kata tokoh pendidikan nasional, cucu ki Hajar Dewantoro, pendiri Taman Siswa - pendidikan berciri Nasionalis, yang sengaja dimatikan oleh para Kadrun, apa yang dilakukan oleh sekolah berbasis Islam itu bagaikan menyelenggarakan kurikulum bangsa Arab di bumi Indonesia dengan bantuan anggaran belanja negara Indonesia, hopo tumon (masuk akalkah)?

 

Sebagai penutup, pepatah bijak mengatakan bahwa: ”Agama adalah penjara sempit bagi manusia dan Tuhan, Agama adalah buatan manusia, dan Agama seringkali menjadi sumber pertikaian, perpecahan bahkan pertempuran antar manusia. Tuhan tidak berkenan terhadap agama. Manusia modern memilih mencari Tuhan beserta kebenarannya dari pada mencari agama. Manusia modern lebih memilih bertuhan tanpa beragama. Sebagai gambaran nyata adalah bagaimana Yesus yang dianggap Tuhan justru ingin merontokan agama Yahudi dan mengobrak-abrik tempat ibadah Yahudi yang dijadikan sarang bisnis. Yesus tidak mendirikan agama, melainkan menetapkan hukum-hukum utama etika, kemanusiaan dan moral yang universal yang menjamin kehidupan kekal bagi manusia yang percaya pada ajaran Yesus. Sebaliknya, Islam merupakan beban berat bangsa Indonesia karena banyak menghabiskan resources negara seperti: waktu, tenaga, biaya, dan pikiran. Musuh akal sehat dan nalar dunia modern saat ini adalah pemikiran Muhammad yang dianggap sangat kolot, tertinggal dan membebani dunia, jadi bukan memusuhi Muslim. Harap dibedakan antara Muslim yang baik dan Islam. Muslim yang baik, setengah baik, kurang baik dan Muslim radikal mempunyai sumber pengetahuan yang sama yaitu Al Qouran beserta nabi Muhammad. Muslim yang baik adalah manusia yang berbudi pekerti normal, tidak mengenal Islam secara benar dan detil karena keterbatasan penguasaan bahasa Arab, kurang kritis, dan kemalasan belajar, serta tidak bersedia mengikuti teladan Muhammad. Muslim radikal adalah Muslim  yang menyontoh mentah-mentah apa yang dilakukan Muhammad. Semoga tulisan ini menjadi bahan diskusi diseluruh Indonesia dan dunia.

Rahayu. Ki Bodronoyo . Penganut Kejawen, aktip dalam berbagai forum diskusi digital.

(Penulis adalah cucu seorang kakek yang dikambing hitamkan sebagai PKI dan dibunuh secara kejam, kemudian cucu cicitnya yang tidak tahu menahu dan tidak bersalah/berdosa dibunuh secara politis dan dibunuh karakternya, sungguh kebiadaban yang tiada duanya didunia ini, semoga Tap MPRS 1966 dicabut. Radikal Islam jauh lebih berbahaya daripada bahaya Komunis. Terima kasih CokroTV yang senantiasa berupaya membangun akal sehat bangsa).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar