Berikut ini ringkasan hasil diskusi cerdas berkat digital di internet dari rangkuman pendapat banyak tokoh dunia seperti Bill Warner, Sam Haris, Christian Prince, David Wood, Spencer, Hitchens, Ayan Hirsie Ali, Darmawan, Muhammad KC, Seifudin Ibrahim, Paul Zhang, dst., tentang pemikiran Muhammad yang dikemas menjadi: ISLAM AGAMA FIVE IN ONE (5 IN 1) – ISLAMISASI, ARABISASI, POLITISASI, BISNIS, & PENJAJAHAN BUDAYA. Pembahasan dibawah ini lebih menitik beratkan pada akal sehat dari pada ayat-ayat kitab suci, selamat menikmati.
A.
Islamisasi Tuhan
1.
Konsep bahwa Tuhan Islam (TI) menciptakan agama Islam dan sekaligus beragama
Islam, serta mengkafirkan non Muslim. TI memperbolehkan membunuh dan memajaki
kafir, tidak mengijinkan kafir memimpin organisasi/lembaga, dan memperbolehkan
berbohong (taqiya).
Dengan
demikian TI tidak mengenal Golden Rule (GR, memperlakukan orang lain seperti
memperlakukan diri sendiri, persamaan hak) dan tidak memberikan kebebasan pada manusia
untuk memilih menjadi agamis, atheis, agnostik, religius, humanis, bertuhan
tanpa beragama, dan seterusnya. Jadi Tuhan Islam tidak mengenal GR dan tidak
mengenal hak azasi manusia.
2.
Konsep bahwa Islam sebagai agama-wahyu terakhir dan sempurna, Islam merupakan
bentuk final bimbingan Allah untuk umat manusia, baik secara teoretis maupun
praktis. Konsep ini sangat bertentangan dengan:
-
Pengetahuan umum menyatakan bahwa Tuhan itu Alpha – Omega: tidak tahu awalnya -
tidak tahu akhirnya, jadi tidak pernah selesai dipelajari. Mana mungkin Ilmu Komputer selesai dan
diakhiri oleh Nabi Komputer Bill Gates? Mana mungkin nabi Fisika Einstein
mengatakan bahwa ia nabi Fisika terakhir dan ilmu Fisika sudah selesai dan
sudah sempurna? Jadi konsep ini sangat melecehkan Tuhan
Yang Maha Besar.
-
Materi dalam Al Qur’an (AQ) yang amburadul: isi tidak teratur dan
berurutan, makna antar ayat yang saling bertentangan (inkosistensi), kutipan
yang salah dari kitab lain, dan karya Tuhan masih memerlukan penjelasan dari manusia
(hadis). AQ asli tidak diketemukan dan diseluruh dunia ditemukan lebih dari 10
versi AQ. Fakta ini menandaskan kejanggalan bahwa TI tidak Maha Pandai bahkan
seolah-olah tidak mengerti pedoman penulisan ilmiah yang benar dan klaim AQ
sempurna adalah tidak tepat.
-
Konsep bahwa AQ sudah sempurna maka tidak boleh diperdebatkan atau dikritisi
(padahal isi AQ amburadul dan ketinggalan jaman). Hal ini menandaskan bahwa
Islam bertentangan dengan konsep critical thinking yang menjadi sumber kemajuan
ilmu pengetahuan.
-
Konsep bahwa AQ dari Tuhan perlu dipertanyakan, sebab Muhammad (M) yang buta
huruf menerima wahyu hanya satu kata (Iqra, bacalah) dari malaikat Jibril,
dimana tidak ada saksi mata dan M merasa dicekik Jibril saat itu. Ayat-ayat
yang lain keluar dari mulut M (bukan Tuhan). Salman Rusdie menulis novel
Ayat-ayat Setan berbasis peristiwa di gua Hira ini, dan dia dijatuhi fatwa mati
oleh pemimpin Islam Iaran (Khomeini).
3. Konsep dalam Islam bahwa TI hanya dapat
berbicara bahasa Arab (dalam doa) dan AQ dapat dipelajari hanya dengan bahasa
Arab. Konsep ini sangat janggal dan sangat merendahkan martabat Tuhan Yang Maha
Universal (yang bukan terbatas pada bangsa Arab). Tuhan bangsa Arab tidak faham
akan ke bhinnekaan dunia. Pakar budaya dan filsafat dunia berpendapat bahwa
Islam bukan agama melain Cult banngsa Arab.
5.
Konsep dalam Islam yang menyatakan Muhammad adalah nabi paling akhir (Khataman
Nabiyyin) yang menutup risalah para nabi sebelumnya dan penghulu alam semesta,
dan sekaligus sebagai manusia sempurna yang harus dipatuhi dan diteladani.
Anehnya, nama Muhammad bin Abdullah tidak ada tertulis di Al Qouran. Bagaimana
mungkin seorang pedagang dan pemimpin perang yang buta huruf dan yang tangannya
penuh berlumuran darah dan napsu berahi yang diluar kepantasan manusia, mengalami
sakit mental tahunan, namanya tidak ada dalam AQ, mati diracun, arwahnya tidak
masuk surga dan selalu minta didoakan hingga detik ini, dapat menjadi tauladan manusia sedunia? Hanya
Mukidi dan Kadrun yang IQ nya jongkok, malas berpikir kritis dan malas membaca
saja yang percaya konsep ini!
B.
Arabisasi
Islam itu sangat khas (unique) Arab, jadi
tidak universal. TI berbudaya Arab dan hanya mampu berbahasa Arab. Sedikit
contoh tentang Arabisasi Islam: berdoa berkiblat ke batu Kabah Mekah, Batu
hitam Kabah Mekah dapat menghapus dosa, surga tetap menyediakan layanan sex
dari 72 bidadari wanita virgin mengingat watak nabinya yang sangat doyan
wanita; melecehkan derajat wanita (dianggap second class) dengan peran utama seks dan produksi
bayi Muslim agar menjadi mayoritas dunia; Arabisasi budaya: cara berpakaian,
berbahasa, berdoa, berjenggot, berjanggut, bersetubuh, makan, minum, dst (masih
banyak, silahkan tambahkan sendiri). Bagaimana mungkin budaya Arab yang kolot
dan tertinggal ditempelkan pada karakter Tuhan yang Maha Bhineka, sungguh suatu
kebodohan dari Muhammad!
C. Politisasi
Agama mengedepankan kebenaran, kejujuran dan keadilan
demi kehidupan kekal di surga; Politik bertujuan menang dengan menghalalkan
segala cara (berbohong, memecah belah bahkan membunuh) untuk mendapatkan kekuasaan
dan harta di bumi; jadi karakter dasar agama sangat bertentangan dengan politik.
Sistem perundangan dan pemerintahan Islam yang berbentuk negara Khalifah
berbasis hukum Syariah, suatu sistim yang teokratis, otoriter, tidak demokratis
dan ingin mengatur segala aspek kehidupan; suatu sistem yang kolot dan
tertinggal dan sudah tidak layak ada di jaman digital. Politik Islam bersama
konsep pengkafiran akan menjadikan permusuhan Islam vs Non Islam dimanapun Islam
berada, bahkan Islam akan menjadikan sumber perpecahan keluarga, suku dan
bangsa. Sangat menyedihkan TI gemar berpolitik sehingga banyak mengacaukan
perdamaian dan ketentraman dunia.
D. Bisnis
Islam itu diciptakan demi keuntungan finansial
bangsa Arab. Rukun haji, labelisasi halal haram dan zakat fitrah adalah bisnis
yang luar biasa besar. Puncak lelucon bisnis agama Islam adalah rukun haji,
sebagai contoh bangsa Indonesia diminta: antri tahunan untuk pengurusan haji,
membayar biaya yang sangat mahal, makan waktu luar biasa lama (minimal 40
hari), dan ternyata di Mekah hanya melakukan ritual yang sulit diterima akal
sehat: berdoa sambil mengitari dan meminta pengampunan dosa pada batu hitam
Kabah (sejarah membuktikan ini tinggalan ritual pagan). Hotel, souvenir,
transportasi, makanan dst. adalah binis yang menghidupi ekonomi bangsa Arab
Saudi dengan cara mengerjain habis-habisan (membodohi) bangsa lain termasuk
Indonesia (negara Islam terbesar di dunia, artinya uang terbesar ke Arab Saudi
dari Indonesia).
E. Penjajahan Budaya
Mengingat faktor Islamisasi, Arabisasi,
Bisnisisasi dan Politisasi diatas maka Islam adalah merupakan Penjajahan Budaya
berkedok agama. Menurut para tokoh kepercayaan lokal (local wisdom), penjajahan
paling berbahaya adalah penjajahan berkebudayaan berketuhanan Yang Maha Esa ala
Arab Saudi, yaitu konsep pemikiran agama oleh Muhammad yang disebut Islam.
Sayang
sekali konsep ISLAM AGAMA FIVE IN ONE (5 IN 1) ini dilestarikan melalui
strategi brain washing Islamisasi dan Arabisasi di pendidikan dasar dan
menengah di TK-SD-SMP yang berbasis Islam seperti pesantren, madrasah dan
pondok. Kata tokoh pendidikan nasional, cucu ki Hajar Dewantoro, pendiri Taman
Siswa - pendidikan berciri Nasionalis, yang sengaja dimatikan oleh para Kadrun,
apa yang dilakukan oleh sekolah berbasis Islam itu bagaikan menyelenggarakan
kurikulum bangsa Arab di bumi Indonesia dengan bantuan anggaran belanja negara
Indonesia, hopo tumon (masuk akalkah)?
Sebagai penutup, pepatah bijak mengatakan
bahwa: ”Agama adalah penjara sempit bagi manusia dan Tuhan, Agama adalah buatan
manusia, dan Agama seringkali menjadi sumber pertikaian, perpecahan bahkan
pertempuran antar manusia. Tuhan tidak berkenan terhadap agama. Manusia modern
memilih mencari Tuhan beserta kebenarannya dari pada mencari agama. Manusia
modern lebih memilih bertuhan tanpa beragama. Sebagai gambaran nyata adalah bagaimana
Yesus yang dianggap Tuhan justru ingin merontokan agama Yahudi dan
mengobrak-abrik tempat ibadah Yahudi yang dijadikan sarang bisnis. Yesus tidak
mendirikan agama, melainkan menetapkan hukum-hukum utama etika, kemanusiaan dan
moral yang universal yang menjamin kehidupan kekal bagi manusia yang percaya
pada ajaran Yesus. Sebaliknya, Islam merupakan beban berat bangsa
Indonesia karena banyak menghabiskan resources negara seperti: waktu, tenaga,
biaya, dan pikiran. Musuh
akal sehat dan nalar dunia modern saat ini adalah pemikiran Muhammad yang
dianggap sangat kolot, tertinggal dan membebani dunia, jadi bukan memusuhi Muslim.
Harap dibedakan antara Muslim yang baik dan Islam. Muslim yang baik, setengah
baik, kurang baik dan Muslim radikal mempunyai sumber pengetahuan yang sama
yaitu Al Qouran beserta nabi Muhammad. Muslim yang baik adalah manusia yang berbudi
pekerti normal, tidak mengenal Islam secara benar dan detil karena keterbatasan
penguasaan bahasa Arab, kurang kritis, dan kemalasan belajar, serta tidak
bersedia mengikuti teladan Muhammad. Muslim radikal adalah Muslim yang menyontoh mentah-mentah apa yang
dilakukan Muhammad. Semoga tulisan ini menjadi bahan diskusi diseluruh
Indonesia dan dunia.
Rahayu.
Ki Bodronoyo . Penganut Kejawen, aktip dalam berbagai forum diskusi digital.
(Penulis
adalah cucu seorang kakek yang dikambing hitamkan sebagai PKI dan dibunuh
secara kejam, kemudian cucu cicitnya yang tidak tahu menahu dan tidak
bersalah/berdosa dibunuh secara politis dan dibunuh karakternya, sungguh
kebiadaban yang tiada duanya didunia ini, semoga Tap MPRS 1966 dicabut. Radikal
Islam jauh lebih berbahaya daripada bahaya Komunis. Terima kasih CokroTV yang
senantiasa berupaya membangun akal sehat bangsa).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar