Sebagai manusia penghayat kepercayaan (bukan agama), setelah sekian lama (3 tahunan) belajar tentang Muhammad dan Yesus lewat internet, terutama video debat agama di YouTube yang sangat mencerdaskan dan berkualitas dan tidak bersifat brain washing (cuci otak), maka hati saya mengagumi dan terpana pada ajaran Yesus ketimbang ajaran Muhammad. Dan pada saat ini saya mengimani Yesus tanpa merasa perlu beragama sebab berbagai perdebatan pakar budaya, filsafat dan sejarah di negara maju mengatakan bahwa Tuhan tidak mungkin mencipta agama yang akhirnya hanya jadi penjara bagi manusia dan Tuhan itu sendiri, serta menjadi sumber pertikaian, perselisihan, bahkan permusuhan yang juga dapat berlanjut ke peperangan. Pada era digital ini, saya lebih suka mengikuti debat para pakar internasional ketimbang debat para pakar lokal, sebab yang disebut pakar di negara modern itu benar2 profesional (mendedikasikan hidupnya untuk suatu keahlian). Lalu mengapa saya kurang suka/setuju akan ajaran Muhammad dan membenarkan anggapan masyarakat cerdik pandai di negara modern yang mengatakan bahwa ajaran Muhammad sangat khas Arab yang lebih cocok untuk bangsa Arab saja? Berikut ini alasan yang saya dapatkan dari berbagai sumber pustaka digital di internet:
1. Ajaran Muhammad mengatakan bahwa Tuhan menciptakan agama (Islam), ini tidak mungkin; apalagi dibumbui sebagai agama terakhir yang paling sempurna – ini juga tidak masuk akal. Sekali lagi: Tuhan tidak mungkin mencipta agama yang akhirnya hanya jadi penjara bagi manusia dan Tuhan itu sendiri,
2. Segala hal yang berhubungan dengan tindakan Muhammad yang berlevel mukjijat sulit dilacak buktinya, baik dari saksi mata maupun dari sisi historis.
3. Alqouran (yang banyak versinya) urutan dan isinya kalang kabut, dan ayat2nya ada yang bertentangan sehingga kitab dari Tuhan ini memerlukan campur tangan interprestasi manusia (yang juga bervariasi, hadits), sehingga dapat membingungkan manusia yang serius untuk mempelajarinya.
4. Cendekiawan modern hidup berdasar pada Critical Thinking (berpikir kritis) yang menjadi motor kemajuan science, sedangkan Islam berdasar pada penyerahan total terhadap Muhammad – Al Qouran dilarang dipertanyakan dan diperdebatkan (ini menjadi penghalang utama kemajuan bagi pemeluknya).
5. Islam tidak mengenal “golden rule” (perlakuan adil terhadap sesama manusia) yaitu hukum utama dunia untuk memperlakukan orang lain seperti memperlakukan dirinya sendiri. Dalam Islam, penganut agama selain Islam dianggap kafir dan dianggap warga kelas dua yang wajib ditaklukan, dibohongi (taqiya), dipajaki, bahkan dibasmi. Hal ini membuat Islam selalu bermusuhan dengan non Islam dimanapun dan kapanpun berada.
6. Islam mengajarkan untuk mengucilkan, melakukan honour killing bahkan memberi hukuman mati bagi yang murtad (meninggalkan Islam). Ini bertentangan dengan HAM dan pembaca Alqouran akan menyangsikan sifat Ketuhanan dari Allah.
7. Islam mengajarkan dan membolehkan membunuh kafir (non Islam). Tuhan yang mengajarkan membunuh orang lain apapun alasannya adalah jelas membuat manusia menjangsikan “KeTuhanan Tuhan yang suka membunuh” ini.
8. Islam bias gender dan sangat melecehkan harkat martabat wanita. Wanita sekedar alat strategi menjaga mayoritas pemeluk Islam dengan memproduksi bayi Muslim sebanyak-banyaknya. Ayat2 Al Quran dan hadits sangat berpihak pada kejantanan pria misalnya: poligami (istri banyak), pedophili (menikahi anak dibawah umur), nikah Mutah (mirip pelacuran), halal untuk menggarap pembantu wanita (TKW), wanita dianggap sebagai penggoda pria maka jasmani harus ditutup rapat dari kepala sampai kaki sedangkan pria tidak; hak wanita yang berbeda jauh dalam hal: warisan, keadilan, pendidikan, pekerjaan, perkawinan, perceraian dan kebebasan untuk tampilan di publik.
9. Hukum Syariah dalam Islam adalah hukum atau peraturan yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat Islam, baik di dunia maupun di akhirat. Hukum ini mengontrol segala aspek kehidupan, dari pikiran, perbuatan, keyakinan, wanita, makanan, musik, hubungan sex, cara berpakaian, mengontrol masyarakat dan ekonomi secara totaliter. Hukum Syariah sangat bertentangan dengan Hak Azasi Manusia karena Tuhan yang memberikan kebebasan pada manusia.
10. Bentuk Negara Kalifah yang bersifat otoriter, teokratis, dan berbasis Hukum Syariah, sangat membahayakan: demokrasi, keutuhan negara, kebebasan berpendapat dan akal sehat.
11. Islam itu tidak universal, melainkan sangat khas Arab. Sifat khas Arab dalam Islam nampak jelas misalnya pada: Allah (Tuhan Arab) hanya dapat berbahasa Arab, bahasa surga dan dunia adalah bahasa Arab, Allah berbudaya Arab: cara berpakaian, berbahasa, berdoa, bersetubuh, makan, minum, perbankan, hukum dan bentuk negara, dst; Arabisasi Surga: Surga tetap menyediakan layanan sex bagi pria, misalnya disediakan 72 bidadari wanita virgin demi layanan sex untuk radikal Islam (jihadist). Islamisasi dan Arabisasi adalah satu paket tak terpisahkan dan jelas-jelas merupakan penjajahan budaya suatu bangsa secara terselubung demi hegemoni budaya dan keuntungan finansial.
12. Tidak ada jaminan masuk surga bagi Muslim dalam ayat Alqouran. Contoh nyata adalah nasib arwah Muhammad yang tidak diketahui keberadaannya dan senantiasa selalu minta didoakan oleh para Muslim sedunia agar arwahnya diterima di surga.
13. Memilih agama yang baik juga melihat suri teladan nabinya. Suri teladan Muhammad (M) sangat memprihatinkan moralitas, misalnya saja: M adalah pedagang dan panglima perang. Semasa hidup M telah mengikuti peperangan sebanyak 27 kali. Qur’an 7:4: Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah siksaan Kami (menimpa penduduknya) di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari. Puluhan bahkan ratusan juta umat manusia telah dibantai oleh Muhammad bersama pasukannya. Wanita dan janda tawanan perang menjadi obyek pelecehan sex oleh Muhammad bersama pasukannya. Dalam hal sex, manusia M termasuk pria yang gemar sex, sebagai bukti misalnya: suka poligami, suka pedopili, suka kawin cerai, mengijinkan kawin jam2an (muttah), doyan anak kecil 9 th (Aisyiah), doyan janda kaya yang mungkin 15 th lebih tua dan kafir (Katijah), masih merasa kurang puas dalam sex maka menantu wanitanya juga diminati, masih juga kurang puas maka 13 wanita dinikmati dan dinikahi sebagai istri, masih juga haus sex – pelayan wanita (mirip kasus TKW) pun dinikmati, masih juga merasa kurang puas maka setiap habis memenangkan pertempuran dan habis memenggal kepala pria lawan, janda-janda tawanan itu lalu dipaksa meladeni napsu berahi M beserta pasukannya, masih juga tidak merasa kenyang dengan sex maka diturunkan ayat agar siapa saja wanita yang diinginkan M tidak menolak untuk berhubungan intim dengan M, masih juga kawatir tidak ada sex setelah mati maka diturunkan ayat adanya layanan seks dengan 72 perawan cantik di sorga.
14. Memilih agama yang baik juga melihat perbuatan penganutnya (filosofi pohon). Melihat Islam membenani Indonesia dan dunia dalam banyak hal, misalnya dalam Keamanan: Islam senantiasa mengancam perpecahan bangsa, sejak jaman prabu Brawijaya, Piagam Jakarta, Kahar Muzakar, DI, TII, NII, G30S (pembantaian jutaan manusia tak bersalah), Tragedi Mei 1998 (pelecehan dan anti Tionghoa), HTI, FPI, ISIS, Piagam Jakarta, Bom Borobudur, Tragedi Poso, Tragedi Ambon, Sigi, berbagai tragedi bom di gereja2, rangkaian teroris seperti Nurdin Top – Ashari - Bom Bali – dst Basyir, FPI, HTI, Riziq, dst. Mengapa semua kerusuhan yang menjadi beban bangsa ini terjadi? Apakah Islam pohon yang baik? Mengapa buahnya sedemikian buruk dan jahat?
15. Islam membenturkan Indonesia melawan Negara adidaya yang sangat cerdas, misalnya:
Menentang Negara Israel (bgs Yahudi). Lewat Islam, bangsa Indonesia diseret kedalam pusaran politik dunia yang carut marut untuk memihak bangsa Palestina/Arab dalam konflik di negara Timur Tengah. Akibat memihak Arab Palestina telah menyebabkan ekonomi Indonesia selalu dikacau dengan mudah melalui nilai tukar dollar oleh pakar finansial dunia yang didominasi oleh orang Yahudi, nilai rupiah di set begitu rendah dibanding nilai dollar, sehingga hasil bumi Indonesia murah sekali, sebaliknya produk hitech luar negeri menjadi mahal sekali (termasuk obat-obatan), rakyat jadi korban.
Menanamkan sikap kurang senang kepada warga Tionghoa (kebanyakan non Islam) dan negara RRC (Negara Cina super power ke 2). RRC luar biasa, apa yang dicapai dunia Barat dalam ratusan tahun, mereka kejar dalam waktu kurang lebih 25 tahun! Masyarakat Tionghoa Indonesia adalah penyedia pekerjaan yang mungkin melebihi jumlah PNS, pemberi pajak terbesar pada negara karena bisnis mereka, mereka banyak menjadi pahlawan internasional dalam olah raga dan kecerdasan berpikir, mereka ikut didepan dalam gejolak bangsa dan mereka bukan tipe koruptor karena mereka bisnisman bukan pns. Parahnya, kiblat Indonesia malah diarahkan ke negara Arab yang tertinggal dan berpandangan ke belakang!
Bersambung.
Rahayu. Ki Sopo Nyono, Forum Cerdas Berkat Digital (untuk uraian tentang Yesus silahkan dengarkan ratusan video Christian Prince dan tulisan di https://digitalmental.blogspot.com/ )
Tks videonya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar