Berikut ini ringkasan dari banyak tulisan pakar dunia dan pakar nasional dalam bidang budaya, filsafat dan agama, sumber pustaka dapat dibaca di daftar pustaka dibawah tulisan ini.
A. Membedah Islam dari konsep penciptanya (Muhammad dkk.)
1. Islamisasi Tuhan: Muhammad mempunyai konsep bahwa Tuhan menciptakan agama Islam dan sekaligus beragama Islam. Ini sebuah konsep Muhammad di abad 7 yang mirip cerita komik yang khayal. Bagi manusia modern yang cerdas dan bijaksana, Agama adalah penjara sempit bagi manusia dan Tuhan, Agama adalah buatan manusia, dan Agama seringkali menjadi sumber pertikaian, perpecahan bahkan pertempuran antar manusia. Tuhan tidak berkenan terhadap agama. Tuhan khayalan Muhammad, sebut saja TM, ingin menyaingi dan melawan Tuhan agama lain, TM dapat dikatakan Dajal/Iblis.
2. Arabisasi Islam: Islam itu sangat khas (unique) Arab, jadi tidak universal. TM berbudaya Arab dan hanya mampu berbahasa Arab. Pakar filsafat klas dunia menyatakan bahwa Islam adalah Cult bangsa Arab, bukan Agama!
3. Politisasi Islam: sungguh aneh TM mempunyai visi misi mendirikan negara Khalifah berbasis Syariah. Konsep negara cita2 Muhammad ini sudah usang; bangsa Arab sendiri sudah muak dengan adanya Arab Springs; dan banyak manusia Arab akibat internet yang lepas dari brain washing dengan paham Muhammad di masa kecil saat ini (2021) merasa ditipu Muhammad (terutama di Iran).
4. Bisnisisasi Islam: Islam itu diciptakan demi keuntungan finansial bangsa Arab. Rukun haji, labelisasi halal haram dan zakat fitrah adalah bisnis yang luar biasa besar. Puncak lelucon bisnis agama Islam adalah rukun haji, sebagai contoh bangsa Indonesia diminta: antri tahunan untuk pengurusan haji, membayar biaya yang sangat mahal, makan waktu luar biasa lama (minimal 40 hari), dan ternyata di Mekah hanya melakukan ritual yang sulit diterima akal sehat: berdoa dan meminta pengampunan dosa pada batu hitam Kabah. Apalagi, Rukun Islam dan Sholat 5 waktu tidak ada di Al Qouran, adanya di buku Kitab Kuning karangan manusia. Sungguh keterlaluan, bangsa Arab telah membodohi dan mengerjain bangsa Indonesia yang mayoritas Islam secara habis2an.
5. Pembodohan dan Penjajahan Budaya: Mengingat faktor Islamisasi, Arabisasi, Bisnisisasi dan Politisasi diatas maka Islam adalah merupakan Pembodohan dan Penjajahan Budaya berkedok agama. Menurut para pakar budaya, penjajahan budaya jauh lebih berbahaya dari pada penjajahan ekonomi, teknologi atau phisik. Bagi para tokoh Kejawen, penjajahan paling berbahaya sampai detik ini (Januari 2021) adalah penjajahan berkebudayaan berketuhanan Yang Maha Esa ala Arab Saudi, yaitu konsep pemikiran agama oleh Muhammad yang disebut Islam. Islam menimbulkan beban yang amat sangat berat bagi bangsa Indonesia terutama dalam hal: biaya, tenaga, waktu, pikiran dan kenyamanan hidup bernegara.
Sayang sekali konsep diatas yang dikenal sebagai ISLAM AGAMA FIVE IN ONE (5 IN 1) dilestarikan melalui strategi brain washing Islamisasi dan Arabisasi di pendidikan dasar dan menengah di TK-SD-SMP yang berbasis Islam seperti pesantren, madrasah dan pondok. Hampir selama 9 tahun, generasi muda Indonesia dijejalin agama, bahasa, dan budaya Arab. Kata tokoh pendidikan nasional, cucu ki Hajar Dewantoro, pendiri Taman Siswa - pendidikan yang berciri Nasionalis, yang sengaja dimatikan oleh para Kadrun, apa yang dilakukan oleh sekolah berbasis Islam itu bagaikan menyelenggarakan kurikulum bangsa Arab di bumi Indonesia dengan bantuan APBN Indonesia, hopo tumon (masuk akalkah)? Jika ada 10% saja dari alumni sekolah bervisi misi Arab kelak menjadi radikal Islam, maka Indonesia tidak pernah tidur dari huru hara!
B. Membedah Islam dari konsep cendekiawan Barat.
Negara Jerman penuh dengan kaum cendekiawan level dunia yang cerdas dan selalu digarda depan dalam gerakan reformasi budaya, agama, spiritual, dan filsafat (disamping Fisika dan Engineering). Sedikit contoh pemikir besar dari Jerman adalah: Karl Marx, Hegel, Sigmund Freud, Nietsche, dan Martin Luther. Reformasi agama Kristen yang diprakarsai oleh Martin Luther pada tahun 1517 juga terjadi di Jerman. Berikut ini ringkasan pikiran cendekiawan Jerman tentang Clash of Civilization untuk menjawab mengapa Islam harus dilawan.
1. Islam tidak mengenal “Golden Rule” (persamaan hak), non Islam dianggap kafir dan second class citizen yang layak disingkiri, dipajaki bahkan dibunuh.
2. Islam dianggap melecehkan harkat martabat wanita, kedudukan wanita jauh dibawah pria; boleh dikata wanita hanya alat produksi baby Muslim (untuk mencapai label mayoritas Islam) melalui poligami, kawin mutah, dan pedophili.
3. Islam menuntut penyerahan total, jadi anti berpikir kritis dan anti debat, padahal critical thinking adalah sumber dan motor kemajuan suatu bangsa. Di negara berbasis Islam, agama diajarkan secara brain washing dan tidak diperbolehkan dipertanyakan apalagi memperdebatkan ayat2 Al Quran.
4. Islam tidak mengenal demokrasi karena sistem negara Kalifah dengan dasar hukum syariah adalah faham teokratis yang fasis yang sudah kuno sekali. Islam menyatukan politik dan agama (bukan sekuler), dan mengidolakan Negara Kalifah. Islam tidak mengenal kebebasan beragama. Agama non Islam dan atheis tidak boleh diajarkan dan disebarkan di negara2 Islam, misal negara2 Timur Tengah (Arab Saudi, Iran, Yordan, dst).
5. Islam melakukan banyak penindasan berpikir dan berpendapat bebas, misalnya menggunakan UU Penodaan Agama, kemudian melakukan kekerasan phisik, pengucilan sampai dengan hukuman mati untuk yang murtad dari Islam.
C. Membedah Islam dari materi ajaran dan perilaku Muhammad.
1. Banyak ditemukan salah urut, salah kutip, kontradiksi, inkonsistensi dan kesalahan dalam ayat2 Al Quran, misalnya dalam hal: 1 Tentang Penciptaan Alam Semesta, 2 Tentang Penciptaan Manusia, 3 Tentang Penciptaan Quran. Al Quran ditulis lama ratusan tahun setelah Muhammad meninggal, tidak ada saksi hidup, dan isinya penuh dengan kutipan dari kutipan dari kutipan dari kutipan…. Walau sekedar mengutipun, namun ternyata masih juga banyak kesalahan. Mengingat Isi dan materi Al Quran yang amburadul, maka beberapa pakar Islam di Barat menandaskan bahwa Al Quran adalah buku yang berisi “Garbage in garbage out” (yang masuk sampah, maka yang keluar juga sampah)! Al Quran sulit diterima akal sehat mengingat Muhammad mengidap penyakit kejiwaan yang cukup lama sampai beberapa kali berusaha bunuh diri.
2. Islam membahayakan etika, moral manusia dan budi pekerti manusia, sebab Muhammad banyak memberi keteladanan sangat negatip dalam hal: kekasaran, kekerasan, kekejaman, bahkan pembunuhan. Semasa hidup Muhammad telah mengikuti peperangan sebanyak 27 kali. Qur’an 7:4: Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah siksaan Kami (menimpa penduduknya) di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari. Puluhan bahkan ratusan juta umat manusia telah dibantai oleh Muhammad bersama pasukannya.
3. Islam memanjakan seks pria terutama Muhammad. Wanita dan janda tawanan perang menjadi obyek pelecehan sex oleh Muhammad bersama pasukannya. Perkawinan Muhammad (50 tahun) dengan anak kecil usia 6 tahun dan Muhammad mempunyai 13 istri serta banyak selir adalah sesuatu perilaku manusia yang tidak normal dan sangat melecehkan wanita. Tuhan Islam, Allah, memberikan hak dan perlakuan istimewa terhadap perilaku sex yang menyimpang dari Muhammad; hal ini termuat jelas di ayat2 Al Qouran. Demikian pula layanan seks tetap terbuka di surga, sungguh luar biasa, sampai ada yang menyatakan Islam adalah agama selangkangan!
4. Islam tidak menjamin pemeluknya masuk surga, sebagai bukti nyata adalah arwah Muhammad yang masih bergentayangan sehingga minta doa sholawat nabi dari Muslim!
Sebagai penutup, musuh akal sehat dan nalar dunia modern saat ini adalah pemikiran Muhammad yang dianggap membahayakan dunia, jadi bukan memusuhi Muslim, bahkan sebaliknya sangat menyayangi Muslim maka Non Islam merasa berkewajiban untuk menyelamatkan mereka dari Islam. Harap dibedakan antara Muslim yang baik dan Islam. Muslim yang baik, setengah baik, kurang baik dan Muslim radikal mempunyai sumber pengetahuan yang sama yaitu Al Qouran beserta nabi Muhammad. Muslim yang baik adalah manusia yang berbudi pekerti normal, tidak mengenal Islam secara benar dan detil karena keterbatasan penguasaan bahasa Arab, kurang kritis, dan kemalasan belajar, serta tidak bersedia mengikuti teladan Muhammad. Muslim radikal adalah Muslim yang menyontoh mentah-mentah apa yang dilakukan Muhammad. Semoga tulisan ini menjadi bahan diskusi diseluruh Indonesia dan dunia (mohon bantuan diterjemahkan).
Rahayu. Hasil Forum Diskusi Cerdas Berkat Digital dari para Penganut Kejawen (kurang menyukai agama), anggota terutama berasal dari mantan korban G30S, yang orang tuanya dikambing hitamkan sebagai PKI dan dibunuh secara kejam, kemudian cucu cicitnya yang tidak tahu menahu dan tidak bersalah/berdosa dibunuh secara politis dan dibunuh karakternya, sungguh kebiadaban yang tiada duanya didunia ini, semoga Tap MPRS 1966 dicabut. Radikal Islam jauh lebih berbahaya daripada bahaya Komunis.
Daftar Pustaka: Semua daftar pstaka dan tulisan yang sangat berbobot di blog berjudul: CERDAS BIJAKSANA BERKAT INTERNET, di https://bijaksana555.blogspot.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar