Prestasi suatu bangsa sangat tergantung karakter dan akal sehat bangsa itu sendiri. Mayoritas bangsa Indonesia adalah Muslim. Harap dibedakan antara Muslim yang baik dan Islam. Muslim yang baik adalah manusia yang melakukan norma2 umum kemanusian, dan tidak melaksanakan ajaran Muhammad yang bersifat keras, kejam, dan tidak adil bagi sesamanya. Muslim yang baik adalah manusia yang tidak mengenal Islam secara benar dan baik, mereka hanya mengenal Islam sebatas “kulitnya” saja, pada umumnya dikarenakan keterbatasan penguasaan bahasa Arab, kurang critical thinking, dan kemalasan belajar/membaca. Uraian bunga rampai filosofi dasar Islam menurut pakar Islam modern kaliber dunia berikut ini sangat baik untuk membuka akal sehat kaum Muslim yang baik.
Banyak diskusi dan tulisan
di internet yang menandaskan bahwa Islam sangat membebani Bangsa Indonesia, diskusi
blak2an, terbuka dan sangat cerdas ada di salah satu video dari Chanel Paul
Zhang berjudul : Indonesia diambang kehancuran karena Islam, link https://www.youtube.com/watch?v=UapXf8Nw5GU (cermati video lainnya yang sangat
kritis).
Lalu video Darmawan
berjudul: Buang Islam dari Indonesia, di https://www.youtube.com/watch?v=DeF2Vyit9UE
Contoh beban berat Islam
bagi bangsa Indonesia misalnya saja dalam hal: A) Keamanan Negara: Islam
senantiasa mengancam perpecahan bangsa, sejak jaman prabu Brawijaya, Kahar
Muzakar, DI, TII, G30S (pembantaian jutaan manusia tak bersalah), Tragedi Mei
1998 (anti Tionghoa), FPI, ISIS, Piagam Jakarta, Bom Borobudur, Tragedi Poso,
Tragedi Ambon, berbagai tragedi bom di gereja2, perusuh Nurdin Top, Bom Bali,
Basyir, FPI, Riziq, dst. Dan kedepan masih banyak lagi yang akan terjadi. B) Mengakibatkan
rasisme: Kost Muslim, Makam Muslim, Rumah Sakit Muslim, dst. C) Islam juga
mengakibatkan melemahnya budi pekerti dan budaya sopan santun, serta mendorong
munculnya budaya kekerasan, misalnya: Suara hingar bingar masjid, terutama jam
4 pagi (saat manusia tidur nyenyak) dan jam 6 sore saat belajar anak2; Memberi
salam keagamaan Islam Arab “Asalam ….” kepada siapapun tanpa pandang bulu agama
orang yang disapa. Tayangan perilaku kekerasan, kekejaman, dan kerusuhan ala
FPI, FPR, Hisbollah, dst. D) Organisasi ILO melarang anak dibawah umur (TK,
sekolah dasar dan SMP) untuk kerja paksa phisik mencari uang, karena usia &
jasmani belum memungkinkan, namun anak2 di sekolah Islam dipaksakan untuk kerja
paksa “otak” menghafal ribuan ayat Al Quran dalam bahasa Arab dan budaya Arab selama
9 th semasa SD sampai dengan SMP (di Pondok/Madrasah), apakah ini juga tidak melanggar
hak azasi anak2 (kerja paksa otak)? E) Menghamburkan dan menyedot devisa negara
ke Arab Saudi lewat pariwisata rohani/haji.
Islam yang dikenal sebagai agama
Five in One (5 in 1) – Islamisasi, Arabisasi, Politisasi, Bisnisisasi, & Pembodohan
serta Penjajahan budaya, telah mengakibatkan perpecahan, ketidak stabilan
politik, kemunduran bangsa di berbagai negara,
misalnya: India, Pakistan, Bangladesh, Afganistan, Iran, Mesir, Libanon, Turki,
Yaman, Nigeria, Indonesia, dst. Negara jaman dulu seperti Persia, Libanon,
Syria, Mesir dan Turki juga mengalami kemunduran. Demikian pula negara Majapahit yang pernah jaya secara
internasional, akibat gerilya wali songo (penuh politik seperti MUI), menjadi
tersungkur mundur sampai detik ini (menjadi negara Islam terbesar).
Untuk Indonesia, sebagai bukti
penting kemunduran Indonesia akibat Islam adalah:
- Indonesia mengalami rekor
dijajah negara asing, mungkin rekor ini dapat masuk dalam “Guiness Book of Records”.
Negara yang pernah menjajah Indonesia adalah: Portugis, Inggris, Belanda dan
Jepang. Penjajahan Belanda mencapai 300 tahun, padahal Belanda hanya sebesar
pulau Bali, ini rekor Belanda sebagai penjajah dan sekaligus rekor kebodohan bangsa
Indonesia yang luar biasa!
- Kasus penggelapan dan
pembodohan sejarah G30S dan Supersemar
- Kasus penggelapan dan
pembodohan BLBI yang menghilangkan 750
trilyun rupiah uang negara dijaman Soeharto yang tidak bisa dilacak dan
dikembalikan ke negara.
- Berbagai penipuan berbasis
arisan atau penggandaan uang, misal kasus Dimas Kanjeng, dimana Prof Doktor Marwah
Daud pun ternyata otaknya ikut tidak waras sebagai Muslimah.
- Penjajahan tersamar oleh
USA dan dunia Barat melalui Regim Soeharto selama hampir 40 tahun, semua
tambang dari Sabang (Exxon Mobile) sampai Merauke (Freeport) diolah dan
dinikmati, Aceh (Exxon Mobile) sampai dengan Freeport Irian, diolah dan
dinikmati mereka,
- Indonesia alamnya sangat
kaya raya, namun rakyatnya banyak yang masih miskin, maka timbul pemeo: “Ayam
mati dilumbung padi”.
- Indonesia terkenal
eksportir tenaga kerja kasar seperti pembantu rumah tangga atau buruh kasar,
sungguh aneh negara kaya tidak dapat mengolah hasil alamnya dan tidak dapat
menggaji para buruhnya dengan upah yang wajar dan layak (agar mereka tidak
perlu kerja ke Luar Negeri).
- Indonesi kaya raya akan
koruptor dimana para Mega Koruptor masih sulit dijamah dan keadilan masih jauh
dari impian.
- Di Era Bung Karno, bangsa Malaysia belajar kepada Indonesia untuk memajukan pendidikan mereka, Malaysia banyak mengimport dosen2 dari Indonesia; saat ini (2021) banyak dosen Indonesia yang studi lanjut (S2 atau S3, bahkan S1) ke Malaysia. Mutu pendidikan Malaysia melebihi Indonesia, sungguh keterlaluan Islam dalam menyusupi kurikulum di sekolah/universitas di Indonesia, mata kuliah yang tidak perlu dan berbau budaya dan agama Arab begitu banyak, bahkan kaum Kalifah ingin menyusupi SISDIKNAS, manuver2 para Kadrun sungguh membahayakan generasi muda bangsa Indonesia.
- Islam membenturkan
Indonesia melawan Israel (bgs Yahudi) & Bangsa China. Bangsa Indonesia
diseret secara halus memihak bangsa Palestina/Arab dalam konflik di negara
Timur Tengah. Padahal bangsa Indonesia kurang paham akan akar permasalahan
konflik mereka yang dapat dipahami lewat kitab suci bangsa Yahudi dan Kristen.
Akibat memihak Arab Palestina telah menyebabkan ekonomi Indonesia selalu
dikacau dengan mudah melalui nilai tukar dollar oleh pakar finansial dunia yang
didominasi oleh orang Yahudi, nilai rupiah begitu rendah dibanding nilai
dollar. Negara USA dan Russia pun segan bermusuhan dengan jaringan finansial
Yahudi yang mendunia dan sangat kuat. Islam mencoba melawan Yahudi menggunakan
agama dan jurus finansial yang mirip yaitu bank syariah, dan Indonesia menjadi
korban pertentangan Yahudi – Arab. Demikian pula dengan bangsa China, masih
banyak kaum Muslim yang anti Tionghoa/Chinese, simak fakta: kasus Tragedi Mei,
kasus Ahok, dan sulitnya kasus naturalisasi para pahlawan badminton Indonesia!
Padahal Al Qouran menyatakan: belajarlah sampai ke negeri Cina (bukan Timur
Tengah!). Seandainya Indonesia dipimpin kaum bisnis suku Tionghoa, mungkin
Indonesia cepat makmur dan sejahtera, jauh melebihi Singapore, Taiwan dan
Hongkong; karena kekayaan alam Indonesia ribuan kali dari ke 3 negara itu.
Warga Tionghoa pada umumnya wiraswasta, bisnis, atau industrialis; jarang
menjadi pegawai negeri; jadi banyak menciptakan peluang kerja dan banyak
menghasilkan devisa bagi negara lewat pajak; mereka bukan “rayap” bangsa seperti
kebanyakan PNS yang bermental korup. Mereka juga sangat Nasionalis, bahkan
melebibihi pribumi, misalnya Yap Thian Hiem, Arief Budiman, Ariel Haryanto,
George Adi Condro, Soe Hok Gi, Tan Koen Swi, Kwik Kian Gie, Rudy Hartono, Susi
Susanti, dst. Kaum Tionghoa jauh lebih berguna daripada para kadrun Arab
seperti Basyir, Rizieq, dst, yang biasa membuat keonaran dan perpecahan bangsa!
Sayang Islam membenturkan Indonesia dengan bangsa China yang cerdas dan pandai
dagang! Oleh Islam, Indonesia dibuat bermusuhan dengan negara maju, cerdas,
modern dan pintar bisnis (RRC dan Israel), dan dibuat berkawan bergerombol dan serumpun
dengan negara Timur Tengah (Arab) dibawah bendera OKI yang kolot, tertinggal
dan amburadul (banyak konflik).
- Dan last but not least, pembodohan
terbesar sepanjang jaman adalah simbol identitas “Bangsa Indonesia sebagai
negara Islam terbesar didunia”, ini memiliki arti sebagai berikut: Mayoritas
dari 250 juta penduduknya mempercayai ajaran Muhammad yang oleh pakar Islam
kelas dunia telah dibuktikan, ditandaskan,
ditulis dan diperdebatkan di Internet sebagai ajaran yang non sense dan
bertentangan dengan akal sehat .
Demikian renungan ini, pembaca
yang berjiwa kritis dan ilmiah dalam mengkaji agama2 dunia disarankan untuk
mengunjungi web: CERDAS BIJAKSANA BERKAT
INTERNET, di https://bijaksana555.blogspot.com/ demi melepas dahaga kebenarannya. Buku2 sangat
tajam dan kritis tentang Islam yang sudah di terjemahkan ke dalam bahasa
Indonesia dapat dicari dan di download dengan mudah di internet, asal keyword
nya benar dan tepat. Contoh keyword: Buku Christian Prince Islam Bahasa
Indonesia pdf; gantikan nama pengarang menjadi Darmawan, atau yl. Akhir kata
selamat menjadi cerdas dan bijaksana berkat internet, jangan mau dibodohin oleh
bangsa lain lewat agama dan budaya asing. Selamat mawas diri dan mohon bantuan
untuk mengomentari video atau tulisan diatas.
Rahayu.
(Hasil dari: Forum Diskusi
Jumat Legi Penganut Kejawen di Lereng gunung Merbabu, Magelang, yang merasa
KEJAWEN dipersulit Islam untuk diakui sejajar dengan agama dan kepercayaan lain
yang datang dari Luar Negeri; padahal Kejawen sangat fleksibel, non agamis,
local content, tinggalan sesepuh, dan mutiara suku Jawa yang indah dan
bijaksana).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar