Jumat, 13 Agustus 2021

DARI ARAB SPRING KE INDONESIA SPRING: KEBANGKITAN AKAL BUDI DAN KEWARASAN BANGSA DARI MABOK AGAMA ARAB.

Belajar Islam terbaik adalah lewat para murtadin yang disajikan secara debat di video Youtube. Ibarat belajar efek memakai Narkoba, maka cara terbaik adalah belajar dari mantan pecandu Narkoba yang sudah mengenal positip negatipnya narkoba secara dalam, detil dan benar.  Demikian pula dengan belajar ajaran Muhammad yang aneh, terbaik adalah lewat para Murtadin yang pernah terjebak, tertipu, dan pernah mendem agama Arab, lalu sadar dan berbalik arah untuk memberi pencerahan bagi para peminat dan pemeluk agama Arab. Kedepan, brain washing agama akan percuma saja, sebab materi di internet lebih menarik, lebih berkualitas dan lebih dapat dipercaya. Manusia yang ingin belajar Islam tidak lagi belajar lewat Ustadz, Kyai dan Ulama yang cenderung ber taqiya (bohong, menyembunyikan ayat2 yang salah dan tidak masuk akal) dan menggunakan metode brain washing serta baiat (sumpah). Agama asal Arab ini merupakan beban yang berat bagi bangsa Indonesia dari sisi: biaya, waktu, tenaga dan pemikiran. Berbagai kerusuhan akibat mabok ayat2 agama Arab, misalnya: G30S, Tragedi Pelecehan warga Tionghoa, Mei 1998, Penurunan Ibu Megawati (oleh poros tengah Amin Rais), Penurunan Gubernur Non Islam Ahok, dan di abad yang lalu: DI/TII, Kahar Muzakar, dan lengsernya Prabu Brawijaya jaman Majapahit; semuanya ini membuat Indonesia mundur teratur. Sehingga tanpa disadari makin lama makin timbul rasa muak pada wajah2 Arab yang selalu membuat onar Indonesia (Basyir, Rizieq, Amin Raies, dkk) dan budaya Arab (pakaian Ninja, celana congkrang, janggut kambing, dst). Berikut ini sepintas kilas kajian para pakar budaya, filsafat dan agama tentang rute Islam di Indonesia.

CLASH OF CIVILIZATIONS 

Benturan peradaban atau clash of civilizations (CC) adalah teori bahwa identitas budaya dan agama seseorang akan menjadi sumber konflik utama di dunia pasca-Perang Dingin. Teori ini dipaparkan oleh ilmuwan politik Samuel P. Huntington dalam pidatonya tahun 1992 di American Enterprise Institute, lalu dikembangkan dalam artikel Foreign Affairs tahun 1993 berjudul "The Clash of Civilizations?",[ sebagai tanggapan atas buku karya mahasiswanya, Francis Fukuyama, berjudul The End of History and the Last Man (Wikipedia). Huntington kemudian mengembangkan tesisnya dalam buku The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order (1996). Saat ini sedang terjadi benturan peradaban antara budaya dan agama Arab melawan budaya Barat (Eropa Amerika) yang sudah berakal sehat dan meninggalkan agama. Agama sudah tidak boleh diajarkan di sekolah negeri, sebaliknya Budi Pekerti sangat ditekankan. Cendekiawan Barat memerangi Islam, bukan Muslim; kaum cendekiawan Barat boleh dikata sangat menyayangi Muslim sebagai saudara sesama manusia namun mereka tidak ingin saudaranya (Muslim) terperangkap dalam kegelapan Islam. 

ARAB SPRING

Arab Spring atau “musim seminya” negeri-negeri Arab sumbunya menyala pada akhir tahun 2010 dan awal tahun 2011. Arab Spring dipicu dengan hebat oleh teknologi internet dan CC. Sedikit menyegarkan kembali ingatan, Arab Spring yang melanda kawasan Timur Tengah ini terjadi sebagai gejolak yang ditunjukkan oleh rakyat beberapa Negara terdampak Arab Spring terhadap ketidakadilan dan ketimpangan yang melanda negeri mereka, tersebab penguasa yang:

-          Umat merasa jenuh dengan sistim negara berbasis Kalifah dan Syariah yang mengatur segala aspek kehidupan dan merampas kebebasan manusia.

-          Umat Muslim mulai banyak sadar akan kesalahan dalam Islam, dan mulai menuntut kebebasan beragama di negara Arab yang sangat fanatik (Saudi, Iran, Mesir)

-          Pemerintah dapat dikatakan abai dalam memenuhi hak-hak dan kebutuhan rakyatnya.

CORONA SPRING

Virus Corona telah menjadikan masyarakat dunia yang dulunya Gaptek berubah total menjadi kecanduan teknologi, utamanya HP dan Internet. Penyebaran informasi menjadi sedemikian mudahnya, menjadi cepat dan tidak terbatas. Larangan berpikir dan berpendapat kritis tentang agama lewat UU Penodaan agama menjadi kurang bermanfaat. Agama yang semakin ditinggalkan manusia modern karena dianggap sekedar penjara sempit bagi Tuhan dan manusia mulai di analisa dengan detil dan di kritisi dengan tajam. Era Corona merupakan blessing in disguise bagi manusia yang lebih tertarik memilih falsafah hidup “Beragama tanpa bertuhan” atau memilih Ateis. Manusia diminta tinggal dirumah saja, sehingga hiburan utama manusia adalah internet lewat HP. Banyak orang menjadi penonton YouTube dan banyak pula membuat video lalu mengupload ke YouTube. Karena banyaknya serangan terhadap Kafir (Non Islam) oleh pemuka agama Islam, maka timbullah gelombang serangan balik yang bagaikan tsunami menghantam Islam. Islam bagaikan dikuliti sampai dengan tulang belulangnya, berbagai kesalahan fundamental Islam dibeberkan di internet terutama di Youtube dengan jelas, gamblang, sitematis, dan jujur karena berbasis fakta. Brain washing selama kanak2 sampai dengan remaja (Islamisasi dan Arabisasi di Pendidikan Dasar dan Menengah) mulai dicuci dan dibersihkan lewat pelajaran, pendidikan dan perdebatan terbuka yang jujur, berbasis fakta dan teratur rapi. 

INDONESIA SPRING.

Indonesia digelari negara Islam terbesar didunia, oleh sebab itu pasti mengalami CC dan Arab Spring juga. Mewabahnya Arab Spring lewat Internet terutama Youtube telah terjadi di Indonesia, sebut saja Indonesia Spring yang ditandai oleh:

Bangsa Indonesia termasuk Muslim mulai memahami Karakter Islam yang bersifat Agama Five in One (5 in 1 ): Islamisasi Tuhan, Arabisasi Islam, Bisnisisasi Islam, Politisasi Islam, dan Pembodohan, Penipuan serta Penjajahan Pikiran (3P) dan Budaya oleh bangsa Arab. Konsep 3P saat ini sangat memprihatinkan dan menyedihkan bagi bangsa Indonesia yang sadar dan waras. 

Banyak Muslim yang murtad di Indonesia karena menyadari kesalahan dalam Islam dan tidak adanya jaminan hidup kekal setelah mati, ajaran Muhammad tidak ditopang oleh kebenaran dalam hal saksi mata dan sejarah, materi kitab suci yang amburadul dan kontradiksi; karakter nabinya yang sangat hobi seks. 

Non Islam bersama murtadin sudah mulai sadar untuk tidak meniru, berkiblat, apalagi mencontoh budaya Bangsa Arab yang mundur dan amburadul. Seiring pandemi Corona, para Murtadin yang tertarik masuk Kristen mendirikan Gereja berbasis internet, misalnya Gereja YouTube, Greja Murtadin, dst.

PENUTUP

Semoga badai perang Akal Sehat lawan Islam hanya berlangsung pada tahap maya alias digital. Islam sudah bercokol semenjak menggulingkan prabu Brawijaya lewat gerilya merangkak menggunakan Islam (karena Islam memang Politik berkedok agama), namun hingga kini tidak dapat menguasai Indonesia akibat benteng tangguh yang disebut Kejawen yang merupakan kekayaan budaya Jawa. Pada prinsipnya, manusia Jawa lebih berbudaya “Bertuhan tanpa beragama”, Tuhan tidak membuat agama dan tidak dapat dibatasi dengan agama; maka merasa sangat risih dengan agama Arab yang mengklaim Allah mereka menciptakan agama dan memeluk agama Islam. Seandainya ada kebebasan beragama di negara2 Arab pusat Islam, dapat dipastikan Islam akan segera menyusut dan menjadi minoritas dunia, hanya manusia yang tidak waras masih mau percaya pada ajaran Muhammad yang aneh dan tidak menjamin kehidupan kekal di surga. Seifudin Ibrahim dan Chritian Prince mengatakan bahwa Islam telah meramalkan dirinya sendiri, yaitu Islam akan punah seperti Mitos2 Dewa Dewi Yunani, berikut ini link Videonya: https://youtu.be/Tq0w90j0Guc 

Menyelamatkan Indonesia dari 3P oleh bangsa Arab juga akan menyelamatkan umat Muslim di Indonesia yang kita sayangi; dan Indonesia diharapkan segera sadar, waras dan berakal sehat untuk mengejar ketertinggalan dengan negara lain, harap artikel ini di sharekan.

Rahayu. Sri Kresna , Budayawan, Pengamat Spiritual.

Catatan: sumber pustaka utama adalah Video YouTube dan blog CERDAS BIJAKSANA BERKAT INTERNET, di https://bijaksana555.blogspot.com/ . Tks videonya yang inspiratip.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar