Kamis, 29 Juli 2021

YOUTUBE LUAR BIASA BAGUS - MEMBUAT MASYARAKAT MUDAH MEMAHAMI SELUK BELUK RADIKAL ISLAM DENGAN TUNTAS DAN BAIK.

Ali Imron, terpidana seumur hidup, kasus bom Bali mengatakan bahwa hanya butuh waktu 2 jam bagi dirinya untuk membuat seseorang terpapar paham radikalisme dan melakukan aksi bunuh diri. Dia menjelaskan cara “menggendam” calon pelaku Jihad dengan cukup menjelaskan 3 hal pokok saja kepada calon yang sudah pernah di brain wash di sekolah, yaitu:

- Syariat Jihad atau perintah Alloh untuk Jihad dalam bentuk perang

- Keutamaan2 Jihad

- Hasil Jihad yaitu mati sahid (surga)

Ikuti sendiri wawancara Rosianna Silalahi dengan Ali Imron, dan temukan fakta bagaimana mudahnya seseorang menjadi teroris di https://www.youtube.com/watch?v=r-lfs32AkpE . 

Kemudian seorang ustadz yang sangat ternama, yang pernah jadi konseptor pendidikan dan pelatihan mujahidin di Indonesia juga berbicara terus terang tentang penyebab aksi bunuh diri sekaligus membunuh banyak orang (jihad), yaitu adanya ayat2 dalam Al Qouran (yang sebaiknya dipangkas) yang secara eksplisit memerintahkan jihad melawan kafir; silahkan saksikan sendiri di YouTube diskusi “Kenapa Umat Kristen yang banyak menjadi Sasarannya Teroris?” di https://www.youtube.com/watch?v=sLxMTEI4vVU. Video ini melengkapi penjelasan Ali Imron tentang mudahnya perekrutan mujahidin. Kemudian seorang teman yang sedang studi di Jerman menyarankan untuk menonton ulasan TV Jerman (DW TV) tentang “Kebhinekaan dalam ancaman” di https://www.youtube.com/watch?v=pD58Dj648gM (sudah diberi Subtitel dalam bhs Indonesia) untuk lebih mengetahui bahaya laten radikal Islam di Indonesia. Teman calon doktor filsafat ini juga menuntun saya untuk menonton video peran Arab Saudi dan Iran dalam politisasi Islam di dunia agar memahami dengan jelas kasus mudahnya pelarian Basyir dan Rizieq ke Arab Saudi, dan sebuah video lagi yang dibuat lewat penyamaran (kamuflase) di London yang menguak proses Radikalisme generasi muda disana, sayang video ini masih dalam bahasa Inggris padahal sangat bagus dan mendidik, karena dalam bentuk perdebatan internasional,video itu adalah:

- Video Saudi Arabia membiayai radikal di seluruh dunia, https://www.youtube.com/watch?v=qi0T0owgW3M  

- Video Gerakan Radical Muslim di London Undercover Mosque (MUST WATCH) in English, di https://www.youtube.com/watch?v=-59IQL7bKnQ 

Tidak berhenti disitu, calon doktor ini menyarankan untuk mengikuti chanel YouTube dari Paul Zhang demi lebih mengetahui penyebaran Islam di Nusantara dari sejarah yang dipandang jujur (tidak diplintir), salah satu contoh video yang disarankan adalah diskusi tentang sejarah Perang Padri (Imam Bonjol) yang berjudul “Genosida Batak Demi Syariat Islam“ di https://www.youtube.com/watch?v=ouU5J-ghVJg . Dalam video ini, banyak pakar sejarah asli Batak yang berkumpul dan mendiskusikan makna sebenarnya Perang Padri itu. Youtube memang luar biasa, tempat ilmu pengetahuan yang boleh dikata tidak terbatas dengan berbagai video pencerahan sehingga orang dengan mudah dapat belajar dan memahami penyebab berbagai kekacauan di Indonesia akibat tingkah polah radikal Islam, misalnya: Daud Bereuh, Kahar Muzakar, DI, TII, NII, G30S (pembantaian jutaan manusia tak bersalah), Tragedi Mei 1998 (pelecehan dan anti Tionghoa), HTI, FPI, ISIS, Piagam Jakarta, Bom Borobudur, Tragedi Poso, Tragedi Ambon, Tragedi Sigi, Perusakan tempat ibadah di banyak tempat, berbagai tragedi bom di gereja2, rangkaian teroris seperti Nurdin Top – Ashari - Bom Bali, Basyir, FPI, Riziq, dst. Dari pencerahan di Youtube, nampak bahwa peranan buku kitab suci agama sangat menonjol dalam pembentukan kaum radikal, ini sangat memprihatinkan; sesuatu yang dianggap sumber kedamaian ternyata justru dapat menjadi faktor pemecah belah, pertengkaran bahkan pertempuran! Melihat sisi peran negatip kitab suci agama seperti diatas (tentu saja sisi positipnya juga ada), timbul pertanyaan yang menggelitik seperti berikut ini:

- Apakah agama memang benar ciptaan Tuhan? Bila ya, mengapa hal diatas dapat terjadi?

- Apakah Tuhan beragama? Lalu agamaNya apa? Siapa penulis kitab suci agama ini?


Pertanyaan filosofis itu kami bawa di Forum Diskusi antar para penganut aliran kepercayaan yang bertemu setiap malam Jumat Legi, untuk jawaban sementara adalah:

- Bila Tuhan itu Maha Adil, milik semua manusia dan milik dunia, maka tidak mungkin kalau Tuhan beragama tertentu apalagi menciptakan agama tertentu dan berpihak pada agama tertentu pula. Tuhan diyakini memberi kebebasan pada manusia.

- Agama adalah ciptaan manusia yang seringkali justru menjadi penjara yang sangat sempit bagi manusia dan bagi Tuhan; ibarat Tuhan Yang Maha Besar dipenjarakan dalam sebuah buku setebal kurang dari 3000 halaman! Fakta sejarah mengatakan begitu banyak pertikaian, perselisihan, perpecahan bahkan pertempuran akibat perbedaan agama.

- Kisah menarik tentang Tuhan yang tidak menyukai agama adalah kisah Yesus dalam kitab suci orang Kristen (Injil). Diceritakan bagaimana Yesus (yang dianggap jelmaan Tuhan) ingin merobohkan dan mereformasi agama Yahudi agar menjadi ajaran yang mendunia, yang universal dan tidak terbatas pada bangsa Yahudi dan sekaligus menyempurnakan ajaran2 dogmatis yang kaku beku yang justru menjadi penjara sempit bagi Tuhan dan manusia saat itu. Namun ulama Yahudi , yang merasa sangat diuntungkan oleh agama yang mendatangkan kekuasaan dan harta, menentang upaya Yesus; bahkan melalui politisasi agama, para ulama Yahudi dapat menyalibkan Yesus. Dalam Injil dijelaskan bahwa Yesus tidak mencipta agama, melainkan menetapkan hukum dasar bagi etika, moral dan kemanusiaan yang universal, misalnya: Cinta, Kasih, Pengampunan, dan Golden Rule. Para murid2nya lah yang mendirikan agama, misalnya: Katholik, Ortodox, Protestan, Anglikan, Baptis, dan masih banyak lagi. Bagi orang Kristen, Yesus adalah jelmaan Tuhan yang datang ke dunia agar manusia dapat melihat dan menikmati Tuhan (manusia tidak mungin melihat Matahari dari jarak dekat, akan jadi debu seketika itu, apalagi melihat Tuhan sang pencipta Matahari), serta mengajak manusia untuk kembali kepangkuan Tuhan dan kembali ke surga setelah mati. Sebagai ilustrasi lebih lanjut, manusia di negara maju & modern semakin cenderung memilih tidak beragama walau ber Tuhan. Sebagain besar masyarakat Eropa, Canada, USA, Australia dan New Zealand mengimani Yesus walau tanpa beragama. Kebebasan untuk beragama, tidak beragama, berkepercayaan, agnostik bahkan atheist juga dihormati dan diperbolehkan.

- Pernyataan yang masih sulit diterima akal sehat adalah pernyataan: Tuhan menciptakan agama Islam, dan Islam adalah agama terakhir ciptaan Allah SWT yang paling sempurna demikian pula nabi Muhammad sebagai manusia sempurna yang harus dipatuhi dan diteladani umat manusia (Semoga ada yang bersedia membuat jawaban).

- Disamping itu, masyarakat negara maju dan modern juga menganggap bahwa agama memungkinkan menjadi penyebab kemiskinan, korupsi dan kekerasan di banyak negara berkembang, sebagai contoh simak video berikut ini (sayang berbahasa Inggris):

- Religion, poverty and corruption — What's the connection? di https://www.youtube.com/watch?v=WxffuOu2diQ 

- How Religion Creates Poverty, di https://www.youtube.com/watch?v=O54R7DU2I4A  

Sebagai gambaran sedikit suram adalah negara2 timur tengah yang Islam dan negara2 Amerika Latin yang Katholik. Negara Argentina, asal Paus yang sekarang, dirundung malang dengan berbagai kekerasan (tuntutan korban penculikan seperti di Indonesia masih bergema), korupsi dan kemiskinan.


Tulisan ini merupakan hasil diskusi yang semula ditujukan untuk menyadarkan betapa bahayanya Radikal Agama terutama Radikal Islam. Radikal Islam senantiasa mengancam perpecahan bangsa, semenjak jaman prabu Brawijaya sampai dengan detik ini (Nov 2020). Sebagai penutup, kami mohon saran pencerahan dari para pembaca melalui komentar atas tulisan ini (alangkah baiknya lewat media Zoom seperti chanel Paul Zhang yang demokratis dan terbuka). Kami juga berharap agar tulisan ini dilanjutkan untuk didiskusikan oleh berbagai kalangan, terutama para: akademisi di kampus, Youtuber, podcast, agar didapat solusi yang baik bagi Indonesia mengingat bangsa Indonesia sampai dengan detik ini (Nov 2020) masih dibikin mabok/mendem agama oleh segelintir oknum bangsanya sendiri dan bangsa lain sehingga menjadi bangsa yang tertinggal. 

Rahayu. 

Artikel sumbangan dari:

Ki Hajarsapunendro. Penganut Kejawen, aktip dalam forum diskusi budaya & spiritual. 

(Penulis adalah cucu seorang kakek yang dikambing hitamkan sebagai PKI dan dibunuh secara kejam, kemudian cucu cicitnya yang tidak tahu menahu dan tidak bersalah/berdosa dibunuh secara politis dan dibunuh karakternya, sungguh kebiadaban yang tiada duanya didunia ini, semoga Tap MPRS 1966 dicabut. Bagi para korban G30S, Radikal Islam jauh lebih berbahaya daripada bahaya Komunis. Terima kasih CokroTV yang senantiasa berupaya membangun akl sehat bagsa).

Tks videonya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar