USULAN TERHEBAT DI PBB : UBAHLAH KITAB SUCI AGAMA!
Sebuah usul diajukan kepada Perserikatan
Bangsa Bangsa, isinya mewajibkan agar semua Kitab Suci dari semua agama di
seluruh dunia ditinjau kembali. Semua ayat yang mengarah kepada intoleransi,
kekejaman atau fanatisme, harus dihapus. Segala sesuatu yang mengurangi
martabat, keadilan dan kesejahteraan manusia, harus dihilangkan. Semua ayat
yang bias, rancu, dan membingungkan sehingga hanya membuat pertikaian antar
pembacanya, harus diperjelas. Dan mengingat Kitab Suci ditulis ribuan tahun
yang lalu, maka hal-hal baru yang belum tercakup harus ditambahkan.
Ketika diketahui bahwa usul itu diajukan
oleh para wakil dari negara Impian yang meliputi : Muhammad, Yesus, dan
Budha, maka para wartawan/paparazi bergegas menyerbu hotel tempat mereka
menginap untuk minta penjelasan lebih lanjut.
Penjelasan mereka sederhana saja :
‘’Kitab Suci, seperti hari Jum’at atau
Sabat, adalah untuk manusia. Bukan manusia untuk Kitab Suci. Juga ibarat
pakaian, apabila karena usia dan jaman, pakaian menjadi sempit, maka janganlah
badan manusia yang dikecilkan, melainkan pakaiannya yang harus disesuaikan!
Selain itu, janganlah berhenti mempelajari Tuhan beserta kebenaranNya hanya sebatas
pada agama atau kitab suci saja, sebab kitab suci ditulis ribuan tahun yang
lalu oleh para nabi yang sangat terbatas sekali umur dan dimensinya, sedangkan
umur dan dimensi Tuhan maha tak terbatas. ‘’
Mendengar jawaban itu, para kuli tinta ini
lalu pulang dengan suka cita yang mendalam sekali, dan menyebarkan penjelasan
diatas melalui internet untuk berbagi suka cita dengan sesamanya diseluruh
penjuru dunia, termasuk anda, para pembaca.
SIAPA SAJA YANG MASUK SURGA?
Ivan Iwanovitch meninggal hari Sabtu –
pukul lima. Begitu juga Abdul Rahman dan Martin Christian. Bertiga mereka
berjalan ke tempat hari akherat. Tidak bisa melihat siapa Iwan, siapa Abdul
atau siapa Martin, karena ruh tidak ada pakaian - tidak ada raut muka. Dari jauh
mereka melihat cahaya. Itulah Jesus, kata Martin, sebentar lagi kelihatan
cahaya lagi, itulah Nabi Muhammad kata Abdul dan untuk ketiga kalinya dilihat
warna lagi, itulah Sanctus Carolus Marx kata Ivan Iwanovitch - seorang komunis
yang sejati. Sampai akhirnya mereka melihat cahaya begitu kuat dan terang
sehingga ketiga ruh dipenuhi cahaya dan kemuliaan. Hic es Deus kata Martin,
Prinsip Hoffnung kata Iwan, itulah Tuhan Allah kata Abdul. Tapi yang dilihat
adalah hal yang sama dan tidak ada satu orangpun diantara mereka yang masih
hidup yang bisa menjelaskan apa yang dilihat tiga ruh itu. Karena cahaya yang
dilihat adalah baru, tidak ada perbandingan dan tidak ada kata yang
memungkinkan melukiskan hal itu. Dan hal yang tidak dapat dipikirkan, tidak
bisa dibicarakan. Dan tentang hal yang tidak bisa dibicarakan tentang hal itu,
lebih baik tutup mulut, kata Wittgenstein.
Karya Alm MAW Brouwer, Kiriman Teman LSM
CBD, di Cipanas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar