Jumat, 05 Maret 2021

MENGANALISA JEBAKAN MAUT DAN MEMATIKAN DARI NABI MUHAMMAD YANG SEKALIGUS WARNING BAGI PARA AKADEMISI DI INDONESIA YANG BERAKAL SEHAT!

Di negara berkembang dan terbelakang agama saling berlomba mencari pengikut baru. Pada awal mulanya, Islam berkembang melalui pedang dan pertempuran demi pertempuran yang berdarah-darah (Bill Warner). Disamping pedang, Nabi Muhammad (NM) menggunakan jebakan maut dan mematikan untuk memikat calon pemeluk Islam, berikut ini inti sari jebakan Muhammad ini:

A.    Jebakan Maut Pertama: Ini bagaikan iklan kecap nomor satu; Allah (Tuhan bangsa Arab, bukan Tuhan Alam Semesta) menciptakan agama terakhir yang paling sempurna yaitu Islam, dan Allah beragama Islam. Suatu pernyataan yang tidak dapat diterima oleh akal budi manusia bijak dan cerdas, namun diterima dengan bangga dan gembira oleh akal budi para Mukidi dan Kadrun (kadal gurun). Mana mungkin Tuhan beragama tertentu? Lalu dimana hak azasi kebebasan manusia untuk memilih kepercayaan dan tidak percaya? Kata pepatah bijak: ”Agama adalah penjara sempit bagi manusia dan Tuhan, Agama adalah buatan manusia, dan Agama seringkali menjadi sumber pertikaian, perpecahan bahkan pertempuran antar manusia. Tuhan tidak berkenan terhadap agama.”

B.    Jebakan Maut Kedua: Ini bagaikan iklan kecap nomor dua; NM SAW adalah nabi paling akhir (Khataman Nabiyyin) yang menutup risalah para nabi sebelumnya dan penghulu alam semesta, sebagai pembawa kedamaian dan menyebarkan ajaran agama Islam kepada seluruh umat manusia, dan sekaligus sebagai manusia sempurna yang harus dipatuhi dan diteladani. Bagaimana mungkin seorang pedagang dan pemimpin perang yang buta huruf dan yang tangannya penuh berlumuran darah dan napsu berahi yang diluar kepantasan manusia menjadi tauladan manusia sedunia? Suatu pernyataan yang tidak dapat diterima oleh akal sehat manusia, namun diterima dengan bangga dan gembira oleh akal budi manusia yang tidak kritis, malas berpikir dan malas membaca. Anehnya lagi, nama Muhammad bin Abdullah tidak ada tertulis di Al Qouran (AQ)!

C.   Jebakan Maut Ketiga: Ini bagaikan iklan kecap nomor tiga; Islam adalah agama terakhir yang paling sempurna dan NM SAW adalah nabi paling akhir. Mana mungkin Tuhan Yang Maha Tak Terbatas/Maha Besar (alpha omega-tiada awal tiada akhir) dibatasi atau dipersempit oleh seorang manusia (nabi)? Mana mungkin Ilmu Komputer selesai dan diakhiri oleh Nabi Komputer Bill Gates? Mana mungkin nabi Fisika Einstein mengatakan bahwa ia nabi Fisika terakhir dan ilmu Fisika sudah selesai dan sudah sempurna? Mana mungkin seorang manusia Arab yang buta huruf dan mengklaim bertitel nabi mengakhiri ilmu pengetahuan tentang Tuhan Yang Maha Besar? Sejarah mengatakan bahwa NM mengalami gangguan jiwa selama setahunan, dan seorang pujangga Inggris (Salman Rusdie) menyatakan adanya “Ayat-ayat Setan” dalam pengalaman kenabian Muhammad. Oleh Christian Prince disebutkan bahwa AQ adalah pepesan kosong dan berupa “garbage in garbage out” serta sekedar novel bangsa Arab yang sudah jauh tertinggal jaman. Karena banyak kelemahan dalam AQ, maka butuh banyak perlindungan, misalnya dilengkapi: UU Penodaan Agama, larangan memperdebatkan, Front Pembela Islam, Laskar Jundullah, Tentara Allah (Hezbollah), dst., yang pada dasarnya menandaskan betapa lemahnya AQ itu.

D.   Jebakan Maut Keempat: Islam mengobral murah tiket masuk ke surga dengan menomor satukan sifat Maha Pengasih dan Penyayang namun mengorbankan sifat Maha Adil Tuhan. Bayangkan saja, ada ajaran bahwa di Bulan Ramadhan penuh berkah surga terbuka lebar penuh pengampunan dosa, mati di Mekah langsung naik kesurga, menabung di Bank Syariah mendapat insentip surga, mati bunuh diri sambil membunuh orang lain dengan bom bunuh diri (jihad) dijanjikan masuk ke surga dan dapat hadiah 72 bidadari, dst. Seorang budayawan secara kelakar mengatakan: Agama Islam sering disebut menjadi obat analgestik, menghilangkan rasa sakit, namun tidak menghilangkan penyakitnya; menghilangkan rasa berdosa, namun tidak menghilangkan sifat/karakter korupnya, bahkan membuat sikap korupnya menjadi-jadi (hedonisme), agama lalu berubah fungsi menjadi sekedar “Sin Laundry” (alat pencuci dosa, parallel dengan money laundry). Dengan ritual agama, dosa bagaikan lenyap, budaya malu jadi hilang; seorang koruptor dengan bangga berpakaian lengkap khas agama Islam sambil melambai-lambaikan tangan ketika dishooting wartawan; di perumahan mewah/elit dimana banyak warganya mantan PNS pejabat tinggi malu naik sepeda motor, malu naik kendaraan umum seperti bis umum atau gojeg, namun tidak malu untuk melakukan korupsi; hedonisme meningkat. Pakar Islam menandaskan bahwa Islam sebenarnya tidak menjamin umatnya masuk surga, kebenaran ini terbukti pada nasib arwah bapak dan ibu dari NM yang masuk neraka dan arwah NM yang terus menerus minta didoakan agar masuk surga hingga detik ini!

E.    Jebakan Maut Kelima: Masuk Islam sangat mudah, keluar Islam sangat sulit; bagaikan manusia punya mulut tapi tidak punya dubur! Hitchens mengatakan bahwa klaim Islam dan Muhammad (M) sebagai agama dan nabi terakhir bagaikan lelucon saja.Ini bagaikan teriakan makelar bis di terminal yang mengatakan “Bis merk Islam ini bis terakhir, tidak ada bis lagi setelah bis ini, calon penumpang harap segera naik, bis segera berangkat. Didalam bis hanya boleh bicara dalam bahasa Arab, tidak boleh mendebat sopir (M), dan tidak boleh turun sembarangan ”! Masuk Islam sangat mudah-tinggal berucap satu kalimat syahadat, tapi keluar dari Islam sangat sulit karena banyak rintangannya – dikucilkan, dipermalukan, dimusuhi, dibunuh dengan dalih kehormatan keluarga (honour killing), dan ancaman mati bagi yang murtad.

F.    Jebakan Maut Keenam: Islam itu sangat khas (unique) Arab dan tidak universal serta penuh politik. Berikut ini ciri khas Arab dari Islam: Allah (Tuhan Arab) berbudaya Arab dan hanya dapat berbahasa Arab. Islamisasi dan Arabisasi adalah satu paket tak terpisahkan yang membodohi dan menjajah suatu bagsa non Arab. Banyak ilmuwan Barat mengatakan bahwa Islam bukan agama melainkan suatu bentuk sekte berbau kental politik. Contoh lain tentang Arabisasi Islam: Surga tetap menyediakan layanan sex dari 72 bidadari wanita virgin mengingat watak nabinya yang sangat doyan wanita; derajat wanita adalah second class dgn peran utama produksi jumlah Muslim agar menjadi mayoritas dunia; Arabisasi budaya: cara berpakaian, berbahasa, berdoa, berjenggot, berjanggut, bersetubuh, makan, minum, dst (masih banyak, silahkan tambahkan sendiri); Arabisasi politik: sistem perundangan dan pemerintahan berbentuk negara Khalifah berbasis hukum Syariah, suatu sistim yang teokratis, otoriter, tidak demokratis dan ingin mengatur segala aspek kehidupan; suatu sistem yang kolot dan tertinggal dan sudah tidak layak ada di jaman digital.

G.   Jebakan Maut Ketujuh: Islam itu diciptakan demi kejayaan dan keuntungan finansial bangsa Arab. Rukun haji, labelisasi halal haram dan zakat fitrah adalah bisnis yang luar biasa besar. Tidak heran bila Tuhan tidak berkenan dengan adanya agama. Sebagai gambaran bagaimana Yesus yang dianggap Tuhan ingin merontokan agama Yahudi dan mengobrak-abrik tempat ibadah Yahudi yang dijadikan sarang bisnis. Yesus tidak mendirikan agama, melainkan menetapkan hukum-hukum utama etika, kemanusiaan dan moral yang universal! Puncak (lelucon) bisnis agama Islam adalah rukun haji, sebagai contoh bangsa Indonesia diminta antri tahunan untuk pengurusan haji dan membayar banyak, makan waktu luar biasa lama (minimal 40 hari), dan ternyata di Mekah hanya melakukan ritual yang sulit diterima akal sehat: berdoa dan meminta pengampunan dosa pada batu hitam Kabah (ritual tinggalan pagan), lalu membeli souvernir yang dibumbui agama; sungguh luar biasa bangsa Arab Saudi dalam mengerjain (membodohi) bangsa lain termasuk Indonesia!

H.   Jebakan Maut Kedelapan: Islam menjadikan suatu bangsa menjadi mabok/mendem agama karena Islam penuh dengan acara ritual dan seremonial agama sehingga sangat mengganggu produktivitas kerja suatu bangsa. Kaki berpijak diatas bumi, tapi pikiran dan perasaan dibawa kealam kayalan yang jauh dari realitas, jadilah mabok agama! Doa yang 5 kali dalam sehari, puasa yang 30 hari, rukun haji yang 40 hari kerja, umroh yang 14 hari kerja, dan berbagai acara keagamaan di kampung atau di daerah yang menyita waktu. Urusan kepercayaan yang sangat pribadi diurus oleh negara (dept agama), sehingga justru menjadi runyam dan banyak korupsi.

I.      Jebakan Maut Kesembilan: Islam memakai strategi “siapa yang menguasai informasi akan menjadi pemenang” (Henry Kissinger) dan jurus “Islamisasi Ilmu Pengetahuan”. Atas dasar strategi ini tidak heran bila fihak Islam membanjiri internet dengan berita/pengetahuan/iklan yang jumlahnya luar biasa banyaknya walau sangat sulit diterima kebenarannya (Taqiya); misalnya: astronot mendengar azan, Borobudur tinggalan Islam, Diponegoro kilafah Turki, cerita Malaikat Munkar dan Nakir dalam Islam adalah malaikat yang menguji iman orang mati di kuburan mereka, teori big bang dalam Al Quran, dst. Bila saja seseorang mencari informasi tentang sesuatu ketidak benaran dalam Islam, misal usia Aisyiah saat menikah dengan Muhammad, maka informasi yang dicari akan tertimbun ribuan tulisan asal bunyi dari fihak Islam, mungkin orang ini lalu terjebak pada cerita palsu (hoax) tentang Aisiyiah karena cerita yang benar ada diurutan 999 dari Google search (dan orang ini malas meneruskan pelacakan, mungkin baru sampai urutan 15 sudah berhenti). Ibarat ada 5 berita yang benar yang tertimbun oleh 995 berita hoax, sehingga jadilah seseorang tersesat oleh berita yang tidak benar. Bayangkan saja, artikel yang baik dan benar menjadi tertimbun ber ton-ton artikel sampah berbasis taqiya di internet.

J.     Jebakan Maut Kesepuluh berupa Karakter Maut Islam: mengkafirkan non Muslim, melecehkan harkat martabat wanita, boleh berbohong (taqiya), dan tidak boleh mendebat serta berfikir kritis terhadap AQ dan Muhammad (yang dianggap sudah ketinggalan jaman). Hal ini menjadikan negara-negara Islam dapat menjadi mundur dan tertinggal.

Sebagai penutup, dikatakan jebakan maut karena orang yang tidak bijaksana, tidak kritis dan tidak mawas diri akan terjebak dengan mudah oleh “IKLAN KECAP MUHAMMAD”, dan disebut jebakan mematikan karena keluar dari Islam akan dapat hukuman sangat berat (barangkali hukuman mati) dan last but not least: ajaran Muhammad sama sekali tidak menjamin arwah seorang Muslim masuk surga! Sayang sekali semua jebakan ini dilestarikan melalui strategi Islamisasi dan Arabisasi pendidikan dasar dan menengah di TK-SD-SMP yang berbasis Islam seperti pesantren, madrasah dan pondok. Semoga tulisan berupa ringkasan dari pemikiran banyak pakar dunia (Sam Haris, Bill Warner, David Wood, Christian Prince, Robert Spencer, FFI, Sheindlin, Darmawan, para Murtadin, Hitchens, dst.) dapat dijadikan bahan renungan dan diskusi ilmiah dimanapun manusia bijak dan cerdas berada.

Rahayu. Sri Kresna. Anggota Lembaga Mawas Diri Era Digital. Cucu korban pembantaian PKI 1965 oleh organisasi masa Islam. Pembantaian paling kejam sedunia: anak cucu cicit yang tidak tahu menahu dibunuh secara kejam melalui pembunuhan karakter. Tks videonya yang berguna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar