Di negara berkembang dan terbelakang agama saling berlomba mencari pengikut baru. Pada awal mulanya, Islam berkembang melalui pedang dan pertempuran demi pertempuran yang berdarah-darah (Bill Warner). Disamping pedang, Nabi Muhammad (NM) menggunakan jebakan maut dan mematikan untuk memikat calon pemeluk Islam, berikut ini inti sari jebakan Muhammad ini:
A.
Jebakan Maut Pertama: Ini bagaikan iklan kecap
nomor satu; Allah (Tuhan bangsa Arab, bukan Tuhan Alam Semesta) menciptakan
agama terakhir yang paling sempurna yaitu Islam, dan Allah beragama Islam.
Suatu pernyataan yang tidak dapat diterima oleh akal budi manusia bijak dan
cerdas, namun diterima dengan bangga dan gembira oleh akal budi para Mukidi dan
Kadrun (kadal gurun). Mana mungkin Tuhan beragama tertentu? Lalu dimana hak
azasi kebebasan manusia untuk memilih kepercayaan dan tidak percaya? Kata
pepatah bijak: ”Agama adalah penjara sempit bagi manusia dan Tuhan, Agama
adalah buatan manusia, dan Agama seringkali menjadi sumber pertikaian,
perpecahan bahkan pertempuran antar manusia. Tuhan tidak berkenan terhadap
agama.”
B.
Jebakan Maut Kedua: Ini bagaikan iklan kecap
nomor dua; NM SAW adalah nabi paling akhir (Khataman Nabiyyin) yang menutup
risalah para nabi sebelumnya dan penghulu alam semesta, sebagai pembawa
kedamaian dan menyebarkan ajaran agama Islam kepada seluruh umat manusia, dan
sekaligus sebagai manusia sempurna yang harus dipatuhi dan diteladani.
Bagaimana mungkin seorang pedagang dan pemimpin perang yang buta huruf dan yang
tangannya penuh berlumuran darah dan napsu berahi yang diluar kepantasan manusia
menjadi tauladan manusia sedunia? Suatu pernyataan yang tidak dapat diterima
oleh akal sehat manusia, namun diterima dengan bangga dan gembira oleh akal
budi manusia yang tidak kritis, malas berpikir dan malas membaca. Anehnya lagi,
nama Muhammad bin Abdullah tidak ada tertulis di Al Qouran (AQ)!
C.
Jebakan Maut Ketiga: Ini bagaikan iklan kecap
nomor tiga; Islam adalah agama terakhir yang paling sempurna dan NM SAW adalah
nabi paling akhir. Mana mungkin Tuhan Yang Maha Tak Terbatas/Maha Besar (alpha
omega-tiada awal tiada akhir) dibatasi atau dipersempit oleh seorang manusia
(nabi)? Mana mungkin Ilmu Komputer selesai dan diakhiri oleh Nabi Komputer Bill
Gates? Mana mungkin nabi Fisika Einstein mengatakan bahwa ia nabi Fisika
terakhir dan ilmu Fisika sudah selesai dan sudah sempurna? Mana mungkin seorang
manusia Arab yang buta huruf dan mengklaim bertitel nabi mengakhiri ilmu
pengetahuan tentang Tuhan Yang Maha Besar? Sejarah mengatakan bahwa NM mengalami
gangguan jiwa selama setahunan, dan seorang pujangga Inggris (Salman Rusdie)
menyatakan adanya “Ayat-ayat Setan” dalam pengalaman kenabian Muhammad. Oleh
Christian Prince disebutkan bahwa AQ adalah pepesan kosong dan berupa “garbage
in garbage out” serta sekedar novel bangsa Arab yang sudah jauh tertinggal
jaman. Karena banyak kelemahan dalam AQ, maka butuh banyak perlindungan,
misalnya dilengkapi: UU Penodaan Agama, larangan memperdebatkan, Front Pembela
Islam, Laskar Jundullah, Tentara Allah (Hezbollah), dst., yang pada dasarnya
menandaskan betapa lemahnya AQ itu.
D.
Jebakan Maut Keempat: Islam mengobral murah
tiket masuk ke surga dengan menomor satukan sifat Maha Pengasih dan Penyayang
namun mengorbankan sifat Maha Adil Tuhan. Bayangkan saja, ada ajaran bahwa di
Bulan Ramadhan penuh berkah surga terbuka lebar penuh pengampunan dosa, mati di
Mekah langsung naik kesurga, menabung di Bank Syariah mendapat insentip surga,
mati bunuh diri sambil membunuh orang lain dengan bom bunuh diri (jihad) dijanjikan
masuk ke surga dan dapat hadiah 72 bidadari, dst. Seorang budayawan secara
kelakar mengatakan: Agama Islam sering disebut menjadi obat analgestik,
menghilangkan rasa sakit, namun tidak menghilangkan penyakitnya; menghilangkan
rasa berdosa, namun tidak menghilangkan sifat/karakter korupnya, bahkan membuat
sikap korupnya menjadi-jadi (hedonisme), agama lalu berubah fungsi menjadi
sekedar “Sin Laundry” (alat pencuci dosa, parallel dengan money laundry). Dengan
ritual agama, dosa bagaikan lenyap, budaya malu jadi hilang; seorang koruptor dengan
bangga berpakaian lengkap khas agama Islam sambil melambai-lambaikan tangan
ketika dishooting wartawan; di perumahan mewah/elit dimana banyak warganya
mantan PNS pejabat tinggi malu naik sepeda motor, malu naik kendaraan umum
seperti bis umum atau gojeg, namun tidak malu untuk melakukan korupsi; hedonisme
meningkat. Pakar Islam menandaskan bahwa Islam sebenarnya tidak menjamin
umatnya masuk surga, kebenaran ini terbukti pada nasib arwah bapak dan ibu dari
NM yang masuk neraka dan arwah NM yang terus menerus minta didoakan agar masuk
surga hingga detik ini!
E.
Jebakan Maut Kelima: Masuk
Islam sangat mudah, keluar Islam sangat sulit; bagaikan manusia punya mulut
tapi tidak punya dubur! Hitchens mengatakan bahwa klaim Islam dan Muhammad (M) sebagai
agama dan nabi terakhir bagaikan lelucon saja.Ini bagaikan teriakan makelar bis
di terminal yang mengatakan “Bis merk Islam ini bis terakhir, tidak ada bis lagi
setelah bis ini, calon penumpang harap segera naik, bis segera berangkat.
Didalam bis hanya boleh bicara dalam bahasa Arab, tidak boleh mendebat sopir
(M), dan tidak boleh turun sembarangan ”! Masuk Islam sangat mudah-tinggal
berucap satu kalimat syahadat, tapi keluar dari Islam sangat sulit karena
banyak rintangannya – dikucilkan, dipermalukan, dimusuhi, dibunuh dengan dalih
kehormatan keluarga (honour killing), dan ancaman mati bagi yang murtad.
F.
Jebakan Maut Keenam: Islam itu sangat khas
(unique) Arab dan tidak universal serta penuh politik. Berikut ini ciri khas
Arab dari Islam: Allah (Tuhan Arab) berbudaya Arab dan hanya dapat berbahasa
Arab. Islamisasi dan Arabisasi adalah satu paket tak terpisahkan yang membodohi
dan menjajah suatu bagsa non Arab. Banyak ilmuwan Barat mengatakan bahwa Islam
bukan agama melainkan suatu bentuk sekte berbau kental politik. Contoh lain
tentang Arabisasi Islam: Surga tetap menyediakan layanan sex dari 72 bidadari
wanita virgin mengingat watak nabinya yang sangat doyan wanita; derajat wanita adalah
second class dgn peran utama produksi jumlah Muslim agar menjadi mayoritas
dunia; Arabisasi budaya: cara berpakaian, berbahasa, berdoa, berjenggot,
berjanggut, bersetubuh, makan, minum, dst (masih banyak, silahkan tambahkan
sendiri); Arabisasi politik: sistem perundangan dan pemerintahan berbentuk negara
Khalifah berbasis hukum Syariah, suatu sistim yang teokratis, otoriter, tidak
demokratis dan ingin mengatur segala aspek kehidupan; suatu sistem yang kolot
dan tertinggal dan sudah tidak layak ada di jaman digital.
G.
Jebakan
Maut Ketujuh: Islam itu diciptakan demi kejayaan dan keuntungan finansial
bangsa Arab. Rukun haji, labelisasi halal haram dan zakat fitrah adalah bisnis
yang luar biasa besar. Tidak heran bila Tuhan tidak berkenan dengan adanya
agama. Sebagai gambaran bagaimana Yesus yang dianggap Tuhan ingin merontokan
agama Yahudi dan mengobrak-abrik tempat ibadah Yahudi yang dijadikan sarang
bisnis. Yesus tidak mendirikan agama, melainkan menetapkan hukum-hukum utama etika,
kemanusiaan dan moral yang universal! Puncak (lelucon) bisnis agama Islam
adalah rukun haji, sebagai contoh bangsa Indonesia diminta antri tahunan untuk
pengurusan haji dan membayar banyak, makan waktu luar biasa lama (minimal 40
hari), dan ternyata di Mekah hanya melakukan ritual yang sulit diterima akal
sehat: berdoa dan meminta pengampunan dosa pada batu hitam Kabah (ritual
tinggalan pagan), lalu membeli souvernir yang dibumbui agama; sungguh luar
biasa bangsa Arab Saudi dalam mengerjain (membodohi) bangsa lain termasuk
Indonesia!
H.
Jebakan
Maut Kedelapan: Islam menjadikan suatu bangsa menjadi mabok/mendem agama karena
Islam penuh dengan acara ritual dan seremonial agama sehingga sangat mengganggu
produktivitas kerja suatu bangsa. Kaki berpijak diatas bumi, tapi pikiran dan
perasaan dibawa kealam kayalan yang jauh dari realitas, jadilah mabok agama!
Doa yang 5 kali dalam sehari, puasa yang 30 hari, rukun haji yang 40 hari
kerja, umroh yang 14 hari kerja, dan berbagai acara keagamaan di kampung atau
di daerah yang menyita waktu. Urusan kepercayaan yang
sangat pribadi diurus oleh negara (dept agama), sehingga justru menjadi runyam
dan banyak korupsi.
I.
Jebakan
Maut Kesembilan: Islam memakai strategi “siapa yang menguasai informasi akan
menjadi pemenang” (Henry Kissinger) dan jurus “Islamisasi Ilmu Pengetahuan”.
Atas dasar strategi ini tidak heran bila fihak Islam membanjiri internet dengan
berita/pengetahuan/iklan yang jumlahnya luar biasa banyaknya walau sangat sulit
diterima kebenarannya (Taqiya); misalnya: astronot mendengar azan, Borobudur
tinggalan Islam, Diponegoro kilafah Turki, cerita Malaikat Munkar dan Nakir
dalam Islam adalah malaikat yang menguji iman orang mati di kuburan mereka,
teori big bang dalam Al Quran, dst. Bila saja seseorang mencari informasi
tentang sesuatu ketidak benaran dalam Islam, misal usia Aisyiah saat menikah
dengan Muhammad, maka informasi yang dicari akan tertimbun ribuan tulisan asal
bunyi dari fihak Islam, mungkin orang ini lalu terjebak pada cerita palsu
(hoax) tentang Aisiyiah karena cerita yang benar ada diurutan 999 dari Google
search (dan orang ini malas meneruskan pelacakan, mungkin baru sampai urutan 15
sudah berhenti). Ibarat ada 5 berita yang benar yang tertimbun oleh 995 berita
hoax, sehingga jadilah seseorang tersesat oleh berita yang tidak benar.
Bayangkan saja, artikel yang baik dan benar menjadi tertimbun ber ton-ton
artikel sampah berbasis taqiya di internet.
J.
Jebakan
Maut Kesepuluh berupa Karakter Maut Islam: mengkafirkan non Muslim, melecehkan
harkat martabat wanita, boleh berbohong (taqiya), dan tidak boleh mendebat
serta berfikir kritis terhadap AQ dan Muhammad (yang dianggap sudah ketinggalan
jaman). Hal ini menjadikan negara-negara Islam dapat menjadi mundur dan
tertinggal.
Sebagai penutup, dikatakan
jebakan maut karena orang yang tidak bijaksana, tidak kritis dan tidak mawas
diri akan terjebak dengan mudah oleh “IKLAN KECAP MUHAMMAD”, dan disebut
jebakan mematikan karena keluar dari Islam akan dapat hukuman sangat berat
(barangkali hukuman mati) dan last but not least: ajaran Muhammad sama sekali
tidak menjamin arwah seorang Muslim masuk surga! Sayang sekali semua jebakan
ini dilestarikan melalui strategi Islamisasi dan Arabisasi pendidikan dasar dan
menengah di TK-SD-SMP yang berbasis Islam seperti pesantren, madrasah dan
pondok. Semoga tulisan berupa ringkasan dari pemikiran banyak pakar dunia (Sam
Haris, Bill Warner, David Wood, Christian Prince, Robert Spencer, FFI, Sheindlin,
Darmawan, para Murtadin, Hitchens, dst.) dapat dijadikan bahan renungan dan
diskusi ilmiah dimanapun manusia bijak dan cerdas berada.
Rahayu. Sri Kresna. Anggota
Lembaga Mawas Diri Era Digital. Cucu korban pembantaian PKI 1965 oleh
organisasi masa Islam. Pembantaian paling kejam sedunia: anak cucu cicit yang
tidak tahu menahu dibunuh secara kejam melalui pembunuhan karakter. Tks
videonya yang berguna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar