1. BENTURAN PERADABAN – BARAT VS ISLAM
Benturan
peradaban atau clash of civilizations (CC) adalah teori bahwa identitas budaya
dan agama seseorang akan menjadi sumber konflik utama di dunia pasca-Perang
Dingin. Teori ini dipaparkan oleh ilmuwan politik Samuel P. Huntington dalam
pidatonya tahun 1992 di American Enterprise Institute, lalu dikembangkan dalam
artikel Foreign Affairs tahun 1993 berjudul "The Clash of
Civilizations?",[ sebagai tanggapan atas buku karya mahasiswanya, Francis
Fukuyama, berjudul The End of History and the Last Man (Wikipedia). Huntington
kemudian mengembangkan tesisnya dalam buku The Clash of Civilizations and the Remaking
of World Order (1996). Saat ini sedang terjadi benturan peradaban antara budaya
dan agama Arab melawan budaya Barat (Eropa Amerika) yang sudah berakal sehat
dan meninggalkan agama. Cendekiawan Barat memerangi Islam, bukan Muslim; kaum
cendekiawan Barat boleh dikata sangat menyayangi Muslim sebagai saudara sesama
manusia namun mereka tidak ingin saudaranya (Muslim) terperangkap dalam
kegelapan Islam. Lihat saja jumlah imigran Muslim yang sangat besar yang lari
ke Eropa, USA, Canada dan Australia (yang Kristen), namun jarang yang lari ke
negara Arab yang kaya dan Islam (misal Arab Saudi dan UEA). Dunia harus
dibebaskan dari Islam, maka Muslim juga wajib dibebaskan dari Islam. Harus
dibedakan antara Islam dan Muslim. Memang sebagian besar Muslim adalah baik,
namun Islam dianggap membahayakan akal sehat dan ketentraman dunia, serta tidak
cocok dengan budaya Barat yang didasari demokrasi, kebebasan berpendapat dan
golden rule (adil pada sesama). Ajaran Islam banyak mengandung kekerasan,
kekejaman, bias gender, ketidak adilan, sex, bersifat theokratis yang fasis,
senang bohong (taqiya), anti berfikir kritis (penyerahan total terhadap
Muhammad dan Allah) serta anti kemajuan. Muslim yang baik adalah yang tidak
menjalankan perintah nabi Muhammad dan tidak mencontoh tingkah laku nabi
Muhammad, jadi sebenarnya sudah tidak percaya kepada Islam lagi, karena sudah
menolak ajaran kekerasan dan kekejaman Muhammad! Kelompok Muslim ini mempunyai
kemampuan bahasa Arab dan bahasa Inggris yang terbatas, pasif dan malas
mempelajari Islam secara detil dan teliti, pasrah dan tidak perduli dengan
kritik pakar Islam kelas dunia, serta menutup mata telinga dan hati akan
kejadian dan fakta di seluruh dunia tentang kekerasan dan kekejaman AL QAIDA -
ISIS - BOKO HARAM - TALIBAN – HISBOLLAH - JIHAD Lokal yang semuanya dilakukan
atas dasar ayat2 Al Quran, kelompok keras ini yang sesungguhnya berhak mendapat
julukan Muslim yang benar2 Islam, karena telah menirukan dan melakukan dengan
baik ajaran dan teladan Muhammad. Pakar Islam dari Barat juga telah mengenal
dengan baik karakter Islam yang disebut ISLAM AGAMA FIVE IN ONE (5 IN 1) :
ISLAMISASI, ARABISASI, POLITISASI, BISNISISASI, PEMBODOHAN & PENJAJAHAN
BUDAYA (bagi negara berkembang). Di era informasi digital CC ini bagaikan
Perang Dunia Digital (Maya) antara Barat lawan Islam, perang ini sekarang
sedang hebat2nya, terutama lewat YouTube! Akibat perang dunia ini banyak Muslim
yang sadar akan kesalahan konsep agama, terutama konsep bahwa TUHAN TIDAK
MUNGKIN BERAGAMA, APALAGI MENCIPTAKAN AGAMA; AGAMA ADALAH PENJARA SEMPIT BAGI
TUHAN DAN MANUSIA.
2.
ARAB SPRING
Arab Spring atau “musim seminya” negeri-negeri
Arab sumbunya menyala pada akhir tahun 2010 dan awal tahun 2011. Arab Spring
dipicu dengan hebat oleh teknologi internet dan CC. Sedikit menyegarkan kembali
ingatan, Arab Spring yang melanda kawasan Timur Tengah ini terjadi sebagai
gejolak yang ditunjukkan oleh rakyat beberapa Negara terdampak Arab Spring
terhadap ketidakadilan dan ketimpangan yang melanda negeri mereka, tersebab
penguasa yang:
-
Umat merasa jenuh dengan
sistim negara berbasis Kalifah dan Syariah yang mengatur segala aspek kehidupan
dan merampas kebebasan manusia.
-
Umat Muslim mulai banyak
sadar akan kesalahan dalam Islam, dan mulai menuntut kebebasan beragama di
negara Arab yang sangat fanatik (Saudi, Iran, Mesir)
-
Pemerintah dapat
dikatakan abai dalam memenuhi hak-hak dan kebutuhan rakyatnya.
Pantikan revolusi yang bermula di Tunisia ini
akhirnya berhasil menumbangkan beberapa penguasa di Timur Tengah, yakni di Ben
Ali di Tunisia, Husni Mubarak di Mesir, Muammar Gadafi di Libya dan Ali
Abdullah Saleh di Yaman. Seluruhnya bermuara pada durasi kekuasaan yang sudah
berlangsung puluhan tahun, namun dianggap gagal dalam mengakomodir aspirasi
rakyat. Rakyat dinegara Islam mulai sadar bahwa Islam penyebab kemunduruan,
pertikaian dan perpecahan bangsa. Arab Spring bagaikan virus corona sedang
menjalar ke seluruh dunia, terutama negara-negara Islam, termasuk Arab Saudi,
Iran, Mesir dan Indonesia.
3.
ERA VIRUS CORONA
Virus Corona telah menjadikan masyarakat dunia
yang dulunya Gaptek berubah total menjadi kecanduan teknologi, utamanya HP dan
Internet. Penyebaran informasi menjadi sedemikian mudahnya, menjadi cepat dan
tidak terbatas. Larangan berpikir dan berpendapat kritis tentang agama lewat UU
Penodaan agama menjadi kurang bermanfaat. Agama yang semakin ditinggalkan
manusia modern karena dianggap sekedar penjara sempit bagi Tuhan dan manusia
mulai di analisa dengan detil dan di kritisi dengan tajam. Era Corona merupakan
blessing in disguise bagi manusia yang lebih tertarik memilih falsafah hidup
“Beragama tanpa bertuhan” atau memilih Ateis. Islam bagaikan dikuliti sampai
dengan tulang belulangnya, berbagai kesalahan fundamental Islam dibeberkan di
internet terutama di Youtube dengan jelas, gamblang, sitematis, dan jujur
karena berbasis fakta. Brain washing selama kanak2 sampai dengan remaja (Islamisasi
dan Arabisasi di Pendidikan Dasar dan Menengah) mulai dicuci dan dibersihkan
lewat pelajaran, pendidikan dan perdebatan terbuka yang jujur, berbasis fakta
dan teratur rapi. Kedepan, brain washing agama akan percuma saja, sebab materi
di internet lebih menarik, lebih berkualitas dan lebih dapat dipercaya.
4. INDONESIA SPRING.
Indonesia digelari negara Islam terbesar
didunia, oleh sebab itu pasti mengalami CC dan Arab Spring juga. Mewabahnya
Arab Spring lewat Internet terutama Youtube telah terjadi di Indonesia, sebut
saja Indonesia Spring yang ditandai oleh:
-
Banyak
Muslim yang murtad di Indonesia (menyadari kesalahan dalam Islam dan tidak
adanya jaminan hidup kekal setelah mati)
-
Banyaknya
chanel2 di Youtube yang merupakan kesaksian para murtadin
-
UU
Penodaan agama (UUPA) yang menganggap Tuhan itu lemah maka perlu dilindungi,
kurang dapat berfungsi di Internet. Sebenarnya yang terkena pertama UUPA ini
mestinya nabi Muhammad sebab jelas2 mengkafirkan non Islam dan menghalalkan
darah non Islam.
-
Banyak
murtadin yang memilih menjadi Kristen, atau agnostik, atau berkepercayaan, atau
bhakan atheis.
-
Yang
memilih menjadi Kristen, banyak yang mendirikan gereja murtadin yang sangat
heroik.
-
Non
Islam bersama murtadin sudah mulai sadar bahwa Islam sangat membebani bangsa
Indonesia dari sisi: biaya, waktu, tenaga dan pikiran.
-
Non
Islam bersama murtadin sudah mulai merasa “dibodohi dan dijajah” oleh bangsa
Arab melalui Agama Islam. Strategi ini dianggap yang sangat licik dan merugikan
negara Indonesia.
-
Non
Islam bersama murtadin sudah mulai sadar untuk tidak meniru, berkiblat, apalagi
mencontoh budaya Bangsa Arab yang mundur dan amburadul.
5. PENUTUP
Semoga badai perang Baratayudha antara
Islam lawan Barat hanya berlangsung pada tahap maya alias digital. Islam sudah
bercokol semenjak menggulingkan prabu Brawijaya lewat gerilya merangkak
menggunakan Islam, namun hingga kini tidak dapat menguasai Indonesia akibat
benteng tangguh yang disebut Kejawen yang merupakan kekayaan budaya Jawa. Pada
prinsipnya, manusia Jawa lebih berbudaya “Bertuhan tanpa beragama”, maka merasa
sangat risih dengan agama Arab yang mengklaim Allah mereka menciptakan agama
dan memeluk agama Islam. Akhir kata mohon artikel ini disebar luaskan bersama
artikel2 lain yang ada di blog CERDAS BIJAKSANA BERKAT INTERNET, di https://bijaksana555.blogspot.com/ , agar menjadi bahan diskusi dan obat
mujarab bagi kemajuan bangsa Indonesia yang sedang mabuk agama.
Rahayu. Ki Bodronoyo .
Penganut Kejawen, aktip dalam berbagai forum diskusi digital.
(Penulis adalah cucu
seorang kakek yang dikambing hitamkan sebagai PKI dan dibunuh secara kejam,
kemudian cucu cicitnya yang tidak tahu menahu dan tidak bersalah/berdosa
dibunuh secara politis dan dibunuh karakternya, sungguh kebiadaban yang tiada
duanya didunia ini, semoga Tap MPRS 1966 dicabut. Radikal Islam jauh lebih berbahaya
daripada bahaya Komunis. Terima kasih CokroTV yang senantiasa berupaya
membangun akal sehat bangsa).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar